Showing posts with label lagiinget. Show all posts
Showing posts with label lagiinget. Show all posts

Thursday, October 2, 2014

Contigo Aprendi - With You I've Learned

Suka musiknya. Suka liriknya. Sengaja ditulis ulang dan dibagi di sini. Terima kasih, sudah bersedia belajar mencinta, belajar menjalani hidup.. ^ ^
Contigo aprendi
With you I’ve learned
Que existen nuevas y mejores emociones
That there are new and better emotions (feelings)
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A conocer un mundo lleno de ilusiones
To know a world full of dreams
Aprendí
I’ve learned
Que la semana tiene más de siete días
That the week has more than seven days
A hacer mayores mis contadas alegrías
To make my joys even greater
Y a ser dichoso yo contigo lo aprendí
And to be happy I’ve learned it with you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Contigo aprendí
With you I’ve learned
A ver la luz del otro lado de la luna
To see the light behind the moon
Contigo aprendí
With you I’ve learned
Que tu presencia no la cambio por ninguna
That I wouldn’t change you with anyone else
Aprendí
I’ve learned
Que puede un beso ser más grande y más profundo
That a kiss could be bigger and deeper
Que puedo irme mañana mismo de este mundo
That I may leave this world tomorrow
Las cosas buenas ya contigo las viví
Because I’ve already lived the best things with you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Y contigo aprendí
And with you I’ve learned
Que yo nací el día en que te conocí
That I was born the day I’ve met you
Copyright:
Writer(s): Armando Manzanero Canche
Copyright: Editorial Mexicana De Musica Int. S.A. (Emmi)
Lyrics taken from http://lyricstranslate.com

watch on youtube:
https://www.youtube.com/watch?v=0fvRyh6NFxg 

Sunday, January 12, 2014

Mendadak Alim: Put ALLAH First

Pendahuluan 

- Ini asli tulisan mendadak alim. Nakarena aslinya emang bukan orang alim, jadi kalo ternyata banyak yang salah, ya tolong bantu diluruskan; Istilah jaman yahoogroups, teh: CMIIW
- Tulisan ini juga menggunakan Bahasa Indonesia KW 4 Bahasa Indonesia tidak baku,  jadi mohon maaf kalo bahasanya rada-rada gimanaaa gitu *menjura*



Mulai
Saya sering mendengar orang-orang alim (maksud ane "alim" benaran, yah) bicara soal Put ALLAH First ini, kurleb kalimatnya: "perbaiki agamamu maka Allah akan memperbaiki duniamu". 
<-- baca.="" bahasa="" beda="" dengan="" di="" diterjemahkan="" haditsnya="" hr="" i="" indonesia="" ini="" kalimat="" kalimatnya="" kalo="" ke="" ketemu="" kurleb="" lupa="" maksud="" mana="" nyari="" sama="" saya="" seperti="" tapi="" tirmidzi="" yang=""> letterlijk
agak beda pengertiannya.  Nadaripada nanti malah bisa diplesetin kemana-mana (sama orang nekat) jadi mending ngga saya tulis

Dan saya yakin ini bukan kebetulan, sejak jaman saya kecil, saya sering mengutip ayat alkitab tentang ini. Tepatnya Matius 6:33
<-- a="" akan="" bermaksud="" berupa="" dari="" facebook-nya="" gambar="" hanya="" href="https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152106303943555&set=a.10150300456638555.357315.738403554&type=1&theater&notif_t=comment_mention" jauh="" lebih="" mas="" mengatakan="" menyinggung="" ngga="" renungan="" saya="" share="" tapi="" yang="">Satriyo Boediwardoyo
  yang saya attach (atau embed? tapi maksud saya ya gambar yang itu kok) itu. insyaa Allah universal sifatnya..

AFAIK, kebanyakan orang, termasuk saya (ngaku duluan deh daripada di-bully), biasanya mencari hal-hal lain (seperti rejeki, cita-cita tertentu, jodoh, jodoh, jodoh lagi..  #ups #apasih? #ngelanturdeh) baru kemudian menghadap TUHAN. Itu pun, biasanya meminta supaya usaha kita mencari hal-hal lain tadi itu dikabulkan.

Dari satu sisi, mengenai usaha dan tawakal, mungkin SOP nya begitu: usaha dulu, baru pasrah sama ALLAH apapun yang IA tetapkan sebagai hasilnya.
Tetapi dari sisi fokus, rupanya aturan mainnya ngga begitu..

Kalo kita belajar hadits, biasanya hadits pertama yang diajarkan adalah ini: Innama a'malu binniyyaat <-- amal="" br="" itu="" niatnya.="" perbuatan="" segala="" sesuatu="" tergantung="">
Lanjutan kalimatnya kurleb gini: kalo niat hijrah karena Allah dapatnya Allah, kalo niat karena harta/wanita ya dapatnya itu, tapi entar di hari akhir ngga dapat apa-apa
<-- apanya="" ini="" kali="" kan="" lah="" nah="" nbsp="" ngeri="" p="">

Jadi segala sesuatu niatnya liLlahi ta'ala, bukan "untuk aku", "sebab aku".. apalagi "karena aku".

Lah bukannya sama-sama aja ?
Hmm.. setelah saya perhatikan sih beda, Temans
Itu tampak di bagian yang di gambar itu dibilang "forget everything"
You know laaah...
Njenengan kan lebih pinter dari saya..
Lah saya ini kalo ngga disindir Mas Satriyo apa eling ? Nggak. Pasti udah bablas entah ke mana tauk

Ini jadi -apa ya?- semacam #notetomyself lah, sepertinya kebanyakan ngejar sesuatu dunia, malah ancur2an.
Beneran.
ALLAH itu seperti sedang bikin saya mikir: "Tuh, Ri.. Kalo niat elo kurang bagus, mo usaha kayak gimana juga, ngga beres kan jadinya ?"

Kalo ini kira2 temen yang ngomong, pasti temen itu udah nambahin ngomong gini: Elu kagak percayaan banget sih ma gw.. Udah deh, rencana gw itu bagus buar elo. Ikutin aja daah, kagak bakal dah elo nyesel..
< eini kalo temen yang ngomong, loh yaa..

Naah toyoran terakhir yang bikin "Jebret Pisan" ya sharing dari Mas Satriyo ini..
(PS: JazaakumuLlaah khayran katsiyran, ya Mas.. dan kepada siapapun yg sebelum2nya)

Jadi.. Jangan kayak saya yah, Temans
Kalo sedodol saya ini, masih harus
1) perbaiki/lurusin niat,
2) percaya rencana ALLAH itu pasti (lebih) indah (daripada rencana saya)

ALLAH lebih dulu < ini simpulan saya setelah merenungkan gambar itu, ngga ngutip siapa2 > baru kita berusaha sekuatnya, dan kembali tawakal pada ALLAH akan hasilnya ^ ^

Demikian simpulan orang awam yang mendadak alim seperti saya.
Bila benar, AlhamduliLlaah, semoga bermanfaat. Jika ada yang salah, itu karena emang saya-nya yang dodol, mohon maaf dan tolong saya dibantu betulkan :D

Mari Jumatan ^ ^

Wednesday, October 30, 2013

Melupakan..

忘記 她 等於忘掉了一切
等於將方和向拋掉
遺失了自己

http://www.youtube.com/watch?v=OcqNr_a8IPE

Iya ini lagu lawas. In Cantonese, pulak nya..
Judul lagunya dalam cantonese; Mong Gei Ta, atau Wàngjì Tā dalam mandarin, atau Forget Him dalam bahasa inggris.
Tapi liriknya itulah yang mau ane komentarin.. Etepatnya sik bukan dikomentarin, tapi mau disangkutpautkan dengan sebuah situasi seorang kawan, tentang melupakan ^ ^

Dan secara ane cowok, "him" (他) ane ganti "her" (她). Bunyinya sih masih sama-sama aja: Tā ^ ^
Namun, secara penyanyi (jadul) nya cewek semua, aslinya mah "him"

Nach,
mari kita sangkutpautkan isi lirik itu dengan "melupakan"

Biasanya nih ya, pengalaman pribadi dan pengalaman orang:  Bila kita sengaja menghindar memaksa diri melupakan seseorang ituh, biasanya sik yang ada malah enggak bisa lupa.
OK, mungkin memang tidak pernah disinggung-singgung lagi, tidak pernah dibicarakan lagi.. Tetapi sebenere kan masih di situ, masih ada di dasar hati dan memori..
Persis kayak orang benci, yang ada malah dipikiriin terus setiap saat, setiap hari..

Keknyah cara terbaik memang ngga usah dilupakan, biarkan saja itu memperkaya pengalaman kita. Syukur-syukur jadi pengalaman indah yang layak dikenangkan..
Kadang-kadang, kalo ane sik, pengalaman pahit pun, nun suatu ketika beberapa waktu kemudian, menjadi kenangan yang penuh hikmah dan ternyata ada hikmahnya.. Bahkan suatu saat, bisa jadi, orang atau sesuatu yang kita lupakan itu bisa ketemu lagi dan/atau dibicarakan kemudian sambil ketawa ketiwi dan <del datetime="2013-10-30T08:11:37+00:00">makin disesali</del> disyukuri...

Jadi, IMSO ( in my sotoy opinion), kalo mau move on itu ngga usah dipaksa sampe segitunya, kalee
Niatnya oke kudu kuat, tapi caranya tidak perlu dengan pemaksaan.

Bukan begitu, Teman ?

Tabik,
Ari AMS

PS:
1) lirik lagunya udah ada di link youtube di atas, kalo penasaran isinya apa silakan diklik dan atau didengarkan. lagunya sendiri sih enak enak aja kok..
2) berasa ngga sik sebenere lirik teks itu ngga terlalu nyambung dengan apa yang ane tulis ? berasa yah ? heheh.. samma doong #ups

Tuesday, October 8, 2013

Orang Orang Kaya Yang Terpinggirkan

Hari  ini, karena 3 tugas yang berbeda, saya  harus meeting marathon di Pangkalpinang - Bandara Soetta Kab. Tangerang, dan akhirnya tiba malam ini di Solo (meeting nya sih besok pagi).

Malam ini, di mulut orong pinggir jalan Jalan Slamet Riyadi, saya menyaksikan betapa kayanya seorang Ibu Warung pinggir jalan. Oke, kejadiannya memang tidak luar biasa.. namun pesan yang saya tangkap luar biasa:

Jam 20.30 WIB tadi, duduk di depan warung yang saya maksud tadi seorang Ibu tua yang (maaf) cacat tangannya. Sementara itu, si Ibu Warung ingin lekas pulang, padahal sepertinya dagangannya masih cukup banyak tersisa.
Lalu ibu itu saya lihat menuang sop ( atau soto ? ) dari panci besar ke sebuah mangkuk kaleng.
Ibu Warung ( IW ): Ibu sudah makan ? Ibu mau sop ?
Ibu Tua ( IT ): *berpikir sejenak* Tapi saya ngga sanggup beli..
IW : Oh ini ngga beli kok Bu..Saya hanya ingin memberikan ini buat anak-anaknya Ibu..
Maka terjadilah mangkuk kaleng itu berpindah tangan.
Setelah berterima kasih, Ibu Tua itu pun pulang.

PS: Saya ngga tau apa yang terjadi setelah itu dengan mangkuk kalengnya :p  Tapi melihat kejadiannya, simpulan saya si Ibu Tua itu warga yang tinggal di sekitar situ,  bukan orang mampu, punya anak masih kecil-kecil, dan mungkin mereka malam ini belum makan..

Kejadian ini mungkin biasa buat Anda. Amalnya  mungkin ngga ada artinya dibandingkan apa yang biasa Anda lakukan..
Tetapi coba lihat lagi deh.. si Ibu Warung ini jelas bukan orang kaya, setidaknya tidak sekaya saya dan Anda, namun ia masih bisa care dengan tetangganya, dan tidak berat sama sekali berbagi dengan mereka..

Saat itu juga mendadak saya merasa miskiiiin sekali.
Saat itu juga saya merasa Ibu Warung ini kaya sekali. Hanya saja mereka bukan kaya secara materi. Hanya saja orang-orang kaya seperti ini sering luput diberitakan, terabaikan, dan mungkin ngga akan pernah masuk di cover majalah tentang bisnis dan dunia usaha..
Karena itu saya merasa terpanggil untuk memberitakan. Saya merasa terpanggil untuk bersaksi bahwa Ibu Warung ini sungguh orang kaya dan orang baik.

BarakALLAHu, ya Ibu.. Semoga TUHAN senantiasa memberkati..

Dan akhirnya ternyata benarlah kata kawan saya, akun twitter @deni_rt.
Di Path-nya dia berkata: Kasihan. Beberapa orang sungguh begitu miskin; yang mereka punya hanya uang < ini aslinya berbahasa Inggris, sih..

Makasih Bro, gw sekarang bener bener jadi ngerasa fakir miskin *nunduktersipumalu*
Makasih atas pelajarannya, Bu Warung.. Saya bisa ada di situ, menyaksikan semua itu, insyaa Allah bukan kebetulan. Saya pasti sedang di-slenthik Gusti Allah: Amal mu ki opo wae, tah Le..?!

PS lagih: Saya ketinggalan momen pas beralih tangan. Ini udah semenit kemudian.
                   Foto dicolong diam-diam pake sabak elektronik-nya galaksi

Saturday, July 6, 2013

Hidup Ini

Walk Into The Light - Free Pics
SEPANJANG BULAN SYA'BAN ini, saya dua kali mendengar pepatah populer ini dikutip dalam khutbah Jum'at :  "Ketika lahir, saya menangis sedangkan orang-orang tersenyum. Saya ingin ketika mati, saya tersenyum sedangkan orang-orang menangis."
Pepatah yang baik.
Tapi saya kurang setuju, sebetulnya

Bukan berarti saya menyalahkan orang yang bersedih ketika orang yang dikasihi meninggalkan dunia fana ini. Tetapi bagi saya, sepanjang orang yang meninggal dunia itu hidupnya baik baik saja --if you know what I mean-- maka saya pikir seharusnya kita justru tenang dan senang saat ia meninggal dunia.

Kok gitu ?
Ya soalnya seharusnya kita yakin dan percaya bahwa TUHAN, insyaa ALLAH memberikan tempat yang sangat baik baginya, baik di alam barzakh maupun kelak di surga setelah pengadilan terakhir.

Jadi harusnya begitu kan ?
Khususnya bila orang yang meninggal dunia adalah orang baik.

Perhatikanlah saat UJE alm. meninggal : Keluarganya sedih (ini wajar),  sekaligus percaya bahwa ALLAH lebih menyayanginya dengan memanggilnya lebih dulu.
Insyaa ALLAH semua orang juga yakin bahwa beliau orang baik dan mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya
Dan karena itulah saya justru ingin begini:
Ketika lahir, saya menangis sedangkan orang-orang tersenyum.
Saya ingin ketika mati, saya tersenyum sedangkan orang-orang tersenyum

<-- tentunya saya ingin dikenang sebagai orang baik dan semua yakin saya mendapat tempat yang baik di sisi-Nya kelak. demikianlah keinginan saya dan semoga terkabul, insyaa ALLAH, aamiyn


Dan karena itu saya juga berharap para malaikat pun tersenyum ketika tiba saatnya mereka harus mencabut nyawa saya, aamiyn.
^ ^

Wednesday, July 3, 2013

Pelajaran Hidup Hari Kemarin

Dalam hidup, kita ngga pernah sendirian. Kita dikelilingi orang orang lain dengan segala variasinya.

Kadang-kadang, orang lain itu berusaha care dan menemani kita dengan gayanya masing-masing.

Sayangnyaa... kadang gaya itu ngga sesuai dengan kita atau sikon-nya ngga tepat. Yang ada, niat baik itu bukannya berhasil dengan baik tetapi malah membuat kita sedikit terganggu..

Terganggu? Marah dong..?!
Tunggu dulu..

Mari cobalah lihat sisi baiknya: mereka itu niatnya menemani, niatnya menghibur kita loh..
Hargailah niat baiknya dan jangan terpaku hanya pada hasil yang kita rasakan atau ditimbulkannya saja

#NoteToMyself

Jujurly, sik.. Saya kemarin sempat emosi duluan sama anak. Niat dia menghibur saya yang sakit, tapi buat saya jadi berisik <-- Ayah yang Buruk :(
#MaafYaNak

Catatan

TUHAN itu adil. Saya terlalu cepat emosi sama anak, eh ternyata ada orang lain yang merasa saya juga memusingkan begitu.

#Kuwalat

Terima kasih TUHAN, Engkau sudah membuatku belajar dengan cepat

#BelajarMakeSepatuOrangLaen

Monday, July 1, 2013

Indah Pada Waktunya


Rencana TUHAN selalu indah pada waktunya. 
Demikianlah yang selalu kita dengar tulisan atau khutbah berkenaan dengan "prasangka baik pada TUHAN". 

Pertanyaannya: seberapa percaya kita pada kalimat itu? Seberapa yakin kita bahwa TUHAN menyiapkan akhir yang indah buat kita? 

Saya sendiri sempat putus asa kok dengan itu. 
Rasanya rencana saya itu udah pasti baiknya, udah pasti baiknya.. tapi ya kok TUHAN belum kasih terwujud juga yaaa.. 

Belum lama ini saya membutuhkan sejumlah dana besar untuk kawin lagi modal usaha dan beberapa rencana lainnya.   Dalam pikiran saya dan istri saat itu, kami akan menjual rumah saya di Bintaro Coret yang belum lunas cicilannya itu, dan lebihan setelah melunasi sisa KPR masih cukup untuk modal usaha, dan DP rumah lagi di daerah yang lebih prospektif lagi kenaikan investasinya.  Lain itu, kami juga masih akan pegang sejumlah lebihan dana di bank.

Nah, luar biasa apa kali bagusnya tampaknya kan rencana ini? 

Dua bulan berlalu sejak kami menawarkan rumah itu dijual, ada lebih dari 8 calon pembeli yang berminat, tetapi kok ya di saat saat terakhir kok ya ngga deal juga :( 
Apaa ya yang salah..? Saya sampai-sampai sempat sambat sama Gusti ALLAH loh: lha yok opo tah Gus kok ra payu payu ki njuk rencanaku sing apik tenan kuwi njuk piye? Kok ya ngga laku laku ini, trus rencana hebatku itu apa kabarnya, TUHAN? 
Rasanya seperti TUHAN menelantarkan kami <--oke itu tuduhan serius buat TUHAN.. Tapi saat itu, itulah yang kami saya rasakan..

Dan rasa ditinggalkan itu kian hebat setelah beberapa rumah tetangga saya di situ terjual dengan mudah --eh, ada yang masih kebanjiran penawaran sih.. Tapi sempat apa kali lah dengar berita apanya itu kan? 

Hari ini, pas mampir ke sana --oiya kami sendiri tidak tinggal di situ sejak 2009-- dapat tambahan keterangan bahwa harga jual rumah tetangga itu, dan penawaran yang masuk buat rumah tetangga yang lain, nyaris dua kali lipat harga yang kami pasang. 
Dua kali! 
Masyaa ALLAH.. 
Alamak..! Rugi kalilah kami bila rumah kami terjual pada harga yang kami minta.. 
Pada detik itu mendadak saya merasa bersyukur bahwa TUHAN, ALLAH SWT, lebih tahu apa yang baik bagi kami. 

Oke.. sementara ini kami masih harus kerja keras untuk menutup cicilan KPR yang seperti ngga habis habis itu, dan masih kerja keras mengumpulkan modal tambahan yang kami perlukan itu 

Moral cerita yang ingin saya sampaikan:  
Ketika tampaknya rencana kita berantakan,  yang perlu kita lakukan ada dua:
- evaluasi rencana, jangan2 rencana kita memang ngaco..
- dan tetaplah percaya bahwa rencana TUHAN jauh lebih indah dari rencana manusia.. dan Dia akan membuatnya indah pada waktunya. 

 -----
Saat ini ada beberapa rencana lagi yang seperti meleset.  Tapi kali ini saya (lebih) yakin bahwa TUHAN menyiapkan akhir yang indah di balik itu semua  --sepanjang kita tidak kehilangan keyakinan dan tetap berprasangka baik pada-Nya :-) 

Saya yakin teman teman semua lebih baik dari saya dalam soal ini.
Akhir kata, mohon maaf jika ada tulisan di atas yang kurang berkenan..

Thursday, May 30, 2013

Mata-Mata

BEBERAPA HARI INI, dan khususnya hari ini, di beberapa milis ada perdebatan mengenai aktivitas mata-mata. Yang dimaksud mata-lelaki mata-mata di sini adalah penerawangan aktivitas yang dimata-matai melalui alat tertentu.
Ini, tentunya dikaitkan dengan kehebohan sadapan sadapan KPK.

Kebanyakan salut dengan sadapan KPK yang menghasilkan isi percakapan yang luar biasa menghadirkan sesuatu yang (tadinya) disangkal-sangkal di pengadilan. 
Tetapi di sebuah milis bertanya mengenai: 
- Mengapa percakapannya hanya sebagian yang diungkap 
- Apa nanti tidak misleading ( siapa tau ada percakapan lain yang bisa membuktikan "jalan cerita" nya ternyata tidak seperti itu) ?

Di milis yang sama, juga milis yang lain dengan bahasa berbeda, mempertanyakan keabsahan dan atau sedikit kekuatiran mengenai:
1) kewenangan menyadap orang diluar struktur pegaeai pemerintah, dan
2) bagaimana jika nanti informasi yang disadap itu diperjualbelikan.

Ini, tentu saja dijawab:
1) as per definisi korupsi*) menyangkut keuangan negara**) tidak hanya menyangkut APBN dan karena semua pihak yang terkait adalah pelaku dalam tindak pidana korupsi, maka penyadapan kepada pihak non penyelenggara pemerintahan tentu tetap perlu dilakukan, dan
2) itu jelas pelanggaran hukum (rahasia negara) yang dikenakan sanksi. 
... 

Saya tidak ada dalam posisi menetapkan siapa benar siapa salah. 
Tapi diskusi itu menambah wawasan saya tentang bagaimana pemberantasan/pengendalian korupsi di Indonesia bisa dilakukan, dengan benturannya dengan hak-hak privat sebagai warganegara.

Yang jelas, aktivitas mata-mata/spionase itu dilakukan oleh setiap orang, bahkan sejak jaman purba.
Ngga percaya ?

Yang paling simpel adalah di kendaraan, kita ternyata perlu kaca spion untuk meyakinkan diri bahwa tidak akan ada gerakan-gerakan dadakan dari arah yang tidak disangka2 yang bisa membahayakan kita (dan atau kita membahayakan orang lain).

Oiya, bahkan Shri Rama pun pernah mengutus Hanuman untuk memata-matai Negeri Alengka, khususnya mencari tahu bagaimana kabar Dewi Shiinta di sana.
Dan yang juga perlu diingat, sesuai kata seorang kawan, bahkan seorang putri salju pun dimata-matai nenek sihir dengan cermin ajaibnya; maka yakinlah bahwa kegiatan mata-mata memang sudah ada sejak dahulu kala dan mungkin terus akan ada di masa yang akan datang.
...

Demikian.

Dan jika Anda merasa tulisan ini ngalor-ngidul ngga jelas. Sama, saya juga merasa begitu.
Mohon maaf jika agak mengganggu :D

Thursday, May 16, 2013

Mengelola Hati

BELUM LAMA INI*)  saya ada post ulang tulisan lama berjudul "sambat" ( tulisan itu dulu ditulis sebagai Facebook Notes, lalu disalin ke Blog, dan kemudian Blog itu di share ke FB lagi <-- ide siapa ya dodol begini ?! ) yang intinya saya minta tolong agar TUHAN ikut bantu menata ulang hidup saya. 

Naaah sudah minta sendiri begitu, kan.. ?!
Tapi kenapa juga yah, saat permintaan itu dikabulkan TUHAN,  dan kebetulan DIA menata situasinya tidak sesuai keinginan, saya kok tetap kecewa ya ? 


Ah, tengok lah, apa kali kan si Ari ini? Dia sendiri minta diaturkan, begitu dikabulkan malah kecewa pulak. Kayak mana si Ari ini,  ah!


Setelah dipikir-pikir ( dipikir aja sik, ngga pake dipikir-pikir berulang kali gitu kok ) saya merasa sedang diajari me-manage hati: 
Apakah saya mampu tetap berprasangka baik sama TUHAN kalo DIA menetapkan sesuatu yang tidak sesuai harapan ?  Apa lalu ibadah saya turun ( kualitas dan kuantitasnya ? ),  apakah.. apakah..  dan lain-lain, dan lain-lain, etcetra, etcetra..

Mungkin begitu.

Apapun yang terjadi pada saya,  kehidupan toh terus berjalan dengan segala kebahagiaan yang menyertainya..  Mau yang baik ada, yang buruk ya ada juga. Tapi pada akhirnya itu kan tergantung pilihan Anda, kan ?!
Saya? Saya maunya memilih yang baik. 

Sepanjang saya berpikir semua itu demi kebaikan, maka selama itu juga saya akan selalu bisa bersyukur dan.. tetap bahagia.

Jadi ?
Jadi yaudah.. gitu aja..

---


+ Jadi simpulan tulisan ini apa ya ?
- Tergantung elo sendiri, Sob.. mau menyimpulkan apa
+ Dih.. gitu, sik ?!
- Ya salah elo bacanya serius banget :p   Udah.. Ngga usah dipikirin.. Jalanin aja, Sob. Percaya aja TUHAN itu Mahabaik dan menyiapkan akhir yang indah buat elu ^ ^

---

*) tulisan ini repost status FB tanggal 31 Januari 2013 
    "Sambat" di blog-kan 29 Januari 2013, di FB Notes 13 Desember 2012

Friday, May 3, 2013

带领我 (Lead Me)


明天的道路 明天的事故 只有祢知道
(Míngtiān de dàolù míngtiān de shìgù zhǐyǒu mí zhīdào)
(The way of tomorrow, the happenings of tomorrow, only YOU will know)

是否有彩虹 是否会下雨 只有祢知晓
(Shìfǒu yǒu cǎihóng shìfǒu huì xià yǔ zhǐyǒu mí zhīxiǎo)
(Whether there will be rainbow or whether there will be rain only YOU will know)

我的心要完全相信 我的灵要求告祢
(Wǒ de xīn yào wánquán xiāngxìn wǒ de líng yāoqiú gào mí)
(I will believe wholeheartedly, my spirit will pray to YOU)

带领我 保护我 我的心唱赞美祢的歌
(Dàilǐng wǒ bǎohù wǒ wǒ de xīn chàng zàn měimí de gē)
(Lead me, protect me, my heart sings to YOU a song of praise)

带领我 保护我 我的灵唱敬拜祢的诗
(Dàilǐng wǒ bǎohù wǒ wǒ de líng chàng jìng bài mí de shī)
(Lead me, protect me, my spirit sings to YOU poems of worship)
 ---

the song can be seen on 
--- 

actually 带领我 is a mandarin christian-worship-song.  
but I really love the lyrics and  I  think the lyrics do not conflict with my beliefs....
and because I know exactly I am nothing without GOD. for me, this song really reminds me that GOD is Great. ALLAH Akbar 

Monday, April 29, 2013

Once Again: Bahagia itu Sederhana



SAYA INGAT waktu saya masih bocah cilik* [ umur 2-3 tahun, masih tinggal di Kotabaru, Yogyakarta ],  kalo saya menangis ngga berhenti, orangtua saya akan segera memberdirikan saya di antara jok dan setang Scooter Lambretta dan segera menuju lintasan rel kereta. Biasanya yang dipilih perlintasan kereta Stasiun Lempuyangan instead of Stasiun Tugu..
---- Setelah saya pikir2 alasannya simpel: soale kalo ke Stasiun Tugu, saya pasti minta mampir Malioboro atau Beringharjo, dan ujungnya jajan :p  Orangtua saya memang  pelit #eh cerdas
---- Nggak ding, itu soale waktu itu kereta yang lewat siang-siang ya di Lempuyangan..
Waktu itu, seketika kereta lewat, seketika itu juga tangis saya berhenti dan jadi tertawa-tawa kegirangan.

Nawaktu giliran anak-anak saya, saya juga pakai cara ini..
Tetapi secara rumah kami di Pangkalpinang lebih dekat ke Pelabuhan Pangkalbalam  [ dan relatif mudah masuk ke dalam sampai dermaga ], dan sedang kalau di Batam rumah kami sangat dekat dengan Bandara Hang Nadim,  maka ke situlah kami menuju kalo anak-anak kami sedang rewel.

Saya kurang tahu, tapi mungkin nggak banyak diantara rekan2 FB yang kepikiran ke bandara [ kalo di jakarta ke Soetta, misalnya ], ke anjungan pengantar, hanya untuk menyaksikan pesawat tinggal landas dan atau mendarat.  Tetapi di bulan-bulan awal  sekembali kami ke Pulau Jawa [ dan tinggal di Bintaro ujung arah Ciledug ], ke sanalah kami menuju; Sambil bawa bekal makan minum dan kantong plastik buat tempat sampah.

Perjalanan dari Bintaro - BSD/Kunciran [ tergantung lewat Tol atau Ciledug ] -Neglasari - Bandara, anginnya, frekuensi take-off dan landing-nya, serta jumlah pesawat yang take-off / landing bersamaan [ di landasan yang berbeda tentunyah ] jadi hiburan tersendiri buat anak-anak kami.

Terakhir terakhir ini, karena anak-anak kami toh tidak jauh selisih usianya, kami bisa bikin X-Factor / Indonesia Idol mini di rumah. Kadang-kadang, bisa ajak-ajak anak-anak tetangga [ dan kalo sama mereka, pesertanya bisa sampe 20 loh ].. Dan nyatanya anak2 tetap bisa terhibur.. Orangtuanya juga, sik :D

Ternyata hiburan nggak harus mewah.  
Ternyata bahagia juga nggak harus megah.. 
Tentunya, itu jika ukuran bahagia tidak diukur dengan satuan mata uang dan atau prestise. 
#Bahagia itu #Sederhana

Catatan: 
*   kalo sekarang Bocah-Tua-Nakal :p
tulisan ini terinspirasi dari blog Mas Ananto di sini:  Hiburan Murah Meriah Menonton Kereta Api

Sunday, April 21, 2013

Tentang Kesalahan

foto dari cover buku ( free e pub)
I Forgive You: Why You Should Always Forgive http://www.smashwords.com/books/view/13176
PERNAH NONTON dong film Spiderman ?Tau dong episode Sandman ?

Yang menyenangkan dari film Spiderman (entah itu karena Marvel Comics-nya yang punya ciri khas tokohnya adalah "spiderman juga manusia" "manusia biasa penuh problematika" atau gegara aksi pembuat filmnya), ternyata ada banyak sisi yang bisa dilihat dalam sebuah kejadian. termasuk dalam peristiwa pembunuhan Ben Parker, konflik antara Mary-Jane dan Peter, dan lain-lain.

Dalam kasus Ben Parker, penembakan yang menewaskannya itu terjadi tidak disengaja. Pelakunya betul2 berada dalam keadaan yang "sangat membutuhkan", akan tetapi lingkungannya tidak peduli. 
Terpojok.. 
Dan setelah apa yang terjadi, si pelaku (yang kemudian bermutasi menjadi Sandman) menyesalinya setiap malam.

Saya yakin setiap kita pernah membuat kesalahan dalam hidup, baik sadar maupun tidak. Kesalahan itu sendiri mungkin sudah sesuatu; tetapi rasa bersalahnya itu sendiri adalah sesuatu yang lain.

Saya sendiri pernah juga melakukan kesalahan. Saat itu terjadi, saya tidak menyadari kesalahan itu. Dalam kasus saya, tepatnya: saya terlalu egois untuk sadar bahwa itu adalah kesalahan. Tetapi ketika tahu, nyatanya saya jadi kepikiran setiap saat setiap waktu..  dan belum terhenti sampai akhirnya bisa minta maaf secara langsung --dengan penuh perjuangan ituh, karena xiaolongnv  orangnya juga sudah 16 11 tahun menghilang dan ngga mudah nyarinya-- 

...Dan karena saya alami sendiri, saya tahu beratnya minta maaf itu. Seperti itu juga saya paham beratnya memaafkan. Dan saya salut pada mereka yang melakukan itu dengan mudah, tetapi tetap serius ( bukan cuma sekedar maaf di mulut ).
Karena itulah,  ketika Peter Parker berkata "I forgive you" pada Sandman setelah tahu apa yang terjadi --dan tentunya karena saya punya penyakit kegeeran tingkat tinggi hingga selalu mengambil kesamaan dengan apa yang pernah saya alami sendiri--  entah kenapa, saya kok jadi ikut-ikutan merasa lega.

Mungkin pada dasarnya manusia memang ingin merasa "diterima". tidak dianggap berbeda. Sukur2 bisa disayangi --natapi kalo bagian terakhir ini, tentunyah ada klausul: syarat dan ketentuan berlaku :p




catatan: 
1. Tulisan ini sebenernya editan ulang dari status FB ane tanggal 14 Januari 2013, abis nonton film Spiderman untuk kesekian kalinya di layar kaca
2. Ya, tulisan ini ada hubungannya, tetapi tidak terbatas, denganmu.. sebelum kamu nuduh aku akui duluan :p

Monday, April 1, 2013

Blessing in Disguise


SUDAH BEBERAPA HARI ini saya kepingin banget makan kue barongko, penganan asal kota makassar dibuat dari sari pisang dan santan dibungkus daun dan dikukus.

Mengetahui ia dijual di salah satu rumah makan Lautan apaa gitu (asuhan) Daeng Naba di Blok S, saya dan istri pergi ke sana. Tetapi ternyata habis.   
Lalu kami pergi lagi ke lokasi Daeng Naba lainnya di Ampera (Raja Lautan?), ternyata di situ malah tidak jualan barongko.   
Yasutralah, karena memang niat nyarinya barongko, maka pergilah kami mau cari ke tempat lain
::padahal udah sempat di situ ga sengaja papasan dengan teman SD, bu dokter Vivien, segala di sana --ini apa hubungannyaaa, coba ?!

Karena memang diniatkan pergi cari barongko sembari kepingin numpang shalat di Masjid At Tiin TMII, maka bergeraklah kami ke arah sana dengan berbekal informasi kawan, yang mana katanya tidak jauh dari perempatan Tamini Square ada rumah makan makassar yang cukup lengkap. Tapi ternyataaa... tidak ketemu juga. 
Akhirnya, kami keterusan.. dan sampailah kami akhirnya di Pusat Grosir Cililitan (PGC).

Kesal ? So pasti
Capek ? Iyalah, macet jeh :p
Ini sepertinya mengesalkan ya ? Barongko sepertinya ngga kesampaian, Ashar di At Tiin pun sepertinya ngga dapat juga.

Karena toh alarm adzan ashar sudah berbunyi, kami niat masuk saja ke PGC, sembari gegetun komat kamit ngomel ngomel dalam hati.   Eh.. ndilalah kok pintu masuknya terlewat sehingga kami harus masuk ke gedung parkir, langsung ke lantai 5.. Dan eh lha kok lantai 5 penuh disuruh naik lagi ke 6.  Di lantai 6 yang kosong, gokil, ternyata saya salah belok malah naik lagi ke rooftop (lantai A katanya)..
Kali ini ngga cuma saya yang ngomel, istri saya juga ngomel..
Tapiii.. mendadak, kok saya merasa tenang ya ?! 
Mendadak saya kepikiran "Segala Sesuatu Terjadi karena Sebuah Alasan". Jadi, dengan santainya saya malah bilang, "Yah, kalo terlewat kan tinggal turun.." 

Masih di atap PGC itu, mendadak mata kami terpaku pada sebuah bangunan yang ada..  
Itu masjid. 
Ngga megah, ngga mewah, tapi itu masjid cukup besar dan (herannya) kami merasa masjidnya teduh..
Yang ada kami berhenti di situ dan langsung menunaikan shalat ashar. 
Beruntung karena pengunjung sangat banyak, meski ketinggalan jamaah utama pas awal waktu, tetapi ada aja jamaah shaf sehingga kami terhitung berjamaah.. AlhamduliLlaah. Selesai shalat, suasana batin saya dan istri kok ya mendadak jadi ringan dan tenang :D

Luar biasa. 
Kenapa luar biasa ? Karena bayangan saya mushalla di pertokoan itu ruangan yang gimanaa gitu, Tergantung landlord-nya juga sih: Ada yang baguuus banget. Ada juga yang asli ngga kerawat sampe karpetnya pun bau saking ngga pernah dirawatnya :(
Tapi yang ini.. masyaa Allah.. ini masjid, loh bro..  Asli masjid di atas bangunan "mall"..

Oke, tuntas sudah satu niatan.

Mumpung sudah di PGC, saya ajak istri ke bagian foodstreet nya, disebutnya Halte Walk kalo ngga salah.

E ternyata, yaolooo..  saya malah menemukan kedai masakan makassar di sana, lengkap dengan kue-kue barongko, jalangkote, dadar gulung, sampe otak-otak.. es pisang ijo, pallu butung, sampe es kacang merah.. makanan mulai dari coto, konro, aneka ikan bakar, pallu mara, sampe sop sodara yang asli susah sekali menemukannya di Jakarta ini..



Jujur ya, saya jadi semakin percaya bahwa 
1) Segala sesuatu terjadi karena (atau untuk) sebuah alasan
2) TUHAN menyiapkan akhir yang indah untuk kita --bila kita percaya ^ ^

Kalo barongko di tempat yang kami tahu biasa jual tidak habis, mungkin saya ngga tau di atas tempat ini (meski saya biasa ke sini --transit antar jalur busway-- ngga pernah ke atas-atas) ada masjid yang cukup bagus, dan image saya tentang tempat ibadah di mall/pertokoan masih buruk.

Kalo ngga kayak gini, mungkin saya malah ngga kebagian barongko sama sekali. Malah jadi ngga pernah nikmatin sop sodara di luar sulawesi.

Dan kalo ngga kayak gini, mungkin titipan tas anak saya yang rusak parah harus saya beli dengan harga yang mahal (dimana akhirnya saya dapat di PGC setengah harga dari pertokoan dekat rumah)..

Mungkin inilah yang disebut Blessing in Disguise.
Enggak tau juga, deh.  Makanya saya bilang mungkin.

Jadi kepikiran dengan masalah saya yang lain.
Mudah2an demikian juga.

Saya yakin TUHAN menetapkan segala sesuatu karena atau untuk sebuah alasan yang ujungnya indah bagi saya. 
TUHAN, saya percaya..
Aamiyn.

Saturday, February 23, 2013

Lagi Sok Mikir


Tengah malam gini, suka mikirin apa apa yang dilakukan hari ini.
Kadang2 suka keterusan sampe soal kemarinnya..
Dan kadang2 soal kemarinnya kemarin..

Seringnya suka lucu sih melihat masalah yang (saat itu) tampak besar dan atau urgent, ternyata kalo sekarang dipikirnya, ternyata bukan masalah yang cukup berarti atau bisa diselesaikan dengan mudah kalau pakai cara lain.  Sebaliknya, kadang melihat sebuah permasalah yang (saat itu) tampaknya sepele, e ternyata kalo sekarang diliat-liat lagi sebetulnya efek/akibatnya penting banget sekarang/saat ini.
+ lucu juga, nggak ?
- enggak lucu, pastinya :p

Sempat beberapa kali juga mengalami perkara sepele seperti salah pengertian, yang sebetulnya bisa di-clear-kan dengan mudah, jadi panjang hanya gara2 kita sedang banyak pikiran alias ngga bisa mikir panjang dan jadinya langsung erosi emosi...   Dan gara2 cimory emosi beginian, saya nyaris menghancurkan hubungan dengan kawan lama masa kecil (e sampe gede, ding) yang 11-12 tahun kepisah dan baru ketemu lagi sekarang
<-- oh iyes, ini kejadiannya udah beberapa minggu yang lalu.. pan ini contoh, ngga harus apdet kek infotenmen dong ? *tuwing tuwing* :p

Jadi mikir-mikir deh: Tenang dan Pengendalian Diri itu penting sekali.
Tiap orang (teorinya) bisa, kok.. karena tenang itu suasana, sedang pengendalian diri juga bukan ilmu silat yang belajarnya susah.. Ini tinggal bagaimana membangunnya dan atau mengkondisikannya saja.

Jadi inget jaman dulu pernah latihan silat pernapasan. Intinya sih dengan berlatih, kita jadi "menguasai" tubuh kita sendiri, maka jadi PD dan tenang karena full control atas bodi kita.  Habis itu, latihan tahap selanjutnya, sama si pelatih kita disambitin pake arang yang masih nyala membara dan atau pake korek api.
Dalam keadaan PD dan (jadinya) tenang, sepertinya arang membara itu bergeraknya perlahaan banget kayak slow motion film silat jaman dulu.. Kita cukup bergerak seperlunya aja maka.. bye bye arang membara ^ ^

Oh, oke deh.. kalo itu pake latihan.

Yang ngga pake latihan juga ada kok.
Saya pernah ngebut karena ngejar jam siaran di Kendari. Di depan Masjid Agung Kendari, mendadak ada becak dari kiri jalan mendadak melakukan gerakan langkah tegap belok ke kanan maju jalan,  sementara saya yang ambil satu jalur di sebelah kanan dia sudah terlalu dekat untuk merem atau menghindar.. Sudah dapat ditebak, saya menghantam becak itu dan tubuh saya terlontar jauh sampe 5-6 meteran melintasi jalanan sisi kanan (yang untungnya kosong) kayak angry bird; kemudian jatuh dengan kepala lebih dulu, terseret seret sampai masuk selokan di ujung jalan sebelah sana.
PS: becaknya bergeming pun tidak. Asli nggak adil! Huehueheu :p

Entah kenapa saat itu saya tenaaang sekali. Jadi perasaan saya saat "terbang" itu saya sadar loh saya sedang terlontar; dan masih bisa mikir begini: "Oh, gini toh rasanya jadi superman. Asik juga.." baru kemudian jatuh dengan kepala dulu <-- don wori, stuntman-nya aman kok, kan pake helm cakil :D

Trus ini cerita maksudnya apa ?

Maksudnya, bahkan dalam situasi kayak begitu, kalo pikiran/jiwa sedang tenang.. ya bagaimanapun tetap aja kita tenang. Itu kan soal kondisi yang terciptakan dengan menjaga kondisinya.
Artinya, kalo kita mau, kita sendiri bisa membuat kita tetap tenang dalam keadaan bagaimanapun.
Ketika tenang itu sudah ada, mau ada aksi apapun. reaksi kita tetap akan terkendali dan insyaa Allah kita bisa menghindari konflik yang tidak perlu.

Coba deh.

Terserah mana yang lebih mudah. Pake latihan (silakan tanya sama yang ahlinya), atau mengkondisikan diri aja. Semoga setelah itu bisa kita lakukan, kalo kebetulan lagi iseng kayak saya gini mikir2in yang tadi atau kemaren atau kemarennya lagi, tindakan yang kita sesali atau ngga pas itu bisa kita minimalkan, syukur-syukur ngga perlu terjadi.

Mohon maaf kalo kepanjangan. Ini nulisnya sambil ngantuk. Isi pikiran juga udah ngelayang-layang entah kemana..
PS: ngga pake daun khat kok. ciyus.. :p

Semoga bermanfaat.
Kalo enggak, mohon maap ya? :D

Wednesday, January 30, 2013

Sambat


ya Allah ya TUHAN ku,
terima kasih. 
hidupku ini mungkin tidak selalu sesuai yang aku inginkan,
tapi sekarang aku tahu bahwa Engkau menyiapkan hidupku seperti yang aku perlukan.

tapi TUHAN.. 
jujur-jujuran ya,. 
saya ini orangnya ndableg je.. 
meski saya tahu Engkau menciptakan manusia itu dengan kebebasan memilih.
tapi kalo Engkau pasrahkan pilihan saya pada diri saya, mesthi lho nanti saya malah kesasar ke arah yang buruk.. 

lha mbok nyuwun tulung tangan saya diiket dengan tali-Mu
lalu Engkau tariklah biar saya tetap di jalan-Mu..
kalo saya masih rada error, nyuwun tulung di-slenthik sedikiiiit aja –jangan keras-keras tapinya ya–
insyaa Allah saya akan jadi lebih baik lagi, minimal buat diri saya dan keluarga..  
aamiyn

matur sembah nuwun

post ulang dari https://www.facebook.com/notes/antonius-mikael-suryawardhana/sambat/10150431493917663