Showing posts with label lagiingat. Show all posts
Showing posts with label lagiingat. Show all posts

Wednesday, December 5, 2012

Tentang Hidupku


Ya Allah,

Sedangkan aku tidak tahu kapan expired-date hidupku
Namun aku....

Ya Allah, ampuni aku

Tuesday, December 2, 2008

BayuGawtama: Sobat, Tolong Bantu Jawab SMS Ini...

Berikut adalah email Mas Gaw di forum_ayah@yahoogroups.com
Barangkali ada diantara rekan2 yang memiliki kelapangan rizki bagi mereka di bawah ini ?

Jujurly ma friends,
saya selalu iri dengan orang2 seperti Mas Gaw, juga Mas Andi PS cs di ACT, juga Mbak Kosi cs di Portalinfaq, juga dengan tim lapangan TIC (a.l -oom Budi Panci, oom Wisnu, nte Peni, nte Desma, nte Lina, oom Gerrit, oom Tj, dll dsb)..  Juga dengan Bu Edo dan teman2  (that means you brother Don, mbak Putri, dll dll saya malah sudah lupa nama-namanya), juga Mbak Rina dan Mas Heli di kelompok lain, bahkan dengan kawan-kawan saya di sini Lia, Ima, dan Mega.. (tidak disangka2 mereka bertiga ini relawan pengajar untuk anak2 "kolong") dan semua teman2 yang saya lupa sebut namanya..

Mereka semua yang saya sebut di atas ini berinteraksi langsung dengan mereka yang membutuhkan. Mereka care dan dengan sigap bertindak setiap saat dibutuhkan. Tanpa memandang agama, tanpa memandang ras, tanpa memandang status

Saya..?
Saya sempat mencoba ikut, tetapi ternyata saya tidak sekuat itu komitmennya.
Ini memang memalukan. Tapi yah.. gimana lagi.. Saya ngga akan menutup-nutupinya. Inilah saya, manusia yang baru bisa berkomitmen tetapi ternyata mempertahankan komitmen tidak semudah kelihatannya.

Tapi saya tahu, setidaknya saya masih bisa melakukan satu hal..Saya masih bisa, setidak-tidaknya,  menyebarluaskan jangkauan tawaran ini..
Btw, jika rekan2 ingin bertindak "sendiri" tidak melalui siapapun, saya rasa Mas Gaw tidak akan keberatan untuk memberikan informasi yang diperlukan.

BR, ari.ams.latoeng


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Bayu Gautama <bayugautama@yahoo.com>
Tanggal: 2 Desember 2008 20:26
Subjek: [Forum_Ayah] Sobat, Tolong Bantu Jawab SMS Ini...
- Sembunyikan kutipan teks -

Dalam sepekan ini, saya intensif berkirim pesan singkat dengan Ibu Uun, relawan kemanusiaan di Parung Panjang. Atas jasa ibu Uun inilah, akhirnya kami, para relawan_pelangi memupuk keberanian mengetuk hati para dermawan untuk berbagi cinta Idul Adha di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, tanggal 8 Desember 2008 nanti.

Setelah berkali-kali menyambangi langsung desa yang dimaksud, kami melihat langsung kondisi sebuah desa yang sangat memprihatinkan. Desa Jagabita, hanya satu dari beberapa desa di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor yang merupakan desa tertinggal. Tingkat perekonomian yang rendah, pendidikan yang carut marut, keterampilan yang minim, dan akses pengetahuan yang terbatas, membuat desa tersebut dikelilingi berbagai problem.

Salah satu problem terbesar adalah kesehatan. Kasus gizi buruk bisa ditemui di banyak rumah-rumah di desa itu, juga beragam penyakit lainnya seperti TBC, kaki gajah, kanker terus menggerogoti kekuatan masyarakat. Mereka sangat miskin dan semakin tak berdaya karena tak memiliki cukup uang untuk biaya ke puskesmas. Kartu Gakin sangat mahal harganya, kadang mereka harus mengeluarkan uang sampai Rp. 350.000,- untuk mendapatkan kartu tersebut. Padahal, untuk ongkos ojek ke puskesmas yang sepuluh ribu saja mereka tak sanggup.

Pekerjaan rata-rata sebagai petani penggarap sawah dan ladang yang bukan milik sendiri. Dengan kondisi demikian, sekolah tak lagi penting buat keluarga miskin disana, bisa makan saja sudah bagus. Maka tak heran, jika ada sekolah yang terbengkalai, madrasah tak terurus, bangunan majelis yang nyaris roboh. Nasib guru pun menambah pilu keterpurukan sebuah komunitas, komunitas tertinggal. Ya, guru mengaji seperti Maryudi yang hanya dibayar Rp. 100,-/minggu per anak. Angka yang bahkan tak pernah dilirik oleh anak-anak kita.

Ibu Uun, adalah sosok perempuan berani yang tak pernah setengah-setengah berbuat untuk kampung yang bukan kampung aslinya. Ia hanya peduli pada urusan kemanusiaan, semangatnya tak pernah kendor meski beberapa kali diteror, didatangi aparat, bahkan diusir dari tempat tinggalnya sendiri. Saya hanya bersimpati melihat perjuangannya, agar ia tak sendiri berjuang untuk desa itu.

"Kalau saya diam saja, tahun ini dan tahun-tahun berikutnya akan banyak anak-anak yang mati pak… mati karena kekurangan gizi," Wanita ini bisa menunjukkan kepada Anda, tentang Ayu yang berusia 12 tahun hanya punya berat badan 10 kg, atau Chairul bocah 8 tahun dengan berat badan 9 kg. Ada juga Resa putri Guru Maryudi, usianya 4 tahun dengan berat badan di bawah 7 kg. Tanya sama bu Uun, berapa banyak lagi anak-anak seperti Chairul, Resa di desa itu, saya yakin Anda tidak akan sanggup mengikuti jejak langkah Ibu itu untuk menyambangi rumah-rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak gizi buruk atau warga lain dengan jenis penyakit lainnya.

Memang kegiatan sehari tak menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Tetapi bergerak dan bergabung dalam aksi nyata, jauh lebih bermanfaat ketimbang sumbang komentar, setidaknya bantulah menyebarkan informasi ini.

Oya, kembali soal pesan singkat (SMS) yang dikirim Ibu Uun dalam sepekan ini, berikut saya kutipkan bunyi SMS-nya:

SMS 1: "Aswr. Pak mau menolong ibu aan gak, tumor tulang parah, sekarang ada di rumah saya. karena diusir sama suaminya, plus dengan anak-anaknya 8 orang"

SMS 2: "Aswr. Mas Gaw, di rumah ada anak yang dibuang sama bapaknya. Umur 7 tahun, cewek, namanya Ipah. Ipah minta disekolahkan. Mas Gaw mau cariin orang tua asuh dong untuk Ipah, tks…"

Hmm… dua SMS dulu ya, bantu saya menjawab SMS-SMS ini. Dalam sembilan bulan terakhir, saya sudah sering menerima SMS semacam ini dari Ibu Uun. Saya minta tolong bukan karena saya lelah, tapi saya ingin berbagi kesempatan, berbagi ladang amal buat saudara-saudara. Terima kasih

Wassalaam
Gaw

a. BCA KCP Cinere No. Rekening :267-106-5401 atas Mohd. Heriyadi Arifin
b. Bank Muamalat Cab. Arthaloka No. 9000-251-877 an Kosirotun
c. BNI Cab. Bekasi No. 001-558-7547 an Kosirotun
d. Mandiri KCP Jkt. Wisma Indosemen : No. 122-000-441-8870 an Kosirotun
(mohon konfirmasi setelah transfer ke nomor 08128510372 dengan Kosirotun, ketik; nama spasi jagabita spasi jumlah)

silahkan lihat semua informasinya di
http://warnaislam.com
http://gawtama.multiply.com


Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://bayugawtama.net
087 87 877 1961

Wednesday, November 19, 2008

Makan Apa ?

pesan mas gaw yang saya ambil dari idaarimurtiandfriends

dulu tahun 92, sekelompok mahasiswa kampus kami pernah membuat acara  live in..  boleh percaya boleh tidak, acara itu murni  diusulkan , didanai, dan dilakukan oleh mahasiswa yang baru naik ke tahun kedua :)
tujuan dari live in itu adalah hmm.. gampangnya kayak.. Jika Aku Menjadi.. deh
bedanya, dalam live in, full 3-4 hari berbaur --salah-- "menjadi" bagian dari keluarga yang sebelumnya tidak kiat kenal dan tidak terbayang seperti apa kehidupannya itu.. mencoba melihat situasi dari kacamata orang lain, yang mungkin sekali lebih berkekurangan dibanding kita (kalo pun justru kita yang lebih kekurangan, setidaknya situasi dan kondisi untuk mengambil keputusan, dan atau caranya, masak sih ya 100% sama persis dengan yang kita alami, tha ?)

saya sendiri, saat itu pertama kali dalam hidup saya makan tiwul.. ( bukan nasi aking ! suwer, bukan nasi aking..! ). kali pertama sih rasanya eksotis.. gilaaa, guwa makan tiwul, jek.. siangnya ketemu tiwul lagi, malamnya ketemu tiwul lagi..
mulailah saya merasa heran akan kedayatahanan keluarga baru saya. ternyata kuncinya adalah mensyukuri nikmat-Nya, teman-teman.. keluarga ini menyikapi segala hal sebagai anugerah Tuhan.

itu dari satu sisi. di sisi lain, saat itu saya merasa ingin sekali membelikan mereka sesuatu, yang meski pun mungkin saya mampunya cuma membelikan sekali, tapi insya Allah lebih baik dari yang biasanya mereka makan.. tidak sekedar perbaikan gizi, lha wong cuman sekali.. tapi itu adalah wujud kepedulian yang pasti bisa mereka rasakan juga.
pikiran saya simpel, jika tiwul saja mereka syukuri seperti itu.. bagaimana jika yang terhidang itu tongseng  kambing--misalnya-- ?

untuk membeli sesuatu itu..saat itu saya gagal, teman-teman.. bukan apa-apa, lha anu.. waktu itu saya bodho banget (sampe sekarang masih, sih..) tidak kepikiran oleh saya pinjam kendaraan rekan saya sebentar ke kota (rada) besar terdekat..
tapi ya emang ga kepikiran, abis gimana yah.. to be jujurly ya, saya baru bisa naik motor itu ya setelah itu.. dari situlah saya tahu uenaknya naik motor --dan keterusan, sampe sekarang..

kali ini ada tawaran serupa. (bukan tawaran naik motor, mas.. suwer deh..) bagaimana jika kita sekali2 berbagi rasa syukur dengan kawan-kawan ini ?
bukan berarti mereka belum bersyukur..
pikiran saya simpel, selain mereka mestinya akan --mudah2an-- jadi merasa tidak dipinggirkan --ada yang perhatian, gitu loh--...... kalo buat saya, belajar berbagi begini sebenarnya baik buat saya, sebab dengan demikian saya juga belajar bersyukur..

bagaimana dengan teman-teman ?

BR, ari.ams
 

---------- Forwarded message ----------
From: bayugautama 
Date: 2008/11/19
Subject: Makan Apa?
 
Waktu saya kecil, ada sebuah permainan kelompok dengan cara bernyanyi yang judulnya "Sedang Apa?". Dimainkan oleh dua kelompok anak yang dimulai dengan pertanyaan "sedang apa?" kemudian dijawab oleh kelompok kedua misalnya, "sedang makan, sekarang makan apa, makan apa sekarang?" Masih ingat dengan permainan ini?

Saya tidak tahu apakah saat ini permainan yang cukup menggali kreativitas anak ini masih disukai anak-anak atau tidak, masih diajarkan guru-guru di sekolah atau tidak. Tapi dugaan saya, masih ada sekolah-sekolah yang mengajarkannya kepada para muridnya. Namun saya tidak sedang ingin membahas kreativitas permainan tersebut, melainkan hal lain.

Seandainya pertanyaan "makan apa?" itu disodorkan kepada Chairul, 7 tahun, bocah penderita gizi buruk di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, sudah bisa dipastikan ada tiga jawaban; "nasi", "kerupuk" atau "nggak makan".

Irul, anak yang sudah ditinggal `kabur' ayahnya sejak ia berumur kurang dari tiga tahun itu hanya berbobot 13,5 kg. Anak lain seusianya yang tumbuh sehat dan normal memiliki berat badan berkisar 25 – 30 kg, bahkan ada yang lebih dari itu. Dari angka tersebut, jelas Irul tidak normal. Perutnya buncit dengan tulang-tulang iga dan pangkal lengan yang menonjol, wajah pucat, mata yang kosong, diduga anak ini menderita gizi buruk.

Irul hanyalah contoh potret sebagian anak negeri ini, anak-anak yang tidak punya pilihan untuk makan. Kalau pun ada, pilihannya hanya dua, makan seadanya atau tidak makan sama sekali. Jangan membayangkan "makan seadanya" itu seperti di meja makan kita, "seadanya" itu bisa berarti ada sayur, ada ayam, tahu, tempe, sambal, ada juga telur. Namun "makan seadanya" di rumah Irul itu ya hanya nasi tanpa pelengkap, atau adanya singkong, bahkan tidak ada apa-apa.

Tidak sedikit orang tua yang kebingungan urusan makan ini. Ada anak-anak di luar sana yang mau makan saja susah, berbeda dengan anak-anak lainnya yang susah disuruh makan. Hampir mirip sih, yang di luar mau makan susah, sedangkan anak-anak lainnya disuruh makan susah.
Sama-sama susah dan sama-sama bikin bingung orang tua. Yang satu bingung anaknya makan apa karena tidak ada apa-apa, yang lain bingung membujuk agar anaknya mau makan, sampai-sampai apapun akan disediakan.

Ide menarik, sesekali ajaklah anak-anak kita yang sering susah disuruh makan itu untuk bertemu dengan anak-anak yang kurus kering perut buncit yang mau makan tapi sering tidak punya apa-apa untuk dimakan. Entah mereka akan mengerti atau tidak, setidaknya mereka mulai ditunjukkan pada lingkungan yang jauh dari yang sehari-hari dilihatnya. Bahwa mereka semestinya bersyukur masih bisa bertemu makanan lezat setiap hari, ketimbang anak-anak lain yang tak seberuntung dirinya. Kalau pun anak-anak masih terlalu kecil untuk mengambil pelajaran dari kenyataan itu, mungkin orang tuanya yang bisa belajar bersyukur dan berbagi.

Memang kasus gizi buruk tak semata karena faktor kemiskinan. Tradisi dan minimnya pengetahuan tentang makanan murah dan bergizi pada masyarakat kita pun mempengaruhi kondisi tersebut. Tetapi jelas kemiskinan menjadi penyebab utama terjadinya kasus gizi buruk dan busung lapar di berbagai daerah, sebuah kenyataan yang dulu hanya kita lihat terjadi di negeri lain.

Teman saya pernah berpesan, "kalau cangkir kepenuhan saat menuang teh dari teko, tuangkan ke cangkir yang lain. Mubazir kalau sampai luber dan tumpah ke meja". (gaw)

-----------------------

Relawan Pelangi, Portal Warnaislam.com, Komunitas MPers (Multiplyers),
Komunitas My Quran, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Remaja Masjid
Attin, YISC Al Azhar, mengajak Anda bersama-sama bahu membahu
membuktikan cinta, dengan mengadakan bakti sosial di Desa Jagabita,
Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Kegiatannya berupa layanan
kesehatan, perbaikan madrasah dan bangunan majelis ta'lim serta
pemotongan hewan kurban pada saat hari raya Idul Adha nanti. Kegiatan
akan dilangsungkan pada hari raya Idul Adha tahun ini, tanggal 8
Desember 2008 usai sholat Id.

Informasi kegiatan hubungi :
Gaw 0852 190 68581
Balisdjadi 0813 999 80000

- BCA KCP Cinere No. Rekening :267-106-5401 atas Mohd. Heriyadi Arifin
- Bank Muamalat Cab. Arthaloka No. 9000-251-877 an Kosirotun
- BNI Cab. Bekasi No. 001-558-7547 an Kosirotun
- Mandiri KCP Jkt. Wisma Indosemen : No. 122-000-441-8870 an Kosirotun

Mohon konfirmasi ke nomor 08128510372 (Kosi), ketik: nama spasi
jagabita spasi jumlah donasi

Friday, November 7, 2008

YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN

as.wr.wb,

subhanaLlah
Insya Allah, ini kisah nyata
meneruskan dari kawan

was.wr.wb,
ari.ams


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Daniman, Ardi
Tanggal: 6 November 2008 16:19
Subjek: FW: YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN 

-fwd-

Semoga bermanfaat


From: Indajani, Ina

Sent: 06 Nopember 2008 16:01
Subject: FW: YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN

-----Original Message-----
From: Erika, Ade Chika
Sent: Thursday, November 06, 2008 11:00 AM
Subject: FW: YUSUF MANSUR VS SEKURITI POM BENSIN

 

Ini ada cerita ringan, dialog antara Ust. Yusuf Mansur dengan Security POM Bensin

Agak panjang, tapi percaya deh enak kok dibacanya ….

SEMOGA BERMANFAAT

 

Banyak yang mau berubah,
tapi memilih jalan mundur.

Andakah orangnya?


Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz".
Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. "PakUstadz!". Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
"Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…". Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
"Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet ya".

***

"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini. Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.
"Udah shalat ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?"
Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.
"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang 'alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari senang".

Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan Allah".
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Yang kedua, keluarin sedekahnya".
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz,  pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya".

Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, "Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?". Si sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?". Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin," katanya, manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!

Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.

***

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya.
"Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.

Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak", begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.

Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya.. Malah tambah cerah muka nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.

Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.

Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah, Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya Allah.

Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia.
Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.

Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.
Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.

Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman parkir rumah sakit Harapan Kita.. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara semua.

Dari semalam saya tulis esai ini. Tapi rampungnya sedikit sedikit. Ini juga tadinya bukan esai sekuriti ini yang mau saya jadikan tulisan. Tapi ya Allah jugalah yang menggerakkan tangan ini menulis.

Semalam, file yang dibuka adalah tentang langkah konkrit untuk berubah. Lalu saya lampirkan kalimat pendahuluan. Siapa sangka, kalimat pendahuluan ini saja sudah 10 halaman, hampipr 11 halaman. Saya pikir, esai ini saja sudah kepanjangan. Jadi, ya sampe ketemu dah di esai berikutnya. Saya berhutang banyak kepada saudara semua.. Di antaranya, saya jadi ikut belajar.

Semalam saya ikutan tarawih di pesantren Daarul Qur'an internasional. Sebuah pesantren yang dikemas secara modern dan internasional. Tapi tarawihnya dijejek 1 juz sekali tarawih. Masya Allah, semua yang terlibat, terlihat menikmati. Ga makmumnya, ga imam-imamnya, ga para tamu dan wali santri yang ikut. Semua menikmati. Jika ada di antara peserta KuliahOnline yang pengen ikutan tarawih 1 juz ini, silahkan datang saja langsung ya. Insya Allah saya usahakan ada. Sebab saya juga kebagian menjadi salah satu imam jaganya. Ya, kondisi-kondisi begini yang saya demen. Saya kurangin jadwal, tapi masih tetep bisa ngajar lewat KuliahOnline ini. Dan saya masih sempet mengkader ustadz-ustadz muda untuk diperjalankan ke seantero negeri. Sementara saya akhirnya bisa mendampingi para santri dan guru-guru memimpin dan mengembangkan pesantren Daarul Qur'an ini.

Ok, kelihatannya matahari sudah mulai kelihatan. Saya baru pulang juga langsung dari TPI. Siaran langsung jam 5 ba'da shubuh tadi. Istri saya meluncurnya dari rumah. Doakan keluarga kami ya. Saya juga tiada henti mendoakan saudara dan jamaah semua


Tuesday, September 23, 2008

hikmah musibah

foto orisinil karya ryanfitro
link http://images.ryanfitro.multiply.com/image/4/photos/20/500x500/5/IMG-5860-2.JPG?et=getmoeyHqez0ygU37doizw&nmid=116792633


sabtu, 20-09-2008.

hari itu sebenernya rada menyebalkan. udara begitu panas sementara anginnya juga seolah berhenti bertiup. betul-betul membuat suasana hati ngga enak. yang rencananya mau jalan-jalan ke rumah saudara di timur jakarta dan dilanjut ke sebuah acara buka puasa harus batal karena mobil butut kami tidak mau menyala. betul-betul suasana hati kami buruk sekali. mungkin hari itu puasa kami tidak dapat ponten apa-apa selain lapar dan haus..:(

tapi sorenya, rasanya tidak tega melihat anak2 kami yang telanjur berharap jalan-jalan.. mau jalan-jalan ? hayuk lah. akhirnya saya mengajak istri dan ketiga krucil kami naik motor, menjelang buka puasa, ke acara buka puasa bersama kawan2 sebuah mailing list di McD Tebet --bukan karena sok mewah-mewah, melainkan karena kawan-kawan yang berhati mulia ini membuat acara buka puasa bersama anak2 yatim di sana. dan saya ingin berbagi kepedulian itu dengan anak-anak kami sehingga kami memutuskan membawa mereka semua serta.

well karena tidak dipersiapkan untuk "jadi" berangkat, kami tentu saja terlambat sampai di sana. sampai di sana, acara sudah hampir selesai dan praktis kami hanya seolah numpang kop-dar sambil makan.. berlalu hampir begitu saja hampir tanpa kesan..kepedulian yang ingin saya tanamkan pun sirna bagai impian

pulang, entah kenapa bensin yang tadi masih sepauh kini ada di bawah huruf E. kebetulan ada di simpang antara tendean dan bangka I, saya belokkan ke bangka I berharap para tukang jual bensin pinggir jalan belum tutup..
malangnya, kami tidak bernasib baik. persis setelah melalui tanjakan dan pertigaan Bangka II, motor kami mogoklah sudah..
dan terpaksalah kami lima anak-beranak berjalan kaki sambil mendorong motor ke tukang bensin terdekat --dengan catatan kalau masih buka.

tiba-tiba seorang tukang ojek menghampiri kami
"kenapa Bos ?"
"bensin abis Bang"
"lah emang tadi si Bos kagak ngecek tadi sebelum berangkat ?"
"nah orang tadi berangkat masi separoh Bang.."
dia terdiam sejenak, lalu bertanya, "nah ini mau kemana ?"
"jalan ampe nemu tukang bensin"
"wah.." sambil melirik jamnya, " mana ada tukang bensin pinggir jalan jam segini. udah gini aja, biar keluarga nunggu di sini di warung rokok sini istiahat, si Bos sama saya aja cari tukang bensin bawa kamari botolnya ntar dibalikin.."
bagus juga idenya. maka kami lakukan demikian

tukang bensin pinggir jalan memang cukup jauh adanya jam segitu. beruntunglah saya diantar pak ojek ini. saya beli bensin seliter saja, asal cukuplah sampai pom bensin betulan..

sampai kembali di motor, eh si Abang Ojek menolak dibayar.
"eh jangan, niat saya nolong Bos..Beneran lillahi ta'ala.."

sampai di situ, saya tahu bahwa kejadian hari ini memang sudah rencana-Nya.
jika saya tidak mengalami semua kejadian menyebalkan sebelumnya, mungkin saya ngga akan pernah bertemu Bapak yang sebaik ini.
ternyata MASIH ADA oang baik di dunia..
rasanya semua kejadian menyebalkan hari ini terhapus sudah oleh kebaikan hati Bapak ini

terima kasih TUHAN,
hari ini Engkau ajari kami untuk (mencoba) bersabar
hari ini Engkau ajari kami untuk terus berperilaku positif, bagaimanapun mengesalkannya hari yang kita alami
hari ini Engkau ajari kami bahwa di balik setiap "musibah" selalu ada hikmah yang bisa kami ambil

BR
ari.ams.latoeng.91

Tentang Seorang Baik Yang Telah Tiada..

Kalau Allah sudah menghendaki, maka ia tinggal bersabda Kun Fayakuun.. Maka Jadilah..

Dulu, tahun 2000, kami adalah enam sahabat yang sama-sama tugas di pelosok Indonesia Timur. Setelah kembali ke Jakarta, posisi yang dua menjauh, dan tergantikan oleh tiga orang lain. Sehingga kini menjadi tujuh sahabat. diluar jam kuliah atau jam kerja, kalau ada yang satu, yang lain ada pula.

Saat itu, dari bertujuh ini, yang empat sepakat bikin usaha sedang yang tiga bekerja di sebuah KAP/Konsultan. Yang tiga, meski ngga bisa bergabung dengan kami yang empat, punya komitmen untuk turut membantu usaha kami yang empat. Intinya, bertujuh ini sepakat untuk keluar dari PNS. Kalau istilah sahabat-sahabat dunia kang-ouw, kami bertujuh tidak minta lahir bersama, tetapi bersedia mati pada hari yang sama (taelah.. gaya lu Ri..)

Back to Laptop.

Salah satu kawan kami yang kerja di KAP, mendadak meninggal dunia. Dalam usia yang masih sangat muda 27 tahun. Meninggalkan seorang istri dan seorang bayi berusia 9 bulan.
Kami semua berkabung dan ada juga yang sedikit kecewa karena ia mendahului kami.

Saya ? cuma bisa pasrah bilang "elo emang good guy, Prend.." ini sebab saat dia married tahun lalu, satu angkatan kami hadir, dan subuh itu satu angkatan hadir juga; termasuk hadir diantaranya adalah cukup banyak angkatan kami yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang akuntan. Terharu sekali melihat kawan2 ini mau datang sejak jam 3 pagi, begitu banyaknya kawan2 yang datang sampai2 warga setempat sempat salah sangka.. 
Saya hitung jumlah yang shalat shubuh dan shalat jenazah, lebih dari 8 shaf.. dan saya yakin jumlah orang ke sampingnya lebih dari 15 orang..
(akankah bila tiba giliran saya, kawan2 saya kelak akan berdatangan seperti itu? -aih inginnya jadi good guy-)

Teman A ? saking sedihnya ia hanya bisa bilang "Elu gila lu, lu kan janji mau mampir liat-liat ke kantor baru. Gua tagih janji elu sekarang !!" seolah lupa kawan kami ini sudah meninggal.

Teman B ? ia justru menyesali nasib kawan ini yang menurut dia malang.."Prend, anak elu masih kecil Prend.. Gila lu milih ngga bertahan.."
dll dst..

Semua ini dialog di samping ambulans yang akan membawa jenazah almarhum ke kota kelahirannya. Iya, saya tahu ada beberapa kesalahan logika dalam kalimat2 kami. Tapi itulah yang terjadi saat itu. Kesedihan membuat kami seolah buta mata buta hati.. waktu itu..

Malamnya, kecapekan, bakda isya entah mengapa saya tertidur. Saya bermimpi ada di sebuah taman yang luar biasa indah. Betul2 indah pemandangannya. Bahkan iklan Salem High-Country yang tayang di TV3 Malaysia saat itu kalah jauh dengan ini. Ini aneh, saya ngga pernah bermimpi sefeminin ini. Tapi saya ikuti jalan setapak itu..
Tiba2 saya dengar suara memanggil. Saya ikuti suara itu sampai ketemu sebuah ayunan dimana kawan saya almarhum sedang bermain-main dan tersenyum.
"Elu juga kudu jadi good-guy juga dong Ri, biar elu bisa ada di tempat yang kayak gini. Elo liat deh, semua ada di sini.. "
dst dst.. ngga perlu saya ceritakan apa saja yang ada di sana..
Tapi pertanyaan berikutnya sungguh menusuk. Ia berhenti dan menunjuk, "Masalahnya, elu udah jadi good-guy belum Ri ?"
Seiring habisnya pertanyaan itu, berkelebatan segala kejadian yang saya alami dan atau lakukan muncul seolah ada layar LCD di depan mata. Melihat itu, saya hanya bisa merinding dan menangis. Ternyata saya belum pantas jadi good-guy. Jadi saya mohon ampun pada-Nya saat itu dan minta tolong jadi good-guy. Tapi saya mendadak sudah terbangun seiring adzan shubuh.

Esok paginya, saya ceritakan mimpi itu ke Kawan A yang satu kos dengan saya. Ia hanya tertawa saja. "Elu terlalu sedih Prend, kita semuanya.." begitu katanya
Mendadak, pukul 10 pagi itu kami harus pergi bertemu calon klien potensial. Maka kami, saya, kawan A, dan kawan B pergi meninggalkan pos tanpa penjagaan, hanya seorang penjaga wartel (yang sekaligus resepsionis kami) saja yang ada.
Pulang dua jam kemudian, si penjaga wartel ini menyampaikan bahwa tadi ada teman yang berkunjung. Ingin melihat kantor, katanya. Karena ia sangat meyakinkan sebagai teman kami, maka si penjaga mempersilakan kawan ini melihat-lihat. Ketika ditanya apa mau menunggu kami pulang, si tamu ini menjawab, maaf tidak bisa, saya mau pergi jauh.
Pada titik itu, kami mulai menduga-duga..  apalagi kawan2 sudah mendengar cerita saya sebelumnya.
Kebetulan saya memiliki beberapa foto lama, tapi foto ramai2, tidak ada yang close-up.
Kami minta ia menunjuk yang mana yang datang, kalau ada di foto ini. Dengan yakin, ia menunjuk wajah almarhum.
Tiga foto yang berbeda dan ia tiga kali menunjuk dengan benar. Padahal si penjaga ini belum pernah betemu sebelumnya.

Malam itu juga kami berkumpul di rumah kawan B dan mendoakan almarhum. Kami menduga2 ada apa ya ? Baru setelah beberapa lama, kami mengambil kesimpulan bahwa entah almarhum betulan entah jin baik yang menyamar sebagai almarhum, yang jelas ia menjawab semua komentar kami pagi itu

Belum ada semenit kami menyimpulkan itu, HP Kawan B berbunyi tanpa ada caller ID. Kawan B sudah menduga bahwa ini pasti ada kaitannya maka ia merekam pembicaraan itu (secara waktu itu belon ada HP pake loudspeaker gitu loh)
Dan kami yakin sekali bahwa itu mirip sekali dengan almarhum dan ia menyapa, "Halo Broer. Gimana kabarnya ? Anak elu baik-baik aja kan ? Jangan lupa elu jaga kesehatan, ya.."
Kawan kami B ini sudah tidak bisa ngomong lagi. Hanya bisa bilang iya iya dengan terbata-bata..

Saat kami mendengarkan rekamannya, kawan D --belum saya ceritakan sebelumnya tadi-- yang paling dekat dengan almarhum langsung merebut telepon dan menelepon balik. Dua kali ia telepon caller ID yang tidak nampak itu (tapi ada jejaknya sih) tertuju pada dua nomor yang berbeda, yang pertama sebuah gudang di Jakarta Utara, dan yang kedua sebuah kantor di Jakarta Barat yang sedang lembur. Dan semuanya adalah klien kawan kami ini

Saya tidak tahu apakah ini yang disebut keajaiban Tuhan.
Saya tidak berani memastikan ini betul almarhum atau hanya Jin yang memirip2kan almarhum
Yang jelas, pesan yang ditinggalkan baik. Ia mengucapkan selamat tinggal dengan membalas semua perkataan kami kawan2 dekatnya di ambulans.

Selamat jalan, kawan
Gw kangen sama elo, Prend.. Ngga ada yang ngomelin gw lagi kalo gw males shalat di awal2 waktu..
Gw masih berusaha jadi good-guy Prend. But believe me it's soo hard.. Sebab good guy versi elo itu ngga cukup jadi orang baek, tapi juga jadi orang bener. Nah gw ini baek aja belon beres, apalagi benernyee..?!
Wish you still happy on "the garden" there and may God bless you forever, here on earth and there.. and  later..

BR, ari.ams
In memoriam of our friend AA, Aug 1973 - July 2000

Tuesday, April 29, 2008

Saya Shalat Lima Waktu. Tapi...?

I've found emails with this subject since february, and I said yes, true muslims won't do this
I also found this was posted on blogs, and I said yes, muslims shouldn't be like this
But I don't know.. when I receive this email at idaarimurtiandfriends@yahoogroups.com today, somehow I feel I am just like "this" below

-sigh-
 
---------- Forwarded message ----------
From: alfi
Date: 2008/4/29
Subject: SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI?

 
SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI?

Sebuah renungan yang menakjubkan, subhanallah, begitulah wajah umat Islam Indonesia umumnya, mungkin juga wajah umat Islam pada khususnya, sungguh tragis, dan memilukan, semoga kita semua sadar akan keislaman kita.

SAYA SHOLAT LIMA WAKTU TAPI……

Saya Sholat lima waktu tapi......

Ingat pada Allah hanya lima waktu itu saja
Dan pada masa lainnya saya lupa pada Nya
Jika Sholat saya 10 minit , maka cuma 10 minit itu saja ingat p ada Nya
Mungkin dalam 10 minit itu pun saya masih ingat selain daripada Nya.

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya tidak bersyukur pada Nya
Padahal dulunya saya amat susah
Allah yang memberi rezeki pada saya
Dengan rezeki itu saya dapat membeli rumah
Dengan rezeki itu saya dapat menampung keluarga
Dengan rezeki itu saya dapat membeli kendaraan dan sebagainya
Tapi…… hati saya masih belum puas
Saya masih tamak akan harta dunia dan masih menganggap serba kekurangan

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan perkataan yang tidak sopan kepada teman teman
Saya sering menyakiti hati mereka
Saya sering menghina mereka
Saya sering menghina keturunan dan bangsa mereka seolah olah keturunan dan bangsa saya saja yang paling baik
Pada hal saya sendiri tidak tahu persis tempat saya di mahsyar nanti

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih sombong dengan ilmu yang saya miliki
Saya masih sombong dengan amal perbuatan yang telah saya perbuat
Saya masih sombong dengan ibadah yang saya lakukan
Saya masih sombong dan menganggap sayalah yang paling pandai
Saya masih sombong dan merasa saya paling dekat dengan Allah SWT
Dengan berbagai macam cara dan berbagai argumen saya debat mereka yang tidak sehaluan dengan saya dan saya hancurkan Rumah! Ibadah mereka, saya aniaya dan saya siksa mereka dan keluarga mereka
Padahal saya sendiri belum tahu , ridhokah Allah SWT dengan apa yang telah saya perbuat itu

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menggunakan ilmu hitam untuk menjatuhkan musuh musuhku
Saya menggunakan uang bahkan harta serta pangkat dan kekuasaan untuk menjatuhkan manusia yang saya tidak suka

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya amat bakhil dan kikir mengeluarkan uang untuk zakat dan sedekah kepada fakir miskin atau kepada anak yatim piatu kerena saya takut hartaku habis dan jatuh miskin

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya masih menyimpan sifat dengki dan khianat kepada teman teman yang sukses  dinaikkan pangkatnya atau dinaikan gajinya dan atau berhasil dalam usahanya, padahal mereka berusaha  dan bekerja sungguh sungguh dan saya hanya bekerja seperti hidup segan mati tak mau

Saya Sholat lima waktu tapi....
Saya mengabaikan anak isteri yang kelaparan dan menderita di rumah, kerena saya merasa sebagai raja di dalam rumahtangga dan boleh berbuat sesuka hati

Saya Sholat lima waktu tapi....
Masih merungut dan mencaci maki bila saya ditimpa musibah, walaupun sebenarnya saya tahu sesuatu musibah itu datangnya dari Allah, karna perbuatan dan prilaku saya sendiri
Seharusnya saya sadar kepada siapakah saya mencaci maki itu ?

Saya Sholat lima waktu tapi....
Menuntut ilmu semata mata mempersiapkan diri untuk berdebat dengan orang lain atau untuk menduga keilmuan mereka dan sengaja mencari cari yang tidak sehaluan dengan saya, dan memaksa mereka mengikuti jejak langkah saya, padahal seharusnya saya sadar tujuan kita menuntut ilmu adalah supaya kita dapat berbuat amal sholeh dan  beribadah dengan khusyuk dan tidak melakukan syirik kepada Allah (mempersekutukan Allah SWT dengan yang lainnya)

Saya Sholat lima waktu tapi....

Saya enggan melaksanakan serta kurang bahkan tidak faham dengan firman Allah SWT dalam Al Quran QS: 29 : (Al-Ankabut) : 45 yang artinya Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Saya Sholat lima waktu tapi….
Saya tidak faham dan tidak tahu dan tidak menjalankan dengan benar firman Allah dalam QS 107. (Al Maa´uun) : yang artinya
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?
2. Itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya
6. orang-orang yang berbuat riya
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna

Allah SWT Maha Pengampun , dan semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr Wb

Sumber bahasa-Al-qur' an

Tuesday, April 1, 2008

Ikhlas.....

sebuah tulisan yang menarik, sangat menarik
dari MP Mas Noviyanto, sumber asli www.ukhuwah.or.id

Link

Saturday, March 22, 2008

Bimbo-Hidup dan pesan Nabi




Hidup dan Pesan Nabi

Hidup bagaikan garis lurus
Tak pernah kembali ke masa yang lalu.
Hidup bukan bulatan bola, yang tiada ujung dan tiada pangkal

Hidup ini melangkah terus, semakin mendekat ke titik terakhir.
Setiap langkah, hilanglah jatah menikmati hidup, nikmati dunia.

*Reff
Pesan nabi, tentang mati
Jangan takut mati karena pasti terjadi.
Setiap insan pasti mati, hanya soal waktu.

Pesan nabi, tentang mati
janganlah minta mati datang kepadamu,
dan janganlah kau berbuat menyebabkan mati.

*end of Reff

Tiga rahasia Ilahi yang berkaitan dengan hidup manusia
Kesatu, tentang kelahiran
Kedua pernikahan
Ketiga kematian
Penuhi hidup dengan cinta
Ingatkan diri saat untuk berpisah
Tegakkan shalat lima waktu dan ingatkan diri saat dishalatkan

*go to Reff

*Reff2
Pesan nabi, jangan takut mati,
meski kau sembunyi, dia menghampiri
takutlah ada kehidupan sesudah kau mati, renungkanlah itu
*end of Reff2

video diambil dari http://www.youtube.com/watch?v=k3xpXGUBcKs&feature=related
lirik diambil dari
http://blogari.multiply.com/journal/item/39/Mohon_Maaf_Lahir_Bathin_plus_Bimbo_hidup_dan_pesan_nabi.mp3_attch

Trio Bimbo - Sajadah Panjang




Bimbo - Sajadah Panjang

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Di selingi sekedar interupsi

Reff:
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud dan lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya
Mengingat Dikau sepenuhnya

video diambil dari http://www.youtube.com/watch?v=hZKcvG8eQx4&feature=related
lirik diambil dari http://www.rizkyonline.com/Bimbo/Bimbo-Sajadah-Panjang.html

Bimbo-Rindu Rasul




Rindu Kami Padamu Ya Rasul
Rindu Tiada Terperi

Berabad Jarak Darimu Ya Rasul
Serasa Dikau Di Sini

Cinta Ikhlasmu Pada Manusia
Bagai Cahaya Surga
Dapatkah Kami Membalas Cintamu
Secara Bersahaja

Song : Sam Bimbo
Lyrics : Taufiq Ismail

video diambil dari http://www.youtube.com/watch?v=iITBD5qYl9Y
lirik diambil dari http://dwiwahyono.blogspot.com/2007/04/rindu-rasul.html

ada sebuah kejadian yang saya alami berkaitan dengan lagu ini,dan itu membuat saya dari kemarin mencari-cari videonya.
ceritanya sendiri bisa di klik di sini
http://blogari.multiply.com/journal/item/58/Pelajaran_Agama_a_la_Anak_Nongkrong

Ilir-ilir




taushiyah : Emha Ainun Nadjib
vocal : Emha Ainun Nadjib + Hamas

diambil dari http://www.youtube.com/watch?v=ToOXG2Es234&feature=related

Istighfar (Kyai kanjeng 3/9)




taushiyah: Emha Ainun Nadjib
lagu: Kyai Kanjeng
diambil dari http://www.youtube.com/watch?v=XOkw_73daE8&feature=related

Tombo Ati




taushiyah by ust. arifin ilham
songs by opick

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sawijine sopo bisa ngelakoni
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah

Salahsatunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

lyrics taken from http://phitok-lirik.blogspot.com/2006/05/opick-tombo-ati.html
video taken from http://www.youtube.com/watch?v=CjqWIqaU7qg&feature=related

Yaa Nabi, Salaam Alayka




Taushiyah by: Ust. Arifin Ilham
Shalawat by: Haddad Alwi & Sulis

Yaa Nabi, salaam ‘alayka
Yaa Rasul, salaam.. salaam ‘alayka
Yaa Habiib, salaam ‘alayka
ShalawaatuLlah ‘alayka

Yaa Nabi, salaam ‘alayka
Yaa Rasul, salaam.. salaam ‘alayka
Yaa Habiib, salaam ‘alayka
ShalawaatuLlah ‘alayka

Anta syamsun, anta badrun
Anta nuurun-fawqo nuuri
Anta iktsiiru wa ghooli
Anta misbaahus.. misbaahus-shuduuri
Yaa Habiib, salaam ‘alayka
ShalawaatuLlah ‘alayka

...

Yaa habiibi.. Habibi yaa Muhammad
Yaa ‘aruusal khoofiqoini
Yaa muayyad yaa mumajjad
Yaa imaamal qiblataini
Yaa Habiib, salaam ‘alayka
ShalawaatuLlah ‘alayka

Yaa Habiibi, Yaa Muhammad

taken from http://www.youtube.com/watch?v=H8hk2t5fsY0&feature=related