Showing posts with label entertaining. Show all posts
Showing posts with label entertaining. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

Contigo Aprendi - With You I've Learned

Suka musiknya. Suka liriknya. Sengaja ditulis ulang dan dibagi di sini. Terima kasih, sudah bersedia belajar mencinta, belajar menjalani hidup.. ^ ^
Contigo aprendi
With you I’ve learned
Que existen nuevas y mejores emociones
That there are new and better emotions (feelings)
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A conocer un mundo lleno de ilusiones
To know a world full of dreams
Aprendí
I’ve learned
Que la semana tiene más de siete días
That the week has more than seven days
A hacer mayores mis contadas alegrías
To make my joys even greater
Y a ser dichoso yo contigo lo aprendí
And to be happy I’ve learned it with you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Copyright:
Writer(s): Armando Manzanero Canche
Copyright: Editorial Mexicana De Musica Int. S.A. (Emmi)
Lyrics taken from http://lyricstranslate.com

watch on youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=0fvRyh6NFxg 

Friday, September 27, 2013

Pertanyaan Ga Penting: Coffee Meeting

PENDAHULUAN
Sejak kenal Ko Bayu Wirawan, salah satu aktivis ( aktivis ?! Elu kata LSM, Ri ?!) milis ahlikeuangan-indonesia, dari tahun 2003-an, saya jadi sering keikut ciri khas Ako satu ini: bikin “pertanyaan ga penting” !
Tulisan ini salah satu pertanyaan ga penting ituh..
PS: bedanya, kalo Ko mBay, judulnya doang pertanyaan ga penting tapi isinya suka emang ga penting mendasar banget. Kalo saya sih emang asli-aslian ga penting.
LOL :) )
PERTANYAAN GAK PENTING
Beberapa hari ini saya udah beberapa kali diajak meeting sambil ngupi. Meeting-nya cepat tapi suasana santainya dapet.
Yang jadi masalah buat ane, justru judul Coffee Meeting-nya itu.
Kenapa juga kok Coffee Meeting, gitu..!?
Let’s see..
Kalo salinan itu copy dalam bahasa Inggris sedangkan menyalin adalah copying,
maka kalo kopi adalah coffee, lalu apakah ngopi dalam bahasa Inggris?
Coffeeing ?
#ups
Nah..
Andai judulnya Coffee Morning, itu malah jelas Kopi Pagi.. Terjemahannya masih sesuai dengan konteks, dong ?!
Lha kalo Coffee Meeting ? Kalo dibilang Rapat (sambil) Ngopi sepertinya ngga pas, deh.. Tapi kalo dibilang Ketemu Kopi kok rasanya juga ada yang salah, yaa !?
Ada masukan?
+ Ri, elu ngapain juga sik ngebahas ginian ?
- Laah pan tadi ane udah bilang ini Pertanyaan Ga Penting ? ‘napa protes ?!
+ ….. .....

Thursday, May 16, 2013

Trust



SAAT SESEORANG MEMUTUSKAN untuk menikah dengan seseorang, yang terjadi sebetulnya masing2 percaya atau mempunyai keyakinan yang memadai --jiah, bahasa auditor keluar--  bahwa pasangannya itu dapat diandalkan atau yang terbaik 
PS: kriterianya bisa beda antara satu orang dengan yang lain.. 


Menikahkan usaha dan atau berusaha bersama-sama, ternyata juga membutuhkan hal yang sama. Usaha ngga akan berjalan lancar, bila pengusahanya satu sama lain tidak punya kepercayaan.

Namun begitu, asal percaya, ternyata juga tidak cukup untuk dunia usaha.
Teman lama dan atau saling mengenal di luar usaha, bahkan yang biasa ledek2an atau curcol2an, atau bahkan terikat hubungan saudara atau suami-istri, ternyata itu juga masih belum cukup..

Hmm.. tetapi itu nanti di kajian lain, ane sendiri belum selesai diajarinnya :D


Bagaimana agar tumbuh kepercayaan di dalam dunia usaha itu, sudah banyak teori/tulisan yang membahasnya. Saya cuma share definisi "Trust" menurut Merriam-Webster Dictionary aja di marih <-- sok atuh di klik, heula 

Monday, April 29, 2013

Once Again: Bahagia itu Sederhana



SAYA INGAT waktu saya masih bocah cilik* [ umur 2-3 tahun, masih tinggal di Kotabaru, Yogyakarta ],  kalo saya menangis ngga berhenti, orangtua saya akan segera memberdirikan saya di antara jok dan setang Scooter Lambretta dan segera menuju lintasan rel kereta. Biasanya yang dipilih perlintasan kereta Stasiun Lempuyangan instead of Stasiun Tugu..
---- Setelah saya pikir2 alasannya simpel: soale kalo ke Stasiun Tugu, saya pasti minta mampir Malioboro atau Beringharjo, dan ujungnya jajan :p  Orangtua saya memang  pelit #eh cerdas
---- Nggak ding, itu soale waktu itu kereta yang lewat siang-siang ya di Lempuyangan..
Waktu itu, seketika kereta lewat, seketika itu juga tangis saya berhenti dan jadi tertawa-tawa kegirangan.

Nawaktu giliran anak-anak saya, saya juga pakai cara ini..
Tetapi secara rumah kami di Pangkalpinang lebih dekat ke Pelabuhan Pangkalbalam  [ dan relatif mudah masuk ke dalam sampai dermaga ], dan sedang kalau di Batam rumah kami sangat dekat dengan Bandara Hang Nadim,  maka ke situlah kami menuju kalo anak-anak kami sedang rewel.

Saya kurang tahu, tapi mungkin nggak banyak diantara rekan2 FB yang kepikiran ke bandara [ kalo di jakarta ke Soetta, misalnya ], ke anjungan pengantar, hanya untuk menyaksikan pesawat tinggal landas dan atau mendarat.  Tetapi di bulan-bulan awal  sekembali kami ke Pulau Jawa [ dan tinggal di Bintaro ujung arah Ciledug ], ke sanalah kami menuju; Sambil bawa bekal makan minum dan kantong plastik buat tempat sampah.

Perjalanan dari Bintaro - BSD/Kunciran [ tergantung lewat Tol atau Ciledug ] -Neglasari - Bandara, anginnya, frekuensi take-off dan landing-nya, serta jumlah pesawat yang take-off / landing bersamaan [ di landasan yang berbeda tentunyah ] jadi hiburan tersendiri buat anak-anak kami.

Terakhir terakhir ini, karena anak-anak kami toh tidak jauh selisih usianya, kami bisa bikin X-Factor / Indonesia Idol mini di rumah. Kadang-kadang, bisa ajak-ajak anak-anak tetangga [ dan kalo sama mereka, pesertanya bisa sampe 20 loh ].. Dan nyatanya anak2 tetap bisa terhibur.. Orangtuanya juga, sik :D

Ternyata hiburan nggak harus mewah.  
Ternyata bahagia juga nggak harus megah.. 
Tentunya, itu jika ukuran bahagia tidak diukur dengan satuan mata uang dan atau prestise. 
#Bahagia itu #Sederhana

Catatan: 
*   kalo sekarang Bocah-Tua-Nakal :p
tulisan ini terinspirasi dari blog Mas Ananto di sini:  Hiburan Murah Meriah Menonton Kereta Api

Tuesday, September 30, 2008

Eid Mubarak !!

\

 Assalaamu`alaykum Wr. Wb.

Setahun telah berlalu.......

Untuk itu izinkan kedua tangan ini kembali

bersimpuh.......

Memohon maaf atas lisan yang tak terjaga

janji yang terabaikan.......

Hati yang penuh dengan prasangka

Serta semua sikap yang pernah menyakitkan.

AriLatoeng&Keluarga

                    

Mengucapkan  

TaqobalaLlahu Minna Waminkum,

TaqobalaLlahu Ya Karim

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H 

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Wednesday, July 2, 2008

Ensemble Planeta(Classic Acappella Group) - Air on G String




Creative.. Love it. Nice voices, esp. the lead vocal on the dead-right

I think if Johann Sebastian Bach could hear this, then he would change the name for this composition' to Air on G Voices, since there's no strings involved here heheh
V(^o^)~~*

-----
Ensemble Planeta - Orchestral Suite No. 3 In D Major BWV 1068 "Air On A G String". 
-----

video taken from http://www.youtube.com/watch?v=8eN9kiyIv-Q

Tuesday, July 1, 2008

Tentang Beruntung (3 dari 3): Si Untung

Tulisan ini lebih seperti uraian dari tulisan kedua.
Btw tentang menggunakan intuisi, imho saya tidak sepakat bila digunakan dalam setiap kali pengambilan keputusan. Tapi ya, percaya tidak percaya, dalam kasus saya dan beberapa orang dekat yang saya kenal,  seringkali ada semacam "alert" yang timbul dari bawah sadar mengenai sesuatu hal. Tetapi betul atau tidak isyarat itu, nampaknya tergantung kita ahli menggunakannya atau tidak serta kenyamanannya (dan untuk beberapa kasus, tergantung bersih tidaknya qalbu itu hehe)
Btw kan ada saja orang yang mau kayak apapun ngga bisa mengambil keputusa kalau tidak ada data lengkap tersedia. Saya rasa itu juga tidak salah.

Dalam konteks mereka yang beruntung lebih banyak menggunakan intuisi, hmm.. di satu sisi kayaknya benat juga..  setidaknya menurut saya. Saya tidak bermaksud mencela. Namun memang ada kawan saya yang rada2 skeptis melihat permasalahn, dia akan mencela begini:
"Ya iya lah kalo mengambil keputusan berdasar intuisi (dan berhasil) pastinya beruntung, kalo berdasarkan data dan analisis (dan berhasil), namanya keputusan yang matang.."
Kalau udah begitu, biasanya saya suka mencela balik, "Lha kalau sudah pake data dan analisa tetapi gagal juga..?"
"Kalo itu namanya takdir.." yah biasanya model beginilah jawabannya kalau ngeles..

heheh.. maap maap yah, out of topicsnya teh keterusan (^^)

salam, ari ams



original article: http://fauzirachmanto.blogspot.com/2007/03/rahasia-si-untung.html

Monday, March 19, 2007

Rahasia Si Untung



Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya.

Ilmu beruntung tadi sedikit diungkap pada seminar Luck Factor yang diselenggarakan oleh Komunitas Tangandiatas dan dibawakan oleh Bp. Ahmad Faiz Zainuddin dari LoGOS Institute (www.seftlogos.com) pada tanggal 15 Maret lalu. Dalam seminar tadi Pak Faiz terutama merujuk pada hasil penelitian Professor Richard Wiseman yang telah dibukukan dengan judul "The Luck Factor", selain memberikan beberapa intrepretasi dan tambahan sesuai konsep LoGOS yang beliau rumuskan.

Penasaran dengan ilmu keberuntungan Prof Wiseman, saya mencoba menggali lebih dalam hal-hal yang tidak sempat dibahas di seminar tadi. Kalau ingin hidup Anda seperti si Untung, simak baik-baik:

Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini". Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: "berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial.

Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya "scientific" ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial:

1. Sikap terhadap peluang.
Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: "Mr. Buffet!" Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung.

2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan.
Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan "hati nurani" (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari "gut feeling". Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

Banyak teman saya yang bertanya, "mendengarkan intuisi" itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini subtektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya:

- Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. "Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali", semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi.
- Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain.
- Isyarat dari luar. "Follow the omen" demikian kalau kata Paulo Coelho di buku the Alchemist. Baca "isyarat2" dari luar yang datang pada Anda. Saya juga beberapa kali mengalami. Misalnya pernah saja tiba2 di TV saya kok merasa sering melihat iklan suatu perusahaan tertentu, kemudian ketemu teman kok membicarakan perusahaan itu lagi, di jalan melihat iklan perusahaan tadi. Belakangan perusahaan tadi ternyata menjadi klien saya. Jadi kalau akhir2 ini Anda sering berpapasan dengan Mercedez S Class dua pintu, barangkali itu suatu pertanda.

3. Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan.

4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik.
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: "wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu". Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: "untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit". Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan.

Sekolah Keberuntungan

Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Saya yakin Anda semua sudah beruntung dan tidak perlu bersekolah di Luck School. Tapi ada baiknya mengintip sedikit, latihan2 apa yang diberikan di Luck School.

Salah satu yang menonjol dari orang sial adalah betapa mereka sering mengabaikan hal-hal yang positif di sekitar mereka. Misalnya salah satu pasien Prof Wiseman, adalah seorang wanita single parent, yang sangat sial. Ketika diminta menceritakan hidupnya akan segera nyerocos menceritakan setiap detil kesialannya. Betapa sulitnya memperoleh pasangan, sudah ketemu pria yang cocok tapi si pria jatuh dari motor, di lain kesempatan si pria jatuh dan patah hidungnya, sudah hampir menikah, gereja nya terbakar, dan sebagainya. Pokoknya benar2 sial. Padahal, dalam setiap interview, si wanita datang membawa 2 orang anak yang sangat lucu2 dan sehat. Sebagian besar dari kita akan merasa sangat beruntung memiliki 2 anak tadi. Tapi tidak bagi si wanita sial tadi. Karena 2 anak lucu tadi tidak ada dalam pikiran si wanita, yang otaknya sudah penuh dengan "kesialan".

Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat "Luck Diary", buku harian keberuntungan. Setiap hari, wanita tadi harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, semakin mereka akan sadari betapa mereka beruntung. Dan sesuai prinsip "law of attraction", semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka.

Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Siap mulai menjadi si Untung hari ini?

Posted by Fauzi Rachmanto at 11:21 AM

Tentang Beruntung (2 dari 3): Donal Bebek

jadi intinya spontan, just do it.. kah ?
jadi ingat sebuah pelatihan kerja sama, dimana kita dilatih untuk menyamakan frekuensi dengan cepat dengan rekan kerja kita agar segala gerak langkah kita seiring seirama..  intinya juga begitu, just do it.. menakjubkan juga, betapa mudahnya ternyata (dalam pelatihan itu) kami mengatasi sekat-sekat komunikasi (yang dalam pelatihan model lain dibahas panjang lebar), menyampaikan pesan, dan bahkan menebak maksud lawan komunikasi kita tanpa harus menyebut/melihat/memberi petunjuk spesifik tentang apa yang dimaksud.

barangkali saja hal itu juga bisa diterapkan dalam hal ini. mungkin. seandainya salah, mohon maaf saya bukan mentalis (hush ! dilarang mengutip R...S....!! --joking)

salam, ari ams

original article: http://sepia.blogsome.com/2005/08/07/faktor-keberuntungan/


August 7, 2005

Faktor Keberuntungan


Donal bebek selalu sial, kenapa si Untung selalu beruntung?

Luck factor. Faktor keberuntungan. Hoki. Untung. Bejo.

Inilah sebutan untuk kejadian misterius yang sering diharapkan orang. Apakah hoki itu memang ada? Kalau ya, apakah kita dapat meningkatkan faktor keberuntungan diri kita?

Pertanyaan semacam itulah yang menggerakkan Profesor Richard Wiseman, psikolog dari University of Hertfordshire, Inggris, untuk meneliti perbedaan antara mereka yang sering beruntung dan mereka yang selalu sial.

Masalah pertama adalah tentang pertanda-pertanda sial seperti angka, lokasi tangga dan sebagainya. Penelitian organisasi survey Gallup terhadap 1000 orang Amerika apakah mereka percaya dengan hal-hal yang mistik menunjukkan bahwa 53% agak percaya, 25% sangat percaya. Survey lainnya menghasilkan data bahwa 72% orang di Amerika percaya dengan minimal memiliki sebuah jimat.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa beda budaya beda pula sumber peruntungannya. Angka 13 yang bagi orang barat adalah sesuatu yang membawa kesialan, ternyata tidak berlaku bagi orang Cina yang lebih percaya bahwa angka 4 lah pembawa kesialan. Bagaimana kalau di masyarakat yang tidak mengenal angka berbasis 10? Artinya, kepercayaan tersebut tidak berlaku universal di seluruh dunia, namun terkait dengan kebudayaan tertentu.

Profesor Wiseman melakukan percobaan kecil dengan memberikan jimat kepada sekelompok orang untuk mengetahui efek dari jimat terhadap keberuntungan. Setelah beberapa minggu, dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah membawa jimat, Wiseman menemukan bahwa tidak ada sama sekali pengaruh jimat. Bahkan beberapa orang menyatakan merasa semakin sial dengan jimat tersebut dan kemudian mengembalikannya.

Akhirnya Wiseman membuat penelitian dengan mengundang 400 orang yang telah dikumpulkan dari pemasangan iklan di koran dan majalah selama setahun. Orang-orang tersebut sebagian adalah orang yang sering beruntung, sebagian adalah 'pembawa sial'. Umurnya bervariasi dari siswa 18 tahun hingga pensiunan akuntan 84 tahun, pekerjaannya pun bervariasi dari pebisnis, pekerja pabrik, guru, dokter, salesman, hingga pramugari.

Percobaan awal cukup sederhana. Semua diberi koran khusus dan diminta menghitung berapa foto yang ada dalam koran tersebut. Hasilnya luar biasa. Rata-rata mereka yang sial membutuhkan waktu 2 menit, sedangkan kelompok beruntung hanya memerlukan beberapa detik saja. Mengapa bisa demikian?

Wiseman secara sengaja telah menaruh di halaman 2 koran tersebut sebuah tulisan berbunyi "Stop counting - There are 43 photographs in this newspapaer." Tulisah tersebut mengambil separuh halaman koran dan ditulis dengan huruf lebih dari 2 inci tingginya. Semua orang akan melihat langsung tulisan itu tepat di hadapan mereka. Anehnya mereka yang sial mengabaikan tulisan tersebut! Biar lebih lucu, Wiseman menaruh tulisan yang mirip di halaman lainnya dengan bunyi, "Stop counting, tell the experimenter you have seen this and win $250." Lagi-lagi mereka yang sial mengabaikannya karena sibuk menghitung foto di sepanjang koran tersebut. Kasihan.

Tes kepribadian menunjukkan bahwa mereka yang sial adalah orang yang relatif lebih tegang dan cemas dibanding mereka yang beruntung. Riset menunjukkan bahwa kecemasan menghentikan kemampuan seseorang dalam memperhatikan sesuatu yang tidak disangkanya. Ketika seseorang bekerja terlalu keras kepada sesuatu, mereka semakin sedikit memperhatikan yang lain. Dan begitulah halnya dengan keberuntungan, mereka yang tidak beruntung sering kehilangan kesempatan untuk beruntung karena mereka 'terlalu fokus' mencari hal lainnya. Mereka datang ke pesta untuk mencari pasangan sempurna sehingga luput mendapatkan kawan baik. Mereka membuka koran mencari pekerjaan yang sesuai dengan mereka sehingga luput melihat kesempatan yang lain. Orang yang beruntung lebih santai dan terbuka. Mereka melihat apa yang tersedia dan bukan sekedar mencari apa yang mereka mau.

Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa orang beruntung mempunyai kebiasaan mencari hal-hal baru untuk meningkatkan peluang keberuntungan. Orang yang beruntung mencaoba variasi baru dalam hidupnya. Seorang partisipan sering mencoba rute baru menuju tempat kerjanya. Partisipan lainmengatakan bahwa untuk membuat variasi maka bila dia pergi ke pesta maka dia akan memaksa diri untuk bicara dengan orang berbaju warna tertentu. Misalnya kali ini akan bicara dengan wanita yang berbaju merah, kali lain hanya dengan laki-laki berbaju hitam.

Walaupun mungkin aneh, kebiasaan mencoba situasi baru memungkinkan munculnya peluang baru. Psikolog Stanford Alfred Bandura berkisah tentang pengalaman dirinya. Suatu ketika sebagai mahasiswa S-2 dia merasa bosan dengan tugas-tugas kuliah, maka bersama temannya dia mencoba main golf. Ternyata saat golf mereka bertemu dengan dua gadis cantik yang juga golf. Akhirnya mereka main golf berempat. Setelah itu Bandura mengatur pertemuan kembali dengan salah satu gadis tersebut, dan akhirnya mereka menikah. Kesempatan bertemu di golf mengubah jalan hidup Bandura.

Sesuatu yang baru membuka peluang yang baru. Ini dapat diibaratkan Anda masuk ke sebuah perkebunan apel yang sangat besar. Awalnya akan mudah bagi Anda untuk sembarang masuk dan menemukan apel di sana. Namun lama kelamaan apel di tempat yang sering Anda masuki menjadi semakin jarang, sehingga mendapatkan apel menjadi semakin sulit. Bayangkan Anda untuk mau mencoba wilayah lain kebun tersebut, maka Anda meningkatkan kemungkinan mendapat apel yang lain. Bayangkan selalu bertemu dengan orang yang sama, bicara hal yang sama, pergi ke tempat yang sama, dan melakukan hal yang sama. Tentu peluang yang dihadapi menjadi tetap sama. Pengalaman baru, bahkan bila random, akan meningkatkan potensi menemukan peluang baru.

Artikel selanjutnya : Menyikapi Nasib Buruk

http://www.luckfactor.co.uk

Tentang Beruntung (1 dari 3): Meningkatkan Keberuntungan

beruntung itu sebenarnya kejadian untung-untungan
atau sebenarnya ada sesuatu di balik keberuntungan seseorang itu
yang kita biarkan tersembunyi tidak terdeteksi sehingga tidak bisa dipelajari dan diambil hikmahnya ?

salam, ari ams


original article: http://sepia.blogsome.com/2007/02/21/meningkatkan-keberuntungan/

 

February 21, 2007

Meningkatkan keberuntungan

Filed under: Kecerdasan Power, Kecerdasan Aspirasi, Kiat, Topik Personal


Bill Gates dari Microsoft beruntung, IBM tidak menyadari betapa hebatnya masa depan komputer pribadi. Karena itu IBM setuju untuk membayar jasa pembuatan sistem operasi MS-DOS sebesar 1 juta dolar, sementara Bill Gates boleh tetap menjualnya ke pihak lain. Sepuluh tahun kemudian Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia.

Steve Jobs dari Apple juga beruntung. Para petinggi Xerox tidak tahu bahwa benda bernama 'mouse' dan GUI (Graphical User Interface) yang dibuat oleh para jenius Xerox adalah harta karun tak ternilai yang terpendam. Xerox dengan ringan hati memberikannya kepada Apple keberuntungan jutaan dolar dengan lahirnya Macintosh yang menggunakan mouse tersebut.

Demikian pula disampaikan John Beck penulis DoCoMo, Japan's Wireless Tsunami bahwa menurut para pendiri DoCoMo mereka bisa sukses karena keberuntungan. DoCoMo beruntung karena punya pemimpin visioner Keiji Tachikawa, presiden perusahaan yang tidak sabaran Kouji Ohboshi, anak buah yang punya daya kreasi meluap Keiichi Enoki, juga talenta tinggi Mari Matsunaga. Dalam satu kondisi yang unik mereka mampu melejitkan DoCoMo dari divisi telepon di dalam mobil yang merugi, menjadi perusahaan telpon seluler yang paling berhasil berjualan data melalui layanan i-mode dan FOMA (yang hingga sekarang masih gagal ditiru perusahaan lain di dunia).

Bagaimana mereka bisa beruntung? Mengapa perusahaan seluler sejenis DoCoMO di Amerika maupun Eropa gagal mengambil keuntungan serupa padahal mengeluarkan biaya investasi yang juga sama besar? Jawabnya, kata John Beck, adalah keberuntungan. It's about luck. DoCoMo beruntung internet belum populer di masyarakat Jepang waktu itu. Beruntung pula sedang terjadi krisis ekonomi sehingga perbankan sangat antusias menyambut sistem pembayaran melalui i-mode. Beruntung juga belum ada standard. Beruntung memilih c-HTML dan bukan WAP sebagai format i-mode. Juga beruntung dengan adanya kartun Bandai di Jepang.

Dan inilah dia, Bandai lah nyawa tak disangka dari i-mode. Sebelumnya para ahli strategi bisnis i-mode menembak sasaran para profesional yang memerlukan layanan perbankan. Layanan ini disambut antusias, namun tidak banyak. Yang justru populer adalah hal remeh yang sebelumnya tak disangka : ringtone dan screensaver. Dan para ahli strategi bisnis DoCoMo segera menerima kenyataan, layanan ideal dan keren buat para profesional itu bukanlah penggerak utama. Justru layanan kelas rakyat yang kurang keren bernama ringtone dan screensaver itu. Lalu Bandai datang dengan tak disangka, mereka punya produk mainan semacam berjudul WonderSwan yang merupakan networking game dan bisa dimainkan lewat internet. WonderSwan inilah killer application seperti halnya spreadsheet VisiCalc di jaman awal munculnya PC. Sejak saat itu Bandai menjadi terdekat i-mode DoCoMo.

Andai DoCoMo lahir di Indonesia, mungkinkah i-mode melejit seperti itu? Andai dia lahir di Eropa, mungkinkah dia bertemu Bandai? Andai dia di Amerika, mungkinkah orang peduli untuk mengakses internet lewat layar supermini di ponsel (sementara sudah terbiasa dengan layar lebar di komputer)? It's about luck.

Dan ini yang menarik, keberuntungan menempel pada orang! Semua kondisi menguntungkan itu ada di Jepang, tapi kenapa DoCoMo yang berhasil memanfaatkannya? Karena orang-orang yang memegang posisi kunci di DoCoMo mampu segera mengenali peluang keberuntungan itu.

Setiap hari kita semua bertemu peluang. Orang yang hari ini Anda temui mungkin membawa peluang. Bis yang Anda tumpangi, juga membawa peluang. Beras mahal yang terjadi saat ini, juga membawa peluang. Semua kejadian random (yang sebenarnya tidak random karena ada ketentuan takdir Tuhan) menciptakan banyak peluang. Orang-orang tertentu ternyata lebih mampu menarik keuntungan dari peluang itu. Inilah si orang-orang beruntung.

Survey yang dilakukan Jencks dan kawan-kawan dari Educational Policy Research at Harvard di awal tahun 1970 menunjukkan bahwa hanya 12 hingga 15 persen saja orang yang lebih inferior dibanding orang lain. Umumnya setara. Maka, kalau Anda sekarang bekerja, sadarilah bahwa banyak orang yang setara dengan Anda dan tidak seberuntung Anda. Ada faktor 'luck' yang menyebabkan Anda diterima, lainnya tidak. Banyak kenyataan, bila ada dua lulusan perguruan tinggi yang sama-sama hebat, yang satu beruntung mendapat tempat kerja yang nyaman, gaji besar, dan penuh dukungan terhadap kebebasan berkreasi, sementara satu yang lainnya mendapat tempat kerja yang sulit, atasan yang sinis, bergaji kecil pula. Padahal mereka itu relatif setara, bahkan bisa jadi orang kedua tadi lebih pintar, lebih tekun, dan lebih hebat. Sayangnya orang ini kurang beruntung!

Meningkatkan keberuntungan

Sekeping uang tergeletak di jalan. Donald Bebek melewati jalan itu. Dia tidak tahu ada uang tergeletak di jalan. Si Untung Bebek melewati jalan yang sama. Tepat dua langkah sebelum uang tersebut dia tak sengaja melihat ke bawah. "Nemu uang!" kata si Untung. Uang yang sama, di jalan yang sama, dengan kondisi yang relatif sama. Dan si Untung yang beruntung. (Donald juga masih beruntung, dia punya pacar yang cantik dan baik bernama Desi bebek. Mungkin si Desi ini yang paling tidak beruntung. Haha)

Orang dengan jenis si Untung ini mungkin memiliki kemampuan seperti halnya Panji, si pawang ular, yang bisa mendeteksi keberadaan seekor ular dari jarak jauh. Namun saya yakin juga dia punya karakter yang menjadikannya beruntung (salah satunya adalah sikapnya yang optimis dan gembira sehingga membuat segalanya tampak menguntungkan, dan jadilah keberuntungan datang betulan kepada dia).

Saya percaya bahwa kita bisa meningkatkan keberuntungan. Dengan kecerdasan aspirasi, kita menjadi peka terhadap semua hal yang membantu terwujudnya impian kita. Dengan kecerdasan spiritual kita yakin bahwa kejadian yang tampak random itu sebenarnya bukanlah random (Tuhan Maha Mengatur), sehingga kita yakin bahwa do'a menjadi penting untuk menarik 'keberuntungan', sedekah menjadi penting untuk menarik keberuntungan, berbuat baik juga menjadi penting untuk menarik keberuntungan, dan sebagainya. Dengan kecerdasan power kita menjadi peka terhadap peluang yang bisa dimanfaatkan. Dengan kecerdasan emosi, kita jadi mau untuk menindaklanjuti peluang yang terbuka. Dan kreatifitas daya cipta kecerdasan intelektual membuat kita mampu mengatasi problem-problem yang muncul.

Keberuntungan itu seperti bermain sepakbola. Kita punya tujuan yang jelas, yaitu mencetak gol. Lalu sebagai pemain kita harus terus bergerak mencari posisi yang menguntungkan. Suatu ketika bola –mungkin- akan lewat di depan kita (ini namanya keberuntungan!). Kita tendang, dan… belum gol. Lalu kita berlari-lari lagi mencari posisi, dan menyiasati gerakan lawan. Lalu bola melintas lagi di depan kita. Kita tendang, dan… gol! Jika kita punya cita-cita (aspirasi), punya semangat dan keyakinan (spiritual), punya ketabahan (emosi), punya siasat (power), dan punya kemampuan menendang ala David Beckham (intelektual), maka kondisi lapangan dan permainan saat itu bisa mendatangkan keberuntungan bagi kita. (Selanjutnya kenapa Beckham lebih laris sebagai bintang iklan dibandingkan Figo, dsb, yah itulah keberuntungan dari Yang di Atas, yang ini sih belum bisa dimodelkan.)

Dan DoCoMo beruntung memiliki orang-orang yang bisa menarik keberuntungan datang kepadanya. It's about luck.

Link yang sesuai : Faktor keberuntungan

Sunday, June 22, 2008

Kekuatan Hati..

Belum lama ini, saya belajar mengenai Kekuatan Hati.
Tepatnya bukan dari seseorang, melainkan dari "sesuatu". Yakni dari sebuah film berjudul "Closed Note" (celestial movies, 20 Juni malam).

Resensi, Sebuah Pengantar

OOT, yang saya senang dengan celestial movies, dia menampilkan bahwa film Asia banyak yang menarik tanpa harus pakai dar-der-dor dan atau pake ciat-ciat-dezigh (lagi ingat film silat jadul a la Shaw Brothers yang setiap kali bergerak ada bunyi dezigh-nya hehehe ). Salah satunya ya film ini..

By the way, komen pertama saya saat menonton film ini adalah, yang jadi Kae cakep, euy
("suamikyu !!!" oops.. terdengar suara menggelegar dari belakang dirikyu inih.. o'ow.. aku ketahuan.. )
--cerita di belakang layar selanjutnya tidak lolos sensor.redaksi--

Film ini bertutur tentang seorang Kae Horii, mahasiswi yang juga "nyambi" jadi wiraniaga di toko pena yang juga bercita-cita menjadi guru SD.  Kae kebetulan baru pindah ke sebuah apartemen yang dulu ditinggali oleh Ibu Guru Ibuki, guru SD... (nama SD-nya ai lupa.. *sambil ngelus kepala benjol*  ndak ape, oo?! )
Tidak sengaja, Kae menemukan sebuah buku harian.  Betul, itu buku harian Ibu Guru Ibuki.
Kesepian, lama-lama Kae tergoda juga membacanya. Dari situ film ini memiliki dua plot cerita, cerita mengenai Kae tentunya dan cerita mengenai Ibu Guru Ibuki.

Yang bagusnya, meski iramanya tidak cepat, film ini memilik banyak sekali masalah yang kadang perlu diselesaikan bersamaan. (Ndak kayak film indonesia sampai beberapa waktu yang lalu kan masih banyak yang masalahnya simpel tapi dipanjang2in )
Antara lain mengenai suka duka Kae jadi wiraniaga toko Pena.. lalu tentang hubungan Kae dan sahabatnya Hana, dimana pacar sahabatnya mendadak malah menyukainya (what's that!? *shaw brothers mode on* ).. Kae yang selalu bermasalah dengan latihan mandolinnya menjelang konser.. Kae yang pernah merasa rumahnya "dimata-matai" seseorang dan tiba-tiba bertemu dengan seseorang itu sebagai pelanggan tokonya.. dan ya, seseorang itulah Ishitobi-san, seorang pelukis yang entah mengapa memiliki ketertarikan yang amat sangat dengan apartemen Kae. Sampai suatu saat Kae menyadari bahwa ia tertarik dengan Ishitobi. Tapi ternyata jalan tidak mudah.
Cerita di sisi lain mengenai Ibu Guru Ibuki yang berdedikasi.. mengenai kesulitannya menangani anak-anak muridnya, para Anak-anak Matahari.. sampai mampu membangkitkan semangat murid-muridnya dengan "kekuatan hati". Tapi justru ini malah menimbulkan masalah baru dengan salah satu muridnya, dan tentunya cerita bagaimana Ibu Guru ini membujuk muridnya. Juga cerita tentang bagaimana Ibu Guru ini bertemu (kembali) dengan Takashi, kawan kuliahnya dulu, dan bagaimana kisah dua orang yang saling cinta yang tidak bisa mengutarakan perasaan masing-masing dan tetap menggantung..  sampai tiba-tiba Ibu Guru Ibuki menghilang..

Resensi lain, silakan mampir ke kios mas eko  atau bisa juga ke IMDB

Kekuatan Hati dalam Film

Bagaimana membuat anak yang bermasalah menjadi kurang bermasalah ? Ternyata, salah satu caranya bisa dengan mengajarkan kokoro no chikara a.k.a kekuatan hari.
Bagaimana caranya? Dengan membuat setiap orang fokus pada kelebihan dirinya, dengan demikian ia pun menyukai dirinya sendiri dan mulai melihat orang lain dengan cara seperti itu.
Dalam film ini, Ibu Guru Ibuki memberi penghargaan "ketekunan terbaik" bagi seorang anak yang bermain2 tapi berusaha bisa berputar a la senam di pagar yang memang mirip palang rintang senam, juga "penghibur terbaik" bagi anak yang senang menarik perhatian dengan cara melucu, juga "jagoan lari" bagi anak gemuk yang ketinggalan bahkan terjatuh saat pelajaran lari/olahraga tetapi berusaha mengejar rombingan kawan-kawannya, bahkan "kreatifitas terbaik" bagi anak yang hobinya membongkar-bongkar sesuatu (meski ngga disebut kemudian bisa memasangnya lagi atau tidak heheheh)

Dalam film ini, Kae tertarik mencobanya. Ia mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang positif, tidak putus asa, termasuk dalam upayanya mendekati Ishitobi..
Tapi... bagaimana jika ternyata Ryu Ishitobi, nama beken pria yang dicintainya, ternyata memiliki nama asli Takashi --dan memang inilah Takashi yang memiliki hubungan dengan Ibu Guru Ibuki ?

Film ini menggambarkan bagaimana kekuatan hati bekerja. Ternyata kekuatan hati juga bisa dipakai dalam hal ini. Kae berhasil menguatkan diri, bahkan meskipun melihat bahwa lukisan dirinya --yang dilukis sebagai model oleh Ishitobi-- ternyata berubah wajah menjadi sosok wajah Ibu Guru Ibuki, yang selalu dicintai Takashi sepanjang hidupnya.

Ya, film ini tidak happy ending sebagaimana diinginkan kebanyakan orang Asia. Happy ending juga sih, tapi lain.

Tentang Kekuatan Hati

Bagi saya, pada akhirnya kekuatan hati memang menakjubkan. Ia mampu menggerakkan seseorang dari suatu kondisi ke kondisi lainnya (yang semoga lebih baik).
Kekuatan hati juga membuat orang mampu menerima segala sesuatunya dengan baik, bahkan meski tidak sesuai harapannya. Sedih dong? Oh itu manusiawi. Tapi setelah itu, apakah seseorang terus tenggelam dalam harapan kosong atau malah lari dari kenyataan, atau justru bangkit menghadapi realita.. kekuatan hati yang ada pada diri seseorang yang akan menentukan itu.
 
Lalu bagaimana dengan Ishitobi, pria yang tidak pernah mampu mengungkapkan perasaannya pada Ibu Guru Ibuki, yang bahkan tidak bisa lepas dari bayang2 Ibu Guru Ibuki ? Film ini tidak berusaha menghakimi sikap seseorang. Tapi dari perpindahan bentuk dari obsesinya menjadi lukisan yang begitu indah, nampaknya itu sudah ada hasil dari kekuatan hati.. meski belum cukup tabah menerima bahwa Ibu Guru Ibuki ternyata telah meninggal dunia. Meninggal dunia karena tabrakan pada hari terakhir sekolah, ketika akhirnya Ibu Guru ini berhasil membuat Kimiyo mau bersekolah kembali, ketika Ibu Guru ini akhirnya berani mengakui perasaannya untuk Takashi/Ishitobi meski hanya di buku hariannya saja.
Dan perlu kekuatan hati yang besar bagi seorang Kae untuk mengakui bahwa ia tidak mampu menembus ikatan cinta Ibu Guru Ibuki - Takashi, dan memberikan kebenarannya pada Takashi, dengan jalan membacakan halaman terakhir catatan harian itu..

Tambahan

Ya kebetulan ini film tentang love story, jadi ceritanya ndak jauh dari soal cinta. Agak melenceng dari situ juga soal pendidikan anak dengan penuh cinta.

Tapi kekuatan hati ngga cuma soal cinta.

Sampai pertengahan Abad ke-20, wara amerika serikat keturunan meksiko (chicanos) dianggap warga kelas 2. Begitu buruknya image pemalas dan bodoh yang melekat pada chicanos, sehingga universitas dan bahkan SMU yang ada tidak mau memberi perhatian bagi chicanos yang hendak melanjutkan diri ke perguruan tinggi, bahkan sampai-sampai harus diberi kuota.
Sekelompok chicanos tidak mau terpuruk terus dalam keadaan, mereka ingin merubah nasib mereka. Tapi perjuangan mereka ternyata dianggap memicu SARA dan dianggap subversif sehingga mereka dihadapi decara represif.

Butuh waktu dan penjelasan (serta kemauan kerasa untuk bertahan) agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. dan berhasil.. Dalam waktu2 tahun, jumlah chicanos yang masuk perguruan tinggi naik dengan cukup drastis.
 
Itu film lain lagi, judulnya walkout. Ini pendahuluannya saja.. Insya Allah tentang walkout menyusul

Kembali ke film Closed Note, berikut ini adalah link beberapa teaser filmnya. Di sini


Friday, April 25, 2008

Robbie Williams - My Way




video taken from http://www.youtube.com/watch?v=Q5uKa1bDtsk
lyrics taken from http://www.lyrics007.com/Frank%20Sinatra%20Lyrics/My%20Way%20Lyrics.html

And now, the end is near,
And so I face the final curtain.
My friends, I'll say it clear;
I'll state my case of which I'm certain.

I've lived a life that's full -
I've travelled each and every highway.
And more, much more than this,
I did it my way.

Regrets? I've had a few,
But then again, too few to mention.
I did what I had to do
And saw it through without exemption.

I planned each charted course -
Each careful step along the byway,
And more, much more than this,
I did it my way.

Yes, there were times, I'm sure you knew,
When I bit off more than I could chew,
But through it all, when there was doubt,
I ate it up and spit it out.
I faced it all and I stood tall
And did it my way.

I've loved, I've laughed and cried,
I've had my fill - my share of losing.
But now, as tears subside,
I find it all so amusing.

To think I did all that,
And may I say, not in a shy way -
Oh no. Oh no, not me.
I did it my way.

For what is a man? What has he got?
If not himself - Then he has naught.
To say the things he truly feels
And not the words of one who kneels.
The record shows I took the blows
And did it my way.

Yes, it was my way.

Sunday, March 30, 2008

somewhere out there - an american tail




nice song when i was child. it is amazing, the way these mice sing it.

written by James Horner, Barry Mann, Cynthia Weil
performed by Phillip Glasser (Fievel) & Betsy Cathcart (Tanya)

Fv: Somewhere out there,
beneath the pale moonlight,
someone's thinking of me and loving me tonight.

Ty: Somewhere out there,
someone's saying a prayer,
that we'll find one another in that big somewhere out there.

(*)Ty: And even though I know how very far apart we are,
it helps to think we might be wishing on the same bright star.

Fv: And when the night wind starts to sing a lonesome lullaby,
it helps to think we're sleeping underneath the same big sky.

Together: Somewhere out there,
if love can see us through,
then we'll be together, somewhere out there,
out where dreams come true.

Character key:
Fv = Fievel, Ty = Tanya, Tg = Tiger.

the video taken from
http://www.youtube.com/watch?v=XRjb8sMjYu8&feature=related
the lyrics taken from
http://www.stlyrics.com/lyrics/anamericantail/somewhereoutthere.htm

Wednesday, March 26, 2008

Mongol. Part one. [english subtitled] Genghis Khan





taken from http://www.youtube.com/watch?v=wHno62B6c7w
it's a Russian version of genghis khan. a new epic movies called Mongol.
this 6 minutes scene is about Temujin first battle with his sworn-brother Jamukha.

do you see genghis khan use formation strategy in this war ? yes he did trensformed barbarians into trained/skilled professional armies. that's one of his many achievements.

Genghis Khan, The Series - Ending Theme




taken from http://www.youtube.com/watch?v=Yra5JAyQcxg&feature=related

ini adalah ending theme dari serial genghis khan produksi bersama PRC dan mongolia (ngga tau singkatan negaranya :).

btw, pemain2nya di sini juga ikutan di Shediao Yingxiong Zhuan 2003 sebagai pasukan mongolnya loh. Entah produsernya sama-sama PRC apa gimana, yang jelas gambaran ane soal tokoh Genghis Khan emang udah inilah yang pas.

ceritanya mencoba mengambil kisah Genghis Khan dari sudut netal dan digarap sangat hati-hati, apalagi ketika menjelaskan alasan mengapa Genghis Khan menyerbu Xi Xia alias Xia Barat dan Naiman (saat itu negeri nasrani) dan juga akhirnya Khwaraziym (bagian kekhalifahan abbassiyah).

Btw 2007 ada juga serial (atau movie?) Genghis Khan versi Rusia. Trailernya sih keren banget.

Thursday, March 20, 2008