Wednesday, February 27, 2008

Bayu Gawtama: Bukan Doa Saya yang Terkabul

Seperti juga Hufha dan Iqna-nya Mas Gaw,  putri-putri kami: Chacha dan Nissa juga sedang senang2nya menulis, menggambar, dan tentu saja untuk itu memerlukan buku tulis, buku gambar, dan kelengkapan lainnya.

Tapi, tidak mudah juga untuk membelikan mereka permintaan yang tidak seberapa ini. Tidak cuma soal waktunya yang sedikit susah bagi saya sekarang ini, juga karena memang dalam keadaan seperti saya tidak mudah juga untuk menyisihkan sesuatu diluar anggaran. Kadang kami sudah anggarkan 3 buah buku gambar per anak, eh ternyata seminggu juga udah habis digunakan. Ya kalo dihitung ulisebulan ya jadi berat juga  :-))  Dalam situasi itu ya hanya kertas HVS saja yang bisa jadi penyelamat sementara. Susahnya, bagi anak2 saya, kertas HVS itu kertas kerja Bapaknya.. kalo untuk menggambar ya pake Buku Gambar  :-((  

Itu satu hal. Hal lainnya adalah mereka juga ngga berani nodong ibunya soal ini. Mesti ke saya dulu. Dan biasanya, kalo udah begini, pertanyaannya  dimulai dengan "Papa udah gajian belum ?" atau "Papa ada rejeki lebih ngga hari ini ?" --ini mesti hasil indoktrinasi ibunya nih hehe--
Yang selalu membuat saya bersyukur, anak2 kami  (masih) mau mengerti kalo kita jawab dengan jujur belum dan bahasa apapun yang ujung2nya ke arah belum itu.Mereka bahkan bisa balas menghibur, "Ngga apa-apa Pa, lain kali aja. Chacha masih bisa gambar pake kertas printer Papa kok.."
atau kadang-kadang, "Ngga apa-apa, Nica ngga buru-buru kok" (hehe tau apa anak ini soal buru-buru ?)
Tapi hiburan semacam ini, terus terang membuat kami jadi merasa bersalah. Iya senang dan bangga dengan anak-anak kami, tapi sekaligus bersalah ngga mampu memenuhi permintaan yang mungkin bagi Anda "sederhana".

Dana pada saatnya, saat saya atau Ibunya mendapatkan lebihan rejeki yang bisa disisihkan untuk keperluan anak-anak itu, alangkah senangnya kami bila kami bisa menunaikan janji kami pada mereka. Oh ya, apa ngga bangga bisa menunaikan kewajiban sebagai orangtua ?
Saya bangga lho.
Anda bangga juga kan ?!


Tulisan Mas Gaw di bawah ini, membuat saya jadi berpikir ulang. Kadang2 di tengah kebanggaan itu, terselip juga rasa puas diri bahwa kami mampu menghasilkan uang atau kami mampu melakukan ini itu sehingga dapat ini itu.. Sebab bisa jadi bukan usaha saya, bisa jadi bukan doa saya yang dikabulkan Allah. Sangat mungkin doa putri-putri kami yang belum kenal dosa ini yang didengar dan dikabulkan-Nya.

Sangat mungkin hari ini kita selamat sentosa di jalan karena doa anak-anak kita. Bisa jadi kita hari ini dapat melalui hari ini dengan baik, meraih prestasi yang baik, karena doa orang-orang yang menyayangi kita.

Pertanyaannya kemudian, apakah saya sering mendoakan mereka ? anak-anak, pasangan, orangtua, sahabat, guru, dll ??
Jujur kalo saya, saya jawab jarang. Saya lebih sering memohon agar dimudahkan rejeki saya, dilancarkan pekerjaan saya, dll.
Oh iya saya memang sering berdoa supaya orang yang sedang menderita dihibur, orang yang kesusahan diberi jalan keluar.. tetapi saya malah sering tidak memperhatikan mereka-mereka di sekeliling saya, yang selama ini mendukung saya, dan bahkan mungkin karena doa merekalah saya bisa melalui hari ini dengan baik. Alangkah egoisnya saya..

Semoga Anda tidak, wahai teman2ku. Jangan tiru kesalahan saya.
Hari ini saya kan tunaikan janji saya dengan buku magnet doraemon itu ( ternyata saya ngga sendirian ya soal buku magnet ini hehehe )

ari ams
dan oh ya btw inilah link menuju tulisan Mas Gaw yang dari tadi dibicarakan
Link

No comments:

Post a Comment