Pada pelaksanaan shalat jumat di masjid belakang
gedung kantor kami tadi siang (24/03/06), Al Khatib berbicara mengenai masalah
hidup. Masalah hidup memang banyak banget. Tapi justru dari sini kita diuji
apakah kita memang bernilai di mata Allah atau ternyata cuma sampah.. Jika
Allah menyayangi ummat-Nya, maka ia akan memberikan mereka ujian.. Lalu khotbah
mulai membahas tentang "sabar" dst dst
Selesai shalat, sambil menunggu makan siang disiapkan di kantin, rekan saya
berkomentar agak panjang.
Si X : Beberapa waktu yang lalu, saya punya kebutuhan mendadak diluar
rencana. Ibu mendadak sakit sementara adik ipar perlu membayar uang kuliah
sementara mertua juga pas sedang tidak punya uang. Jumlah uang yang dibutuhkan
banyak. Karena kami lah yang kebetulan ada uang --meski sebetulnya
sudah dianggarkan keperluannya-- ya kami bantu dulu. Kami sesuaikan saja
pengeluaran-pengeluaran lain terpaksa disesuaikan. Tapi itu pun ternyata masih
kurang, sehingga ada sebuah tagihan yang terpaksa tidak dibayar dulu.
Saya : Itu sebabnya ada petugas penagihan ke kantor beberapa hari yang
lalu ?
(Sebutlah Pak Petugas Penagihan itu namanya Pak Y)
Si X: Iya. Memalukan memang, tapi mau gimana lagi..Yah akhirnya dengan
pinjam uang sana sini akhirnya bisa juga kubayar tagihan itu..
Lalu Si X berkata lagi : Di situlah, kata-kata Khatib tadi tiba-tiba membuka
mata saya, asal saya tabah dan sabar, maka insya Allah saya dianggap lulus dari
ujian-Nya, kan ?!
Saya : Kalo itu ujian.. Nah kalo itu musibah ?! (saya menggodanya)
Si X : Memang itu juga sedikit masalah, saya ngga pernah tau ini ujian
apa musibah, atau malah bukan dua-duanya..
Saya : Bukan dua-duanya ?!
Si X : Iya. Saya cuma membuka kemungkinan: bisa jadi saya cuma bagian
dari rencana-Nya yang besar, saya ngga pernah tahu.
Saya : Maksudnya ?
Si X : Pernah ngga kepikiran begini: bisa jadi semua ini cuma
pelaksanaan rencana Allah agar Pak Y kemarin dapat rezeki.. ?!
Saya : Jadi ini bukan ujian atau musibah buat kamu, tapi hanya sebagai
jalan buat Pak Y kemarin dapat rejeki ?!
Si X : Atau bisa jadi, semuanya terjadi sekaligus.. Maksudku, entah ini
ujian atau musibah buat saya, juga sekaligus jalan buat Pak Y untuk mendapatkan
rezeki
Saya: ??
Rekan saya ini lalu menutupkan mata, masih tersenyum senang, dan berujar lirih,
"Atas apapun yang sudah dan akan terjadi Ya Allah, terima kasih sudah
melibatkan saya dalam rencana-Mu yang indah.."
Dan ia masih seperti itu, menutup mata dan tersenyum, sampai makanan kami
datang..
Dia memang sudah jelas tidak akan keras-keras mengucapkan kata-kata begitu
(daripada dianggap aneh !)
Tapi saya lihat dia tulus sekali mengucapkan itu. Saya sampai iri.. (kok saya
ngga bisa kayak gitu ya?)
Saya jadi berpikir-pikir, mungkin kawan saya benar juga ya.. mungkin hidup itu
seperti itu.. satu sama lain saling kait mengkait.. Dalam pekerjaan kami,
misalnya.. Ketika kami menang tender, ada pihak yang kalah tender.. mungkin
juga ngga mampu bayar tagihan kayak kawan saya minggu lalu.. Memang itu bisa
jadi ujian buat dia, tapi mungkin itu juga "jalan" buat orang lain
untuk beramal baik, misalnya saja dengan menghibur yang kalah ini.. atau memacu
semangat yang kalah untuk lebih baik, supaya pada giliran berikut jadi
pemenang..
Siapa tahu saja memang begitu.. Entahlah..
Saya ini ternyata ngga tau apa-apa.. Mungkin saya salah, kali ya ?
Tapi saya masih saja terpesona dengan kawan saya yang hubungannya dengan Allah
SWT nampak begitu "khusus" sekali..
Sekali lagi: saya sampai iri..
Pamulang, 24 Maret 2006
Wednesday, November 22, 2006
Juga Madrasah Cinta
Saya pernah mengenal sebuah keluarga yang
hidupnya pas-pasan.. Oh bukan pas butuh pas ada duit.. tapi betul-betul pas di
garis kemiskinan.. Tidak cukup miskin untuk dikasihani, tapi juga tidak cukup
kaya untuk bisa membeli sedikit kemewahan..
Suatu saat, karena satu dan lain hal, uang mereka tinggal Rp8.000,- di tanggal
24.. masih ada 3 hari lagi sebelum gajian.. Tapi yang membuat miris adalah
mereka kehabisan susu anak satu-satunya, padahal anak ini boleh dibilang ngga
suka ASI.. O iya, mereka hampir kehabisan beras dan minyak tanah..
Akhirnya, mereka menjual semua koran bekas yang ada di rumahnya, dan
sebuah kipas angin rusak, dan mendapatkan harga yang cukup untuk satu box SGM
yang 150g. Yah, disiasati takarannya agar bisa cukup untuk 3 hari. Sambil
sedikit memaksa anak untuk ASI bila memungkinkan..
Orangtuanya ? Oh mereka lebih memilih berpuasa.. Bersahur tiap hari hanya
dengan sebungkus mie.. dan berbuka dengan air putih..
Yah, orang boleh menyebut religius, boleh menyebut memanfaatkan situasi.. tapi
kalo saya sih bilangnya menyedihkan..
O ya, uang 8.000 itu dibelikan 3 bungkus indomie, beras sedikit, dan
minyak tanah.. (harga tahun 2003, tapi ya tetep aja sedikit dapetnya)
----
Kisah ini dituturkan langsung oleh yang bersangkutan untuk saya, pada saat tiba giliran saya yang mengeluh hidup kok
rumit sih..
Dan kalo denger ceritanya, ternyata apa yang rumit buat saya itu ngga ada
seujung kukunya masalah dia.. jadi pengen malu..
(Dan saya tahu masih buaaaanyak lagi di negeri ini yang lebih susah dari ini)
Tapi bukan soal kesulitan hidup itu yang mau saya ceritakan.. Tapi betapa
orangtua rela sengsara demi anaknya.. Biar orangtua ngga usah makan asal
anaknya bisa makan..
Tulisan Mas Bayu Gawtama yang ini, membuat saya inget lagi sama pasangan yang di atas tadi..
Ironis, karena saya masih selalu lupa bersyukur sama Allah, bahwa dia sudah
begitu baik sama saya.. Yah, mudah2an dengan baca ini lagi, mulai sore ini,
saya ngga lupa lagi..
Pamulang, 14 Maret 2006
livingschool_community
http://groups.yahoo.com/group/livingschool_community/
"Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru". LivingSchool Community adalah komunitas orang-orang yang mau belajar dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan kehidupan yang dilaluinya, kumpulan orang-orang yang senantiasa belajar dari semua orang yang ditemuinya, belajar dari setiap kejadian yang berlangsung di muka bumi, setiap jam, menit dan detik.
Tak belajar berarti sombong, tak belajar juga berarti bodoh, pada masanya orang-orang yang tak pernah belajar merekalah orang-orang kalah.
Jika Anda termasuk para pemelajar, mari bergabung di komunitas ini. Dan jadikan komunitas ini sebagai salah satu sekolah kita.
Terima kasih
"Jika setiap tempat adalah sekolah, maka setiap orang adalah guru". LivingSchool Community adalah komunitas orang-orang yang mau belajar dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan kehidupan yang dilaluinya, kumpulan orang-orang yang senantiasa belajar dari semua orang yang ditemuinya, belajar dari setiap kejadian yang berlangsung di muka bumi, setiap jam, menit dan detik.
Tak belajar berarti sombong, tak belajar juga berarti bodoh, pada masanya orang-orang yang tak pernah belajar merekalah orang-orang kalah.
Jika Anda termasuk para pemelajar, mari bergabung di komunitas ini. Dan jadikan komunitas ini sebagai salah satu sekolah kita.
Terima kasih
AhliKeuangan-Indonesia
http://groups.yahoo.com/group/AhliKeuangan-Indonesia/
Selamat Datang di Milis Financier atau Ahli Keuangan di Indonesia or overseas.
Milis ini terbuka untuk profesi akuntansi, keuangan, perbankan, economics secara umum dan mahasiswa/i sebagai forum.
Selamat Datang di Milis Financier atau Ahli Keuangan di Indonesia or overseas.
Milis ini terbuka untuk profesi akuntansi, keuangan, perbankan, economics secara umum dan mahasiswa/i sebagai forum.
Perspektif Online - Wimar Witoelar
http://perspektif.net/
Welcome to Perspektif Online
We are back on TV in current style, we are on radio, newspapers, magazines, and we are stronger than ever online; sharing extraordinary viewpoints of ordinary people.
Welcome to Perspektif Online
We are back on TV in current style, we are on radio, newspapers, magazines, and we are stronger than ever online; sharing extraordinary viewpoints of ordinary people.
Tuesday, November 21, 2006
Suara Belakangan
http://wzapsheque.blogspot.com/
Suara yang muncul belakangan. Dari orang terbelakang. Berbunyi membelakangi nalar. Yang tak pernah didengar. Samar-samar. Lamat-lamat. Lama-lama hilang...ilang...lang...ang...ng...
Suara yang muncul belakangan. Dari orang terbelakang. Berbunyi membelakangi nalar. Yang tak pernah didengar. Samar-samar. Lamat-lamat. Lama-lama hilang...ilang...lang...ang...ng...
Subscribe to:
Posts (Atom)