Showing posts with label lagimellow. Show all posts
Showing posts with label lagimellow. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

Contigo Aprendi - With You I've Learned

Suka musiknya. Suka liriknya. Sengaja ditulis ulang dan dibagi di sini. Terima kasih, sudah bersedia belajar mencinta, belajar menjalani hidup.. ^ ^
Contigo aprendi
With you I’ve learned
Que existen nuevas y mejores emociones
That there are new and better emotions (feelings)
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A conocer un mundo lleno de ilusiones
To know a world full of dreams
Aprendí
I’ve learned
Que la semana tiene más de siete días
That the week has more than seven days
A hacer mayores mis contadas alegrías
To make my joys even greater
Y a ser dichoso yo contigo lo aprendí
And to be happy I’ve learned it with you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Copyright:
Writer(s): Armando Manzanero Canche
Copyright: Editorial Mexicana De Musica Int. S.A. (Emmi)
Lyrics taken from http://lyricstranslate.com

watch on youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=0fvRyh6NFxg 

Sunday, April 28, 2013

Matamu..



Di beberapa tempat, katabenda seperti dagadu matamu ini dijadikan kata makian. 
Tapi di beberapa tempat lain, katabenda begini betul2 hanya menunjukkan benda berupa mata milikmu atau your eyes.

Mata seseorang itu istimewa.
Beneran..

Pernah lihat orang jatuh cinta ? Matanya akan memancarkan binar2 yang gimanaaa gituh saat ia memandang orang yang ia cintai/sayangi. Begitu juga kalo seseorang benci atau senang. Si mata ini umumnya selalu memancarkan hati si empunya mata. Bahkan seseorang berbohong atau tidak pun bisa dilihat dari mata seseorang itu.

Saya sendiri, kadang menilai seseorang "cantik" hanya dari matanya.  [ note: bukan bentuk dan atau warna matanya ya?
Apalagi kalo si empunya mata memandang kita dengan ekspresi gimanaaa gitu.. rasanya emang selangit. 

Itu baru liat mata doang, loh
Ngobrol juga belon, loh..


Makanya wajar seseorang seperti Tatsuro Yamashita ( dan tentunya juga sayah ) suka menulis kerinduan pada seseorang, yang dirindui itu tatapan matanya yang gimanaaa gitu tadi itu :D

Kayak gini loh
http://youtu.be/9gVVchhXLns

Kalo bole jujur sik,  sebenere ada yang versi lebih bagus.. betul2 ngasi liat beberapa mata yang kebetulan sedang gimanaaa gituh < ini kok mulai jadi bahasa smurf nih kata "gimanaaa" ini > cuma, karena ada foto yang --mungkin-- menurut ukuran orang kita biasa dianggap ngga senonoh, ngga saya share di sini.
Padahal asli ada mata (mata doang, wajahnya ngga diliatin ) yang betul2 cakep di situ.


it's morning
and as I wake
I see your eyes
they are my reason
they are my answer now
because I love you
the one who makes my dream come true ^ ^


::sumber: status facebook diri sendiri, 26 Maret 2013 [diolah]

Sunday, April 21, 2013

Tentang Kesalahan

foto dari cover buku ( free e pub)
I Forgive You: Why You Should Always Forgive http://www.smashwords.com/books/view/13176
PERNAH NONTON dong film Spiderman ?Tau dong episode Sandman ?

Yang menyenangkan dari film Spiderman (entah itu karena Marvel Comics-nya yang punya ciri khas tokohnya adalah "spiderman juga manusia" "manusia biasa penuh problematika" atau gegara aksi pembuat filmnya), ternyata ada banyak sisi yang bisa dilihat dalam sebuah kejadian. termasuk dalam peristiwa pembunuhan Ben Parker, konflik antara Mary-Jane dan Peter, dan lain-lain.

Dalam kasus Ben Parker, penembakan yang menewaskannya itu terjadi tidak disengaja. Pelakunya betul2 berada dalam keadaan yang "sangat membutuhkan", akan tetapi lingkungannya tidak peduli. 
Terpojok.. 
Dan setelah apa yang terjadi, si pelaku (yang kemudian bermutasi menjadi Sandman) menyesalinya setiap malam.

Saya yakin setiap kita pernah membuat kesalahan dalam hidup, baik sadar maupun tidak. Kesalahan itu sendiri mungkin sudah sesuatu; tetapi rasa bersalahnya itu sendiri adalah sesuatu yang lain.

Saya sendiri pernah juga melakukan kesalahan. Saat itu terjadi, saya tidak menyadari kesalahan itu. Dalam kasus saya, tepatnya: saya terlalu egois untuk sadar bahwa itu adalah kesalahan. Tetapi ketika tahu, nyatanya saya jadi kepikiran setiap saat setiap waktu..  dan belum terhenti sampai akhirnya bisa minta maaf secara langsung --dengan penuh perjuangan ituh, karena xiaolongnv  orangnya juga sudah 16 11 tahun menghilang dan ngga mudah nyarinya-- 

...Dan karena saya alami sendiri, saya tahu beratnya minta maaf itu. Seperti itu juga saya paham beratnya memaafkan. Dan saya salut pada mereka yang melakukan itu dengan mudah, tetapi tetap serius ( bukan cuma sekedar maaf di mulut ).
Karena itulah,  ketika Peter Parker berkata "I forgive you" pada Sandman setelah tahu apa yang terjadi --dan tentunya karena saya punya penyakit kegeeran tingkat tinggi hingga selalu mengambil kesamaan dengan apa yang pernah saya alami sendiri--  entah kenapa, saya kok jadi ikut-ikutan merasa lega.

Mungkin pada dasarnya manusia memang ingin merasa "diterima". tidak dianggap berbeda. Sukur2 bisa disayangi --natapi kalo bagian terakhir ini, tentunyah ada klausul: syarat dan ketentuan berlaku :p




catatan: 
1. Tulisan ini sebenernya editan ulang dari status FB ane tanggal 14 Januari 2013, abis nonton film Spiderman untuk kesekian kalinya di layar kaca
2. Ya, tulisan ini ada hubungannya, tetapi tidak terbatas, denganmu.. sebelum kamu nuduh aku akui duluan :p

Wednesday, February 6, 2013

Sekali Lagi: Cinta Putih


Memperhatikan dirimu yang tertidur tenang di sisi putri kita yang paling kecil..
Mengingat kesabaranmu, keikhlasanmu,  dengan segala izin dan kepercayaan yang aku sendiri tak pernah menyangkanya akan keluar darimu..
Maka apakah ada yang dapat kutawarkan lagi bagimu selain menjaga kebahagiaanmu ?
Tapi sepertinya itu pun aku kurang berhasil, ya ? Mohon maafkan aku :(
seberang terminal bulus  06.02.13

Mari kita jaga sebentuk cinta putih yang telah terbina
Sepenuhnya terjalin pengertian antara engkau dan aku
Masihlah panjang jalan hidup mesti ditempuh
S’moga tak lekang oleh waktu
Cukup bagiku hadirmu
Membawa cinta selalu
Lewat warna sikap kasihku
Kau ungkap tlah terjawab
Jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia
Sepenuhnya t’rimalah apa adanya dua beda menyatu
Saling mengisi tanpa pernah mengekang diri
Jadikan percaya yang utama

Tuesday, January 8, 2013

NostalGila Sejarah Kita..


KEMARIN, 6 Januari 2013,   saya blusukan terencana  di rute jaman kuliah ( bulus - bintaro/bsd ).  Biasa jadi umumers dadakan jadi bikers, masalah2 klasik kayak ban kempes langsung dialami hahaha.. Untungnya karena sengaja lewat jalur Gintung, pompa ban berceceran #eh bertebaran #eh, ada di banyak tempat sepanjang jalan

Saat mampir di pompa ban, nggak sengaja lihat metromini ke Blok M (kan ya..?).  Duduk di paling depan ada sepasang remaja teenager akhir tapi belum sampe dua puluhan sedang asyik bicara sambil beradu pandang. Meski metro itu sempat nyeruduk motor di depannya sampe beradu mulut, sepasang muda-mudi itu tampak tidak peduli dan tetap saling pandang penuh arti..
Iyalah, dunia saat itu kan sedang milik mereka berdua.. yang laen kan cuma numpang :p (red.)

Mendadak ingatan mundur ke 20-sekian  tahun yang lalu.
- seriusan loh, 20 ? lama banget yak ? wkwkwk.  (red.)
+ ente mau ngejek ane tuwir, gitu ?
- kagaak.. itu ente yang bilang. ane diem deh. (red.)

Saat itu ada seorang remaja kelas 1 di SMA khusus cowok semua (baru naik kelas 2) memberanikan diri mengajak seorang siswi kelas 3  SMP (baru keterima di SMA yang berbeda dengan si cowok)  janjian "beli buku" ke sebuah toko buku besar di kawasan Blok M. 
Setelah melalui proses perizinan dan tanya jawab dengan orangtua si siswi (dan diizinkan), maka mereka berdua berjalan kaki sedikit lalu naik metro mini ke tempat tujuan.

Seperti yang sudah bisa ditebak dalam jalan cerita yang seperti ini,  "beli buku"-nya sendiri cuma makan waktu 15 menit.  Setelah itu mereka makan ke sebuah warung ngamrik yang cukup legendaris murah dan (mayan) enaknya, beberapa ruko di sebelah toko buku itu. Keduanya saling berebut membayar makanan pasangannya, tapi akhirnya yang terjadi mereka bayar sendiri-sendiri makanan yang mereka beli. Untuk ukuran jaman segitu, sebenernya sih aneh. Tapi mereka berdua merasa itu jalan tengah terbaik.. 
- udah.. udah.. ngga pentinglah dibahas ah (red.)

Yang dibeli cuma makanan sederhana (untuk ukuran warung itu). Itu pun ngga abis karena yang ada cuma liat2an.  
Ngobrol, enggak..  makan, juga enggak.. liat2an doang. Dodol kan ? 

Ngomong sih, dikit. 
Tapi sepertinya cuma statement, lalu minta konfirmasi.  Misalnya: yang cewek nanya: "enak ya? punya kamu gimana ?",  atau yang cowok nanya: "jadi gimana sekolah di situ? seneng gak ?"  
Apaa, coba ? Itu cewek kan baru juga keterima SMA. Sekolahnya masuk aja belon, udah ditanya perasaannya sekolah di situ gimana..
- hadeuh..! (red.)

Lalu pulang. Jalan kaki ke terminal, mereka berdua mencoba bergandengan tangan tapi setiap mendekat lalu ngga jadi.  
- cieee.. (red.)

Di metro mini pulang, pembicaraan justru mulai lancar. 
Agak aneh sebenere kalo dipikir-pikir, soalnya mereka sebetulnya udah kenal lama.. 
Tapi intinya dunia udah seperti milik mereka sampe-sampe tempat berhentinya terlewat 100-200 meter baru sadar.

Yah demikianlah sodara sodari.. kalo orang jatuh cinta.
Terlepas dari soal apakah Anda setuju pacaran atau tidak, begitulah adanya.. jangan lihat jalannya, lihat "salting" dan "error"-nya hehe.. Lihat juga soal "dunia milik berdua"-nya.. urusan lain ngga penting, orang laen cuma numpang hehehe..
Padahal --yang mereka tidak tahu-- seluruh mata penumpang bus kan menghadap ke depan, alias bisa melihat apa apa yang mereka lakukan :p

Kembali ke masa kini.

Saya belum lama ini bertemu dengan teman lama yang dengannya saya punya memori yang kurang lebih sama.
- loh, contoh tadi itu bukan elo ya bro ? (red.)
+ *melotot tajam!*
- * krik.. krik..   #- -) *

Mau tidak mau, yang namanya habis bertemu, pasti sempat bicara masa lalu.
Normal ?
Saya bilang sih normal.
- yaiyalah elo ngomong gini, elo yang ngelakonin.. pembelaan diri :p  (red.)

Bukan ini bukan pembelaan diri.
- oke, ngga membela diri. kalau begitu macam mana yang ngga normal ? (red.)

Yang tidak normal itu kalau memori itu lalu diingat-ingat,  apalagi dijadikan benchmark dengan hidup kita hari ini.
Juga tidak normal apabila berharap masa lalu itu akan tetap terjadi pada hari ini.

Saya pikir masa lalu adalah pelajaran berharga bagi kehidupan hari ini.

Saya juga berpikir semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memulai lagi. Yang saya maksud di sini tentu bukan memulai hubungan lama, tapi memulai lagi hubungan yang baru berdasarkan konteks kekinian.

Saya ngga bilang lupakan semua masa lalu
Tapi hiduplah dalam kekinian.
Biarlah nostalgia tetap berada dalam albumnya..
Kita, yang diperkaya dengan pengalaman pahit dan atau manis nostalgia itu, baiknya belajar dari sana untuk hidup di masa sekarang.. tidak tetap ada di masa lalu.

Bukan begitu ?

-  *melongo*
+ 'napa lu ?
-  benchmark apaan sik ?
+  *keluh* 

Ya sudahlah.. kembali ke topik yang ringan2: kenangan..

- oom ?
+ pa'an, sik ?
- kalo cinta trus lupa sama sekeliling gitu ya oom ?
+ iya
- katanya semua makhluk cinta sama Tuhan ya oom
+ harusnya gitu.. kenapa nanya begitu ?
- kok oom kalo sembahyang kayak keburu2 terus sik, kayak inget kerjaan belon kelar.. katanya cinta sama Tuhan, tapi kok.. ?
+ #jleb

Ya ya baiklah kalo begitu..
Topik ini kita sudahi saja

Terima kasih atas perhatian sodara sodari semua..

*pergi ambil wudlu*


jakarta, 7 januari 2013

PS:
- omong2, kalo kalian yang sempat pacaran, jaman dulu gimana?
+ udah deh, jangan mancing2 dibahas lagi deh..
- ...

Wednesday, December 5, 2012

Tentang Hidupku


Ya Allah,

Sedangkan aku tidak tahu kapan expired-date hidupku
Namun aku....

Ya Allah, ampuni aku

Tuesday, September 23, 2008

Tentang Seorang Baik Yang Telah Tiada..

Kalau Allah sudah menghendaki, maka ia tinggal bersabda Kun Fayakuun.. Maka Jadilah..

Dulu, tahun 2000, kami adalah enam sahabat yang sama-sama tugas di pelosok Indonesia Timur. Setelah kembali ke Jakarta, posisi yang dua menjauh, dan tergantikan oleh tiga orang lain. Sehingga kini menjadi tujuh sahabat. diluar jam kuliah atau jam kerja, kalau ada yang satu, yang lain ada pula.

Saat itu, dari bertujuh ini, yang empat sepakat bikin usaha sedang yang tiga bekerja di sebuah KAP/Konsultan. Yang tiga, meski ngga bisa bergabung dengan kami yang empat, punya komitmen untuk turut membantu usaha kami yang empat. Intinya, bertujuh ini sepakat untuk keluar dari PNS. Kalau istilah sahabat-sahabat dunia kang-ouw, kami bertujuh tidak minta lahir bersama, tetapi bersedia mati pada hari yang sama (taelah.. gaya lu Ri..)

Back to Laptop.

Salah satu kawan kami yang kerja di KAP, mendadak meninggal dunia. Dalam usia yang masih sangat muda 27 tahun. Meninggalkan seorang istri dan seorang bayi berusia 9 bulan.
Kami semua berkabung dan ada juga yang sedikit kecewa karena ia mendahului kami.

Saya ? cuma bisa pasrah bilang "elo emang good guy, Prend.." ini sebab saat dia married tahun lalu, satu angkatan kami hadir, dan subuh itu satu angkatan hadir juga; termasuk hadir diantaranya adalah cukup banyak angkatan kami yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang akuntan. Terharu sekali melihat kawan2 ini mau datang sejak jam 3 pagi, begitu banyaknya kawan2 yang datang sampai2 warga setempat sempat salah sangka.. 
Saya hitung jumlah yang shalat shubuh dan shalat jenazah, lebih dari 8 shaf.. dan saya yakin jumlah orang ke sampingnya lebih dari 15 orang..
(akankah bila tiba giliran saya, kawan2 saya kelak akan berdatangan seperti itu? -aih inginnya jadi good guy-)

Teman A ? saking sedihnya ia hanya bisa bilang "Elu gila lu, lu kan janji mau mampir liat-liat ke kantor baru. Gua tagih janji elu sekarang !!" seolah lupa kawan kami ini sudah meninggal.

Teman B ? ia justru menyesali nasib kawan ini yang menurut dia malang.."Prend, anak elu masih kecil Prend.. Gila lu milih ngga bertahan.."
dll dst..

Semua ini dialog di samping ambulans yang akan membawa jenazah almarhum ke kota kelahirannya. Iya, saya tahu ada beberapa kesalahan logika dalam kalimat2 kami. Tapi itulah yang terjadi saat itu. Kesedihan membuat kami seolah buta mata buta hati.. waktu itu..

Malamnya, kecapekan, bakda isya entah mengapa saya tertidur. Saya bermimpi ada di sebuah taman yang luar biasa indah. Betul2 indah pemandangannya. Bahkan iklan Salem High-Country yang tayang di TV3 Malaysia saat itu kalah jauh dengan ini. Ini aneh, saya ngga pernah bermimpi sefeminin ini. Tapi saya ikuti jalan setapak itu..
Tiba2 saya dengar suara memanggil. Saya ikuti suara itu sampai ketemu sebuah ayunan dimana kawan saya almarhum sedang bermain-main dan tersenyum.
"Elu juga kudu jadi good-guy juga dong Ri, biar elu bisa ada di tempat yang kayak gini. Elo liat deh, semua ada di sini.. "
dst dst.. ngga perlu saya ceritakan apa saja yang ada di sana..
Tapi pertanyaan berikutnya sungguh menusuk. Ia berhenti dan menunjuk, "Masalahnya, elu udah jadi good-guy belum Ri ?"
Seiring habisnya pertanyaan itu, berkelebatan segala kejadian yang saya alami dan atau lakukan muncul seolah ada layar LCD di depan mata. Melihat itu, saya hanya bisa merinding dan menangis. Ternyata saya belum pantas jadi good-guy. Jadi saya mohon ampun pada-Nya saat itu dan minta tolong jadi good-guy. Tapi saya mendadak sudah terbangun seiring adzan shubuh.

Esok paginya, saya ceritakan mimpi itu ke Kawan A yang satu kos dengan saya. Ia hanya tertawa saja. "Elu terlalu sedih Prend, kita semuanya.." begitu katanya
Mendadak, pukul 10 pagi itu kami harus pergi bertemu calon klien potensial. Maka kami, saya, kawan A, dan kawan B pergi meninggalkan pos tanpa penjagaan, hanya seorang penjaga wartel (yang sekaligus resepsionis kami) saja yang ada.
Pulang dua jam kemudian, si penjaga wartel ini menyampaikan bahwa tadi ada teman yang berkunjung. Ingin melihat kantor, katanya. Karena ia sangat meyakinkan sebagai teman kami, maka si penjaga mempersilakan kawan ini melihat-lihat. Ketika ditanya apa mau menunggu kami pulang, si tamu ini menjawab, maaf tidak bisa, saya mau pergi jauh.
Pada titik itu, kami mulai menduga-duga..  apalagi kawan2 sudah mendengar cerita saya sebelumnya.
Kebetulan saya memiliki beberapa foto lama, tapi foto ramai2, tidak ada yang close-up.
Kami minta ia menunjuk yang mana yang datang, kalau ada di foto ini. Dengan yakin, ia menunjuk wajah almarhum.
Tiga foto yang berbeda dan ia tiga kali menunjuk dengan benar. Padahal si penjaga ini belum pernah betemu sebelumnya.

Malam itu juga kami berkumpul di rumah kawan B dan mendoakan almarhum. Kami menduga2 ada apa ya ? Baru setelah beberapa lama, kami mengambil kesimpulan bahwa entah almarhum betulan entah jin baik yang menyamar sebagai almarhum, yang jelas ia menjawab semua komentar kami pagi itu

Belum ada semenit kami menyimpulkan itu, HP Kawan B berbunyi tanpa ada caller ID. Kawan B sudah menduga bahwa ini pasti ada kaitannya maka ia merekam pembicaraan itu (secara waktu itu belon ada HP pake loudspeaker gitu loh)
Dan kami yakin sekali bahwa itu mirip sekali dengan almarhum dan ia menyapa, "Halo Broer. Gimana kabarnya ? Anak elu baik-baik aja kan ? Jangan lupa elu jaga kesehatan, ya.."
Kawan kami B ini sudah tidak bisa ngomong lagi. Hanya bisa bilang iya iya dengan terbata-bata..

Saat kami mendengarkan rekamannya, kawan D --belum saya ceritakan sebelumnya tadi-- yang paling dekat dengan almarhum langsung merebut telepon dan menelepon balik. Dua kali ia telepon caller ID yang tidak nampak itu (tapi ada jejaknya sih) tertuju pada dua nomor yang berbeda, yang pertama sebuah gudang di Jakarta Utara, dan yang kedua sebuah kantor di Jakarta Barat yang sedang lembur. Dan semuanya adalah klien kawan kami ini

Saya tidak tahu apakah ini yang disebut keajaiban Tuhan.
Saya tidak berani memastikan ini betul almarhum atau hanya Jin yang memirip2kan almarhum
Yang jelas, pesan yang ditinggalkan baik. Ia mengucapkan selamat tinggal dengan membalas semua perkataan kami kawan2 dekatnya di ambulans.

Selamat jalan, kawan
Gw kangen sama elo, Prend.. Ngga ada yang ngomelin gw lagi kalo gw males shalat di awal2 waktu..
Gw masih berusaha jadi good-guy Prend. But believe me it's soo hard.. Sebab good guy versi elo itu ngga cukup jadi orang baek, tapi juga jadi orang bener. Nah gw ini baek aja belon beres, apalagi benernyee..?!
Wish you still happy on "the garden" there and may God bless you forever, here on earth and there.. and  later..

BR, ari.ams
In memoriam of our friend AA, Aug 1973 - July 2000

Friday, April 25, 2008

Robbie Williams - My Way




video taken from http://www.youtube.com/watch?v=Q5uKa1bDtsk
lyrics taken from http://www.lyrics007.com/Frank%20Sinatra%20Lyrics/My%20Way%20Lyrics.html

And now, the end is near,
And so I face the final curtain.
My friends, I'll say it clear;
I'll state my case of which I'm certain.

I've lived a life that's full -
I've travelled each and every highway.
And more, much more than this,
I did it my way.

Regrets? I've had a few,
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

I planned each charted course -
Each careful step along the byway,
And more, much more than this,
I did it my way.

Yes, there were times, I'm sure you knew,
When I bit off more than I could chew,
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall
And did it my way.

I've loved, I've laughed and cried,
I've had my fill - my share of losing.
But now, as tears subside,
I find it all so amusing.

To think I did all that,
And may I say, not in a shy way -
Oh no. Oh no, not me.
I did it my way.

For what is a man? What has he got?
If not himself - Then he has naught.
To say the things he truly feels
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows
And did it my way.

Yes, it was my way.

Saturday, March 22, 2008

Luis Miguel--historia de un amor




Historia de un Amor (Spanish for "a love story") is a Spanish song about a man's old love written by Panamanian songwriter Carlos Eleta Almaran. It was written after the death of his brother's wife. It is also in the soundtrack of a 1956 Mexican movie of the same name. The song tells of a man's suffering after his love has disappeared. It may be interpreted that love is a story for a woman but it's just an episode for a man. It was sung or played by many artists like Julio Iglesias, Nana Mouskouri, Perez Prado, Laura Fygi, Iva Zanicchi, Eydie Gormé & Trio Los Panchos, Pedro Infante, Dalida, Ana Gabriel, Luis Miguel - among others. The Russian version is known as "Pervaya vstrecha".
details taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Historia_de_un_Amor

the original arrangements & lyrics

Fm7 133141
F#dim 235352
G 355433
Cm 335543
Bb 113331
Ab 466533
Eb 668886

Intro

[ x x x x ] Fm7 ] G ] Cm ] Cm ] Bb ] Ab ] G ]

Fm7 G
Ya no estas mas a mi lado, corazon
Cm
En el alma solo tengo soledad
Bb
Y si ya no puedo verte
Ab
Porque Dios me hizo quererte
G
Para hacerme sufrir ma's.
Fm7 G
Siempre fuiste la razon de mi existir
Cm
Adorarte para mi fue religion
Bb
Y en tus besos yo encontraba
Ab
El calor que me brindaba
G Cm
El amor, y la pasion.

Fm7
Es la historia de un amor
G
Como no hay otro igual
Cm
Que me hizo comprender
Todo el bien, todo el mal.
Fm7 Bb
Que le dio luz a mi vida
Eb Cm
Apagandola despues
Fm7 F#dim
Ay que vida tan obscura
G
Sin tu amor no vivire.
Ab G
es la historia d'un amor

[ Solo ]

[ x x x x ] Fm7 ] G ] Cm ] Cm ] Bb ] Ab / G ] Cm ]

Fm7
Es la historia de un amor
G
Como no hay otro igual
Cm
Que me hizo comprender
Todo el bien, todo el mal.
Fm7 Bb
Que le dio luz a mi vida
Eb Cm
Apagandola despues
Fm7 F#dim
Ay que vida tan obscura
G
Sin tu amor no vivire.
Ab G
es la historia d'un amor

And this is the meaning:

You're no longer by my side, my love
And in my soul I have only loneliness
If I can no longer see you
Why did God make me love you?
To make me suffer more?
You were the reason for my existence.
Adoring you, for me, was religion.
In your kisses I've found
The warmth that gave me
The love and the passion.
That's the story of a love.
Which has no equal
That made me understand
All the goods, all the bads
That gave light to my life
Then turned it off.
Oh what a dark life!
Without your love I will not live!
That's the story of a love.

and this is the video of Luis Miguel
taken from http://www.youtube.com/watch?v=Gsd9PBbg_TQ&feature=related