Showing posts with label #gabisatidur. Show all posts
Showing posts with label #gabisatidur. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

Si Bleki



PAK HARTAWAN tidak menyukai Si Bleki.
Wolf & Full Moon - Free Pic from internet
Bleki adalah seekor anjing. Anjing Pemburu. Begitu hebat dan gagahnya, serta begitu buasnya ia terhadap haSil buruannya bagaikan seekor serigala, sehingga ia dijuluki Serigala Pemburu. Itulah Si Bleki, anjing pemburu andalan Pak Hartawan bila pergi berburu.
Ah, Bleki..! Badannya yang besar dan warna bulunya yang hitam mulus menambah pesona kegagahan anjing pemburu itu, Bulatan putih di atas kelopak matanya, menambah pesona kecantikan tersendiri, mengiringi kesan buas yang ada.
Telah cukup lama Bleki tinggal di rumah Pak Hartawan. Sebetulnya, Bleki telah tinggal di rumah itu sejak hari pernikahan Pak Hartawan dengan Bu Hartawan. Benar, Bleki memang milik Bu Hartawan.  Bu Hartawan sangat menyayangi Si Bleki.
Sayangnyaa.. Pak Hartawan, sebaliknya, sangat tidak menyukai Si Bleki.
Bleki telah dipelihara Bu Hartawan sejak masa gadisnya. Saat menikah, Bu Hartawan memutuskan untuk tetap memelihara Si Bleki.
“Untuk menjaga keamanan,” begitu kata Bu Hartawan setiap kali ditanyai tentang ini.
Tetap saja, Pak Hartawan tidak menyukai Si Bleki,

Selain saat berburu, Bleki ternyata seekor anjing penjaga yang sangat baik. Setiap orang yang ia curigai mengganggu stabilitas rumah tangga dab segala iSi rumah Bapak dan Ibu Hartawan akan ia jaga.  Bisa-bisa diikutinya terus orang itu, ke mana pun ia pergi. Salah satu orang uang selalu diawaSinya adalah Pak Hartawan sendiri. Itu, salah satu sebab Pak Hartawan tidak menyukai Bleki.
Sebab ketidaksukaan Pak Hartawan lainnya ialah sebab Bu Hartawan seolah sangat terikat dengan Bleki. Apa-apa Bleki.. ! Apa-apa selalu Bleki.. ! Selalu Bleki, Bleki, dan Bleki ! Biaya harian Bleki sampai-sampai nyaris melampaui biaya sehari-hari Bapak dan Ibu Hartawan. Perhatian Bu Hartawan terhadap Bleki juga nyaris melebihi perhatian Bu Hartawan kepada Pak Hartawan.
Pak Hartawan tidak suka Bleki. Itu sudah jelas.
Dan Bleki sendiri pun agaknya juga tidak suka pada Pak Hartawan.
Keduanya menyadari bahwa keduanya tidak saling menyukai.
Sudah jelas Pak Haryawan tidak tahan dengan kehadiran Bleki. Bahkan ia, dijaga oleh Bleki di rumahnya sendiri.
Apa-apaan ini !? Begitu selalu pikirnya. Tetapi tak berani juga diungkapkannya pikirannya itu pada Bu Hartawan.. sebab setiap ada pembicaraan menyangkut Bleki, reaksi Bu Hartawan bisa menjadi sangat menyeramkan seperti induk serigala menjaga anaknya.

SUATU HARI, dirancangnya sebuah rencana untuk menyingkirkan Bleki. Malam-malam, dipancingnya Bleki ke garasi. Sesuai perkiraan Pak Hartawan. Bleki akan mengikuti setiap gerak-geriknya.
Berhasil ! Pak Hartawan berhasil menjebak Bleki masuk ke dalam bagasi Porsche-nya.
Segera dilarikannya sedan mewah itu ke hutan di pinggur kota. Dengan sekali sentakan tuas di dashboard-nya kap bagasi membuka dan Bleki segera melompat keluar..
Hehehe.. Pak Haryawan tersenyum puas melihat Bleki hanya bisa berdiri mematung mengawasi Porsche Pak Hartawan berputar melaju pulang. Sepanjang perjalanan pulang, tertawalah Pak Hartawan melampiaskan segala kegeramannya selama ini. Tertawa ia karena girangnya lepas dari Bleki.
Pak Hartawan masih tersenyum sangat lebar saat mobilnya itu sampai rumah. Diparkirnya Porsche itu di garasi dengan riang bersiul-siul. Bernyanyi kecil, Pak Hartawan melangkah dengan riang mengikuti irama memasuki rumahnya.
Tersenyum lebar, Pak Hartawan menghampiri istrinya yang tengah bersantai membaca surat kabar di ruang keluarga.  
Tetapi..
Sirnalah senyum itu seketika, ketika Pak Hartawan menyadari istrinya membaca surat kabar sambil membelai kepala seekor anjing..
Coba tebak.. Siapa lagi, kalau bukan Bleki !?
..dan mata serta mulut Bleki berayun, menggeh-menggeh seiring dengusan napasnya, bagai tengah mengejek Pak Hartawan yang gagal menyingkirkannya.
Pak Hartawan tak tahan lagi.
Berlari kecil ia ke kamar mandi..  mengunci diri, diam menenangkan diri.

SEMAKIN LAMA, Pak Hartawan semakin ingin melenyapkan Bleki.
Kali ini, Pak Hartawan sungguh-sungguh dan sungguh ingin melenyapkan Bleki.
Sudah beberapa hari ini, Pak Hartawan Sibuk mencari-cari orang upahan. Orang-orang terbaik di bidangnya: Pembunuh profesional !
Dijanjikannya upah yang sangat tinggi bila Sang Profesional dan kawanannya mampu menyingkirkan Bleki lenyap dari muka bumi.
Sang Profesional itu mengangkat alis dan terkekeh pelan saat mengetahui sasaran mereka, Bleki, hanyalah seekor anjing.
Pak Hartawan mengernyitkan kening. Dari pengalamannya kemarin, ia tahu menyingkirkan Bleki bukanlah pekerjaan main-main. Itulah sebabnya Pak Hartawan dengan sangat serius memperingatkan para profesional itu untuk tidak main-main.
Ya ! Sang Profesional itu kini tidak main-main !

Malamnya, sengaja pintu pagar pekarangan tidak dikunci Pak Hartawan. Seperti telah diduga, Bleki mengetahui ada pintu yang berada dalam keadaan tak terkunci. Tentu saja, Bleki segera berjaga-jaga di halaman, menjaga setiap kemungkinan.
Tapi, manalah sanggup kelihaian Sang Profesional ia lawan ?! Sebuah peluru bius yang ditembakkan dari jarak jauh dengan senapan berperedam berhasil melumpuhkan Bleki.
Segera saja, tubuh Bleki telah berada dalam karung.
Sementara karung berisi Bleki dipindahkan oleh kawanan pembunuh itu, Sang Profesional mengetuk pintu rumah Pak Hartawan bak tetamu yang hendak berjumpa.
Pak Hartawan keluar. Dari senyum Sang Profesional, tahulah ia bahwa Bleki sudah berhasil dilumpuhkan. Maka berpamitanlah Pak Hartawan kepada istrinya seolah ada keperluan bersama kawan. Tak mau pula Pak Hartawan kehilangan saat saat menegangkan menyaksikan Bleki lenyap dari pandangan.
Beriringan, mobil Pak Hartawan dan mobil Sang Profesional berikut kawanannya menuju pelabuhan.  Di pelabuhan, telah menunggu rekan Sang Profesional lainnya dengan beban pemberat. Segera saja Sang Profesional membuang karung beriSi Bleki yang telah dibebani pemberat. Pemberat yang pastinya cukup berat untuk memastikan karung berisi Bleki itu tenggelam sampai ke dasar laut. Ya, Sang Profesional melemparkan karung itu ke air yang dalam di tengah keheningan malam dermaga.
Sekian menit berlalu dan tidak ada tanda kehidupan, Pak Hartawan segera menyerahkan uang pada Sang Profesional sesuai perjanjian. Lalu pulanglah Pak Hartawan dengan riang.

Sampai di gerbang depan, terkejutlah Pak Hartawan melihat ada mobil polisi dan ambulans. Segera saja ia berlari mendekat untuk segera mengetahui apa yang terjadi.
Setibanya di dalam, segera saja ia dipeluk oleh Sang Istri. Diceritakan oleh Sang Istri apa yang telah terjadi. Bahwa ada penjahat yang merampok uang di rumah, tetapi untunglah ada perlawanan dari Si Bleki sehingga penjahat itu tersudut dan mati tenggelam di kolam renang.
Bleki !?
Pak Hartawan terkejut.
Alarm di kepalanya berbunyi.
Firasat buruk segera muncul di lubuk hati.
Segeralah Pak Hartawan berlari ke lokasi. Firasatnya mencoba mendua apa yang terjadi.. Kebetulan pula mayat Sang Penjahat tengah dievakuasi.
Dan tak lagi terkejut Pak Hartawan melihat wajah Sang Profesional mati..
Dan tak lagi terkejut Pak Hartawan saat disodoran polisi barang bukti. Dikenalinya amplop berisi uang itu sebagai amplop yang tadi diserahkannya kepada Sang Profesional untuk membunuh Bleki..
Ah betul.. di mana Bleki !?
Astagaa ! Bleki tengah bermalas-malasan di  atas kursi kolam renang, mengawasi Pak Hartawan yang geram setengah mati. Ya ! Pak Hartawan kalah lagi satu kali !

MALAM ITU, Pak Hartawan duduk merokok di kursi.
Kesal di hatinya kian menjadi.
Dipandanginya Si Bleki yang juga tengah mengawasi.
Semakin lama, semakin kuatlah rasa benci..
Semakin lama, semakin besar nafsu amarah di hati..
Semakin lama, semakin hilang kendali penguasaan diri..
Pak Hartawan tegak berdiri.
Dilangkahkannya kaki menuju gudang penyimpanan perkakas besi.
Diambilnya dengan penuh nafsu kapak besi.
Segera saja Pak Hartawan berlari mengejar Bleki yang masih tegak berdiam mengawasi.
Sekian gelap mata hati, sepersekian kejap ayunan kapak besi.. Tak sempat mengelak Si Bleki, segeralah ia tersungkur mati.
Ya ! Bleki kini terkapar mati..!
Puas Pak Hartawan memandangi tubuh Si Mati.. kala didengarnya jerit kemarahan dan tak puas hati.. Ya ! Bu Hartawan yang berteriak, memprotes tindakan Sang Suami.
Bu Hartawan tidak melihat ada alasan Pak Hartawan untuk membunuh Si Bleki. Dengan kasar Bu Hartawan menanyakan tindakan suaminya yang dikatakannya sebagai kejam tak terperi.
Gelap mata Pak Hartawan.
Dengan tangan masih menggenggam kapak besi, sepersekian kejap saja, nasib Bu Hartawan segera menyusul Si Bleki.
....
Tertegun sejenak Pak hartawan melihat hasil perbuatan diri.
....
Tapi lalu tertawalah ia  melepas segala emosi yang berkecamuk di dalam hati.
Tertawa ia seorang diri.
Puas tertawa, diseretnya kedua tubuh itu ke halaman belakang. Digalinya semacam lubang di sana.. lalu dikuburkannya kedia tubuh itu di sana.
Terkekeh puas, ia berkata: “Teruntuk istriku, yang lebih mencintai anjing daripada suaminya.. Yang mati dan dikubur bersama anjing kesayangannya..”
Tertawalah Pak Hartawan.
Tertawa..
Tawa pilu ?! Lara ?! Bahagia ?!
Entahlah.. tumpah ruah segala emosi.

MALAM INI, Pak Hartawan duduk merokok di kursi.
Dalam genggamannya, ada kapak besi.
Menit demi menit terus berganti.
Jam demi jam, duduklah Pak Hartawan dalam sepi.
Hanya duduk dan merokok di kursi.
Sedang dalam genggaman tangannya ada kapak besi.
Hanya duduk menanti.
Menanti pembalasan dari Si Bleki.
....

MALAM ITU JUGA, sudah berdiri di luar jendela, dua sosok tubuh memperhatikan Pak Hartawan duduk di kursi.
Seorang perempuan dan seekor anjing.
Yang perempuan membelai-belai Si Anjing. Si Anjing terus memperhatikan yang duduk di kursi..
Si Perempuan, dengan lembut berkata pada Si Anjing, “Kasihan sekali Suamiku. Dia tidak tahu apa yang telah dia nikahi..”
Si Anjin mendengus, seakan membenarkan perkataan Si Perempuan tadi.
Si Perempuan menghela napas panjang seperti menyesalkan perbuatan suaminya. Penuh kelembutan, dipandanginya wajah Sang Suami yang masih saja duduk membisu dalam sepi.
“Dia tidak tahu bahwa kita, kaum Manusia-Serigala tidak semudah itu mati..”
Si Anjing, salah ! Si Serigala mendengus membenarkan perkataan ini.
“Ia sudah melukai kita. Tetapi.. Apakah kita harus juga membalas perlakuan Suamiku tadi ?” Si Perempuan bertanya pada diri sendiri.. Menengok ia pada Sang Serigala bagai hendak minta sepakatnya hati, “Bagaimanapun juga, dia suamiku yang kucintai..”
Si Serigala kali ini diam tak bereaksi.. seakan menyerahkan keputusan pada Sang Istri sendiri.
Si Perempuan, alias Sang Istri, masih terdiam sambil terus saja membelai kepala Si Serigala Bleki.
....

PAK HARTAWAN masih terus duduk di kursi..
Duduk merokok terus seorang diri.
Sedang di genggaman tangannya ada kapak besi.
Terus menanti..
Menanti pembalasan dari Serigala Bleki..
.... 


Kamis 25 Juli 1996 02:46 WITA
Kompleks  III No. 7
Jalan Balaikota Lama II, Home Base, Wua-wua, Kendari 93117

Dulu, tulisan ini dibuat karena mendadak teringat kawan SMA seangkatan, yang meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya:  Aryo “Bancet” Soegiarto (alm). Usia saya 23 tahun saat itu.
Malam sebelumnya, Rabu 24 Juli 1996 23:30 WITA s.d Kamis 25 Juli 1996 01:00 WITA,  tema Happy Landing yang kami bawakan di radio adalah “Bagaimana bila malam ini adalah malam terakhir kita di dunia”

Pada saatnya nanti, kami pun akan menyusulmu pulang, bro..
Sebab mati, adalah masa depan yang paling pasti.

Friday, May 3, 2013

带领我 (Lead Me)


明天的道路 明天的事故 只有祢知道
(Míngtiān de dàolù míngtiān de shìgù zhǐyǒu mí zhīdào)
(The way of tomorrow, the happenings of tomorrow, only YOU will know)

是否有彩虹 是否会下雨 只有祢知晓
(Shìfǒu yǒu cǎihóng shìfǒu huì xià yǔ zhǐyǒu mí zhīxiǎo)
(Whether there will be rainbow or whether there will be rain only YOU will know)

我的心要完全相信 我的灵要求告祢
(Wǒ de xīn yào wánquán xiāngxìn wǒ de líng yāoqiú gào mí)
(I will believe wholeheartedly, my spirit will pray to YOU)

带领我 保护我 我的心唱赞美祢的歌
(Dàilǐng wǒ bǎohù wǒ wǒ de xīn chàng zàn měimí de gē)
(Lead me, protect me, my heart sings to YOU a song of praise)

带领我 保护我 我的灵唱敬拜祢的诗
(Dàilǐng wǒ bǎohù wǒ wǒ de líng chàng jìng bài mí de shī)
(Lead me, protect me, my spirit sings to YOU poems of worship)
 ---

the song can be seen on 
--- 

actually 带领我 is a mandarin christian-worship-song.  
but I really love the lyrics and  I  think the lyrics do not conflict with my beliefs....
and because I know exactly I am nothing without GOD. for me, this song really reminds me that GOD is Great. ALLAH Akbar 

Sunday, April 28, 2013

Matamu..



Di beberapa tempat, katabenda seperti dagadu matamu ini dijadikan kata makian. 
Tapi di beberapa tempat lain, katabenda begini betul2 hanya menunjukkan benda berupa mata milikmu atau your eyes.

Mata seseorang itu istimewa.
Beneran..

Pernah lihat orang jatuh cinta ? Matanya akan memancarkan binar2 yang gimanaaa gituh saat ia memandang orang yang ia cintai/sayangi. Begitu juga kalo seseorang benci atau senang. Si mata ini umumnya selalu memancarkan hati si empunya mata. Bahkan seseorang berbohong atau tidak pun bisa dilihat dari mata seseorang itu.

Saya sendiri, kadang menilai seseorang "cantik" hanya dari matanya.  [ note: bukan bentuk dan atau warna matanya ya? ] 
Apalagi kalo si empunya mata memandang kita dengan ekspresi gimanaaa gitu.. rasanya emang selangit. 

Itu baru liat mata doang, loh
Ngobrol juga belon, loh..


Makanya wajar seseorang seperti Tatsuro Yamashita ( dan tentunya juga sayah ) suka menulis kerinduan pada seseorang, yang dirindui itu tatapan matanya yang gimanaaa gitu tadi itu :D

Kayak gini loh
http://youtu.be/9gVVchhXLns

Kalo bole jujur sik,  sebenere ada yang versi lebih bagus.. betul2 ngasi liat beberapa mata yang kebetulan sedang gimanaaa gituh < ini kok mulai jadi bahasa smurf nih kata "gimanaaa" ini > cuma, karena ada foto yang --mungkin-- menurut ukuran orang kita biasa dianggap ngga senonoh, ngga saya share di sini.
Padahal asli ada mata (mata doang, wajahnya ngga diliatin ) yang betul2 cakep di situ.


it's morning
and as I wake
I see your eyes
they are my reason
they are my answer now
because I love you
the one who makes my dream come true ^ ^


::sumber: status facebook diri sendiri, 26 Maret 2013 [diolah]

Tuesday, January 22, 2013

Lost ( in Space ? )


PERNAH MERASA TERSESAT ? Biasanya kalo merasa tersesat seseorang justru malah tidak fokus. Bukannya langsung berhenti sejenak dan pelan2 memastikan arah, seseorang justru mencoba melihat sekeliling mencari petunjuk dalam waktu singkat. Padahal itu adalah waktu yang berbahaya; dalam hal naik kendaraan, itu bisa membahayakan orang lain. 

Tetapi merasa tersesat di jalan, untungnya banyak dibantu dengan papan petunjuk jalan atau minimal nama jalan/tempat yang tertulis di plang nama toko atau lainnya ( ini di daerah, di jakarta jarang sih ). Tetapi bagaimana kalau tersesat dalam hidup? ini agak sulit sebab orang suka ngga tau "papan penunjuk jalan" nya ada di mana dan/atau bahkan yang seperti apa sih bentuknya hehe

Namanya pergi ke suatu tempat, kita perlu tahu cara bagaimana sampai ke sana. Kalau sudah tahu garis besarnya, maka dipikirkan petunjuk atau patokan apa yang ada supaya kita tidak kesasar. Begitu juga hidup. Kata siapa hidup cuma asal dijalani ? Paling bagus kan kita tahu tujuan hidup kita. Dari situ kita coba telaah bagaimana kita meraihnya dan petunjuk dan/atau patokan apa yang perlu kita perhatikan.
Kalau dalam hidup, malah perlu pengetahuan tambahan tentang bentuk dan jenis petunjuknya. Bisa jadi petunjuk itu hadir berupa insting, suara hati, atau kadang2 celetukan orang lain. Kitab Suci ? Oya itu sudah jelas sebagai "panduan mengemudi kehidupan"

Masalahnya, kita tipenya slonong boy "jalan dulu sambil baca petunjuk lah ntar di jalan" atau dengan persiapan "baca dulu petunjuknya baru jalan" ? Hehe.. saya ngga mau bilang salah satu lebih baik. Gaya tiap orang beda-beda, alasan juga beda-beda. Monggo pilih yang terbaik menurut Anda.. cuma efeknya agak beda loh ketika kita merasa tersesat.

Yang paling bagus sih, sebagai jalan tengah pada saat tersesat, berhentilah sejanak memantau petunjuk arah. Cara lain yang paling mudah, bertanya arah pada yang (dianggap) tahu :D

Waktu-waktu begini, biasanya bagus loh untuk mencoba memantau ulang petunjuk petunjuk kehidupan yang ada.
Itu tentunya kalo Anda berhati-hati atau merasa agak tersesat. Kalo Anda yakin dengan arah tujuan Anda sih ya silakan aja bablas hehehe

Salam Rest Area :D

Saturday, December 22, 2012

Tentang Hari Raya

BEBERAPA hari ini linimasa saya, baik di FB maupun twitter, dipenuhi perdebatan sengit tentang boleh tidaknya mengucapkan selamat hari raya kepada pemeluk agama lainnya. Perdebatannya memang sengit, sampe nyengiti.. 
Kalo boleh jujur sih, saya sudah bosan..  Why ? Sebab setiap tahun sebetulnya topik itu diangkat terus dan terus. 
Lho.. Memangnya, ada apa dengan cinta ingatan kalian ? 
Perlukah diulang-ulang ? Padahal materi dan sudut pandangnya ya cuma itu lagi dan itu lagi.. Orang2nya juga loe lagi loe lagi gak berubah..

SAYA memandang Hari Raya itu agak berbeda. Bagi saya, Hari Raya itu justru waktunya silaturahmi. Urusan keimanan, yang paling paham ya diri sendiri.
Gak usah susah-susah, ambil contoh pas Lebaran. Semua bergembira karena manusia kembali fitri. 
Itu teorinya. Memangnya yakin puasa kita diterima sehingga Allah meridlai ? Kalo saya, gatau kenapa, seringnya malah nangis kalo Lebaran (baca: THR kok langsung abis liat kelakuan sendiri masih belum bener, padahal ramadhan-nya udah abis)
Saya pikir seperti itu jugalah kalo natalan. Pastinya ngga sama-sama gitu, tapi konsep menyambut Hari Raya-nya saya pikir ngga jauh beda: Perayaan ! Orang-orang (harusnya) gembira bersukacita..

Masalahnya, In My Sotoy Opinion ya?, jangan2 yang tampaknya bergembira pas Hari Raya itu bukan gembira karena sebab-sebab keagamaan dan atau keimanan itu sendiri.
Jangan2 itu cuma euforia (yang lain tampak gembira, jadi baiknya kita ikut gembira)? Atau jangan2 gembira karena akan mendapatkan hongbao a.k.a angpau ? Karena baju baru, mungkin ?
Atau meski kita ngga ikut merayakan jadi ikut gembira karena gebyar diskon yang cetar membahana itu, mungkin ? Ikut dapat liburan, mungkin ?

Sudah beberapa lama saya perhatikan, Hari Raya (agama samawi yang manapun) sudah tercemar. Hari Raya justru menjadi ajang komersial: jor2an diskon, jor2an event, jor2an paket wisata (dengan tematik hari raya), dan lain-lain tapi lupa pada esensi apa yang seharusnya dirayakan. Sekali lagi, ini In My Sotoy Opinion lho ya :p

JUJUR, saya juga ngga bermaksud ngebahas Hari Raya keagamaan dari sisi agama. 


Pernah nggak perhatikan: jelang hari raya, orang2 berusaha untuk merayakannya berkumpul dengan orang2 yang mereka sayangi, termasuk dengan jalan pulang kampung ?


Pernah ngga kebayang: di suatu tempat terpencil nun di perbatasan, ada seseorang petugas yang ngga bisa pulang untuk berhari raya dengan keluarga karena ngga dapat cuti, atau ngga ada orang lain yang menggantikan, atau malah lebih parah: ngga punya duit buat pulang ?

Atau mungkin karena sedang bertugas, termasuk Pak Polisi atau Penjaga Lintasan Kereta yang berjaga2 demi kenyamanan kita semua pulang kampung untuk berhari raya  ?
Dan atau bertugas di garis depan pertempuran, jauh dari keluarga sementara jelas ga bisa pulang ?

Film Joyeux Noel menceritakan itu. Dalam perang parit 1914 di Perancis, masing-masing pasukan Perancis, pasukan Skotlandia, dan pasukan Jerman saling berkubu dalam keheningan suasana jelang Hari Raya. 
Tetapi Hari Raya akhirnya memenangkan perang. Ia mampu menjembatani segala perbedaan pandangan politik dan entah apalah dari ketiga pasukan itu. Setidak2nya untuk sementara.

SAYA PIKIR, pada akhirnya manusia memang cenderung ingin bersilaturahmi berkumpul bersama orang2 yang mereka cintai. Tak peduli bagaimana orang Perancis menggambarkan kebengisan orang Jerman, ternyata orang Jerman pun punya keluarga dan merindukan mereka. Demikian pula bagaimanapun orang Jerman menggambarkan orang Perancis, ternyata mereka sama-sama juga seperti orang Jerman: baik dan lembut pada orang2 yang mereka sayangi.

Dan itu jugalah semangat saya ketika saya mengucapkan selamat ber-Hari Raya. Saya ikut senang karena sebab-sebab seperti di atas, meskipun tidak ikut merayakan.

Demikian.



PS: Saya sungguh berharap film seperti Joyeux Noel inilah yang diputar pada saat Hari Raya ( kalo ikut film ini ya pas Natal mungkin lebih tepat ) 
..........dan plis, jangan Home Alone lagi yak ?  


Wednesday, December 5, 2012

Tentang Hidupku


Ya Allah,

Sedangkan aku tidak tahu kapan expired-date hidupku
Namun aku....

Ya Allah, ampuni aku

Thursday, September 8, 2011

Kerokan dan Masuk Angin


note: pengantar tulisan ini adalah status FB saya yang melebihi 420 karakter jadi dipecah jadi tiga bagian :D

‎(masuk angin 1-3) Jujur, paling enggak enak jadi bujangan (yang betulan bujang hideup sorangan wae maupun bujang-lokal) adalah kalau sakit; macam saya begini. Bukan soal ke dokter atau minum obat, itu sih sama aja, tapi unsur perhatian dan perawatan itu loh.. Beda kan antara orang yang terawat dan tak terawat ? #halah!

‎(masuk angin 2-3) Salah satu bentuk perhatian yang paling sederhana dalam keluarga adalah kerokan. di dalam kegiatan sederhana itu ada sentuhan dan "perasaan" yang tak tergantikan. Pun tak tergantikan oleh kawan, apalagi kalau kawan itu bukan mahram malah bisa jadi sumber fitnah -- untuk kalangan tertentu bisa jadi malah diharapkan :p ( tak boleh, tau..!? )

‎(masuk angin 3-3) Btw kerokan sering diejek cara jaman baheula atau tidak ilmiah. Tapi itu barangkali karena kita ngga paham apa sih "masuk angin" itu, apa iya ada angin betulan masuk ke badan, dan bagaimana esensi "kerokan" itu sendiri.Tulisan di bawah ini menjelaskan soal itu tanpa menuding atau berpihak. Jadi jangan buru-buru hina kerokan ya ? Sok atuh, dibaca heula.. :D


BR, ari.ams.latoeng 
bujang lokal, montir kapal yang lagi masuk angin
PS: menggigil begini kalo bisa kerokan, waduh.. eta teh sesuatu banget buat saya  :p 
       

       


August 19, 2010

Kerokan dan Masuk Angin

by heldi 

Beberapa hari kemarin saya dengan istri sempat “berantem” gara-gara saya agak kesal kepada istri karena melihat anak sulung yang dipaksa oleh ibunya untuk dikerok. Saya kurang setuju bila anak kecil (7 tahun) sudah dikerik-kerok karena yang namanya dikerok itu pasti sakit nya minta ampun tuh, seperti di lecet-lecet-in kulit ini, begitu pula anak saya ketika di kerok dia berteriak-teriak kesakitan dan “merejel-merejel” karena manahan sakit.



 Akhirnya saya mencari referensi di internet dengan kata kunci kerokan dan masuk angin, dari beberapa sumber diperoleh informasi bahwa memang kurang baik bila anak kecil diberi terapi kerokan, karena kulitnya masih tipis dan pembuluh darahnya juga masih kecil… jadi tolong yah ibu-ibu sekalian anak kecil jangan dikerok pakai koin :)

Kemudian harus hati-hati juga; tidak semua orang senang dikerok karena dikerok itu bisa menimbulkan rasa sakit/perih, dan kadar daya tahan menahan rasa sakit dari setiap orang itu berbeda beda, dan tentunya kadar daya tahan kesakitan dari anak kecil masih rendah, sehingga akan sangat menyakitkan bila anak kecil harus dikerok. Dampaknya bisa ke efek psikologis karena adanya pemaksaan pengerokan yang berakibat menyakitkan.

Kemudian dari beberapa artikel yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa proses pengerokan itu sebenarnya bukanlah proses pengeluaran angin melalui hasil kerokan, tetapi hanya sekedar stimulus kepada otak untuk mengeluarkan hormor-hormon yang dapat memerangi penyakit yang gejala-gejala awalnya sering disebut dengan masuk angin. Begitu katanya, untuk lebih lengkapnya berikut adalah kumpulan tulisan yang saya peroleh dati internet tentang masuk angin dan kerok mengerok :)

Istilah masuk angin, sebenarnya tidak berarti bahwa angin benar-benar masuk ke dalam tubuh. Sesungguhnya, tiupan angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Karena bagian belakang terkena angin, temperatur tubuh turun. Lalu, muncul gejala masuk angin seperti pusing, meriang, atau pegal-pegal tadi.

Peristiwa ini berbeda dengan pengaruh hawa dingin yang mengenai seluruh tubuh, baik bagian belakang maupun depan. Jadi, saat suhu udara turun, temperatur seluruh badan ikut turun. Sementara, paparan angin umumnya cuma mengenai salah satu sisi badan sehingga bagian itu saja yang turun suhunya. Wajar kalau orang lantas menyebutnya masuk angin.

Masuk angin akut lebih mudah dikenali karena biasanya berujung pada gejala flu seperti bersin-bersin dan pilek. Bila masuk angin tidak disadari dan berlangsung terus-menerus, bisa menimbulkan rasa sakit kronis. Paling sering terjadi adalah nyeri leher dan pundak gara-gara AC.

Masuk angin juga bisa menyebabkan perut kembung karena di bagianbelakang tubuh terdapat titik-titik syaraf yang berhubungan dengan organ bagian dalam. Jika titik-titik itu kena rangsangan, organ dalam ikut kena.

Kerokan merupakan salah satu usaha untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Guna menjelaskan pola keseimbangan itu, ada konsep dasar pengobatan Cina yang membagi tubuh jadi bagian tubuh panas (disebut yang) dan bagian tubuh dingin (yin).

Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementarayin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin yang, orang terbilang sehat bila yin dan yang-nya dalam keadaan seimbang. Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit. Yang terlalu tinggi, yin rendah, ya sakit juga.

Dalam hal masuk angin, penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi) . Pembuluh darah kulit yang mengalami konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkonstriksi agar seluruh tubuh tidak dingin.

Konstriksi itu bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) jadi turun atau berkurang, sekujur badan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah suhu tubuh jadi seimbang kembali.

**

DASAR pengobatan tradisional bersumber pada penyeimbangan empat pola penyakit yakni kuat, lemah, panas, dan dingin. Prinsip penyembuhannya adalah mengembalikan energi tubuh ke posisi seimbang.

Kalau terlalu kuat dilemahan, yang lemah dikuatkan, kelewat panas didinginkan, terlalu dingin dipanaskan. Sehat itu adalah kondisi energi yang seimbang.

Demikian pula yang terjadi pada masuk angin. Guna menyembuhkannya, tubuh harus mengembalikan keseimbangan yang dan yin, salah satu caranya dengan menaikkan suhu lewat kerokan. Mengurangi yin, memang bisa jadi seimbang, namun tidak berada pada posisi normal.

Upaya peningkatan suhu di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E=mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit dikerok, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi berefek melebarkan pembuluh darah dalam kulit. Otomatis, peredaran darah jadi lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Ujung-ujungnya, timbul pula reaksi otonomik (sistem parasimpatik) . Saraf otonom pada bagian belakang tubuh jadi seimbang.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara “mengeluarkan angin”. Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.

Masuk angin gara-gara gempuran angin dingin AC tak perlu diobati. Cukup berpindah posisi atau mematikan AC, pegalnya akan sembuh.

Sedangkan masuk angin kronis tidak sekadar di bawah kulit, tapi sudah sampai ke dalam otot. Jadi, perlu pemanasan dalam sampai kedalaman 3-4 cm di bawah kulit, dan itu tak mungkin dicapai dengan kerokan.

Cara kerokan paling efektif adalah “menggarap” daerah belakang tubuh, kepala atau leher. Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri kanan ruas-ruang tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Itu bukannya tanpa alasan. Pada tubuh kita terdapat sekira 360 titik akupunktur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, yakni ditarik lurus ke bawah di sisi kiri kanan ruas tulang belakang, kemudian digeser condong ke arah kiri dan kanan, reaksi optimal dapat dicapai. Gosokan-gosokan itu

mungkin secara tidak sengaja menekan titik-titik akupunktur tertentu di tubuh bagian belakang.

Namun, perlu dipertimbangkan bahwa tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda, ada yang terbiasa dikerok sedikit, tapi tak jarang ada yang suka dikerok dalam-dalam sampai merah padam. Sebenarnya, tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah darah.

**

SAMPAI saat ini belum ditemukan efek samping kerokan. Yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin).

B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.

Kemungkinan, penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan.

Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini? Kalau begitu, kerok saja!

Kerokan adalah sebuah terapi penyembuhan dengan metode menggaruk sembari menekan bagian tubuh terutama permukaan kulit menggunakan benda tumpul seperti uang logam.

Di Indonesia terutama dalam budaya Jawa, kerokan sudah lama dikenal. Tapi jangan salah, ternyata kerokan sudah ada sejak beratus-ratus tahun lalu dan bukan monopoli orang Jawa saja. Kerokan juga dikenal di Vietnam, Kamboja, hingga China.

Bagaimana cara kerja kerokan?

Untuk menyembuhkan masuk angin biasanya melakukan kerokan. Tujuannya agar anginnya keluar. Padahal penyebab penyakit seperti demam, pegal-pegal bukanlah angin yang masuk ke dalam tubuh. Melainkan karena infeksi suatu virus. Bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan?

Sebetulnya proses terapi kerokan cukup sederhana, yakni membuat suatu reaksi inflamasi atau radang yang mengakibatkan melebarnya pembuluh darah. Nah, dengan dikerok, terjadilah pelebaran pembuluh darah yang akan melancarkan aliran darah. Jika aliran darah lancar maka lebih banyak oksigen dan nutrisi masuk untuk jaringan otot.

Kerokan menyebabkan rasa sakit dan luka

Jika dikerok begitu saja tanpa pelumas tentu menyebabkan rasa sakit di permukaan kulit bahkan hingga luka. Namun ini kan bisa diakali dengan memberi minyak atau pelumas sehingga rasa sakit berkurang. Lagipula jika diakukan dengan cara yang tepat, misalnya melewati titik akupunktur yamng merangsang saraf motorik. Kerokan tidaklah sakit seperti yang dibayangkan. Jangan kerokan di permukaan kulit yang luka atau iritasi, tindakan ini justru membuat infeksi permukaan kulit. Kerokan juga jangan dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, selain itu pembuluh darahnya masih kecil.

Kerokan hanya ada di Indonesia

Fakta: Hal ini tidak benar. Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyol (rubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).

Kerokan dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh

Fakta: Istilah masuk angin bisa merupakan gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Orang awam sering beranggapan angin tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh, antara lain dengan kerokan. Hal ini tidak tepat karena memang bukan angin yang menyebabkan rasa tidak enak badan, demam, pegal-pegal, sakit kepala, atau batuk pilek.
Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan ini? Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.

Kerokan menyebabkan rasa nyeri dan iritasi kulit

Fakta: Kerokan yang dilakukan dengan benar tidak akan menyebabkan rasa sakit. Para ahli akupunktur berpendapat bahwa saat terjadi pemijatan, sebaiknya alat kerok melewati titik akupunktur agar urat saraf motorik terangsang, sehingga pada akhirnya memperlancar sirkulasi darah. Cara kerokan yang dianjurkan adalah tegak lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping, lalu sejajar dengan bahu. Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan.

Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Cara mengerok juga tidak boleh terlalu keras karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa melukai kulit.


Semua orang boleh melakukan kerokan
Fakta: Tidak sepenuhnya benar karena terdapat beberapa kondisi di mana seseorang dianjurkan tidak melakukan kerokan, antara lain orang dengan kondisi kulit tidak sehat (misalnya eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi bakteri atau jamur). Kerokan pada daerah tersebut justru akan memperparah infeksi atau peradangan. Penderita diabetes mellitus juga sebaiknya menghindari kerokan. Alasannya, bila terjadi luka atau lecet, luka tersebut bisa menjadi sulit disembuhkan. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah sebaiknya juga tidak melakukan kerokan. Pengerokan yang terlalu dalam dapat mengakibatkan perdarahan di bawah kulit. Kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, dan pembuluh darahnya lebih kecil.



Sehabis kerokan, dianjurkan untuk mandi

Fakta: Hal ini tidak dianjurkan. Sehabis kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas. Badan akan terasa lebih nyaman jika Anda minum sesuatu yang hangat, makan sup hangat,

dan memakai baju hangat/selimut.

Kerokan boleh-boleh saja dilakukan bila Anda merasa tidak enak badan, namun jangan terlena, jika gejala tak juga mereda sebaiknya konsultasikan dengan dokter.