Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

Wednesday, March 26, 2008

Mongol. Part one. [english subtitled] Genghis Khan





taken from http://www.youtube.com/watch?v=wHno62B6c7w
it's a Russian version of genghis khan. a new epic movies called Mongol.
this 6 minutes scene is about Temujin first battle with his sworn-brother Jamukha.

do you see genghis khan use formation strategy in this war ? yes he did trensformed barbarians into trained/skilled professional armies. that's one of his many achievements.

Genghis Khan, The Series - Ending Theme




taken from http://www.youtube.com/watch?v=Yra5JAyQcxg&feature=related

ini adalah ending theme dari serial genghis khan produksi bersama PRC dan mongolia (ngga tau singkatan negaranya :).

btw, pemain2nya di sini juga ikutan di Shediao Yingxiong Zhuan 2003 sebagai pasukan mongolnya loh. Entah produsernya sama-sama PRC apa gimana, yang jelas gambaran ane soal tokoh Genghis Khan emang udah inilah yang pas.

ceritanya mencoba mengambil kisah Genghis Khan dari sudut netal dan digarap sangat hati-hati, apalagi ketika menjelaskan alasan mengapa Genghis Khan menyerbu Xi Xia alias Xia Barat dan Naiman (saat itu negeri nasrani) dan juga akhirnya Khwaraziym (bagian kekhalifahan abbassiyah).

Btw 2007 ada juga serial (atau movie?) Genghis Khan versi Rusia. Trailernya sih keren banget.

Tuesday, February 26, 2008

Believe In Yourself




taken from
http://www.metacafe.com/watch/1074011/video/R/CFD_1002/

There's something special inside all of us. Never underestimate what it is inside you that makes you special.

Monday, April 30, 2007

Ngo Hiang

Rating:★★★★
Category:Other
Pernah lihat dong ada rumah makan yang jual Ngo Hiong ? di Bogor atau di sekitaran Glodok-Mangga Dua, atau di BSD Junction ? Rasanya enak sekali dan mudah pula cara membuatnya.. Kan lebih mantap kalo bikin sendiri (eh, kalo gini jadi ketauan maksud sebenernya jauh lebih murah, yak? hikhik :)

Ngo Hiang, arti mudahnya 5 bumbu rempah.
Daripada kelamaan mikirin apa-apa aja rempahnya, yang jual langsung bumbu ngo hiong atau five spices udah banyak kok.

Bahan baku:
200 gr daging ayam cincang halus
200 gr udang, cincang halus
50 gr wortel, potong 1x1x1 mm (halus spt untuk risoles)
2 lbr daun bawang iris halus
1 btr telur kocok lepas
2 sdm sagu tani
4 siung bawang putih, haluskan
2 ruas jahe, kira2 3x3 cm, di haluskan, tambahkan 2 sdm air,
peras dan saring airnya. buang ampasnya
1 sdm ang ciu, mengingat sebagian besar ulama cenderung bilang angciu
itu tidak halal, angciu ini bisa diganti dengan
air lemon atau grape juice + soda.
intinya bumbu ini kan supaya bau masakannya
nyegrak, untuk itu banyak bumbu pengganti kok.
lagian harumnya bumbu ngo hiong udah kemana-mana
kok, sampe anak-anak kami pada ke dapur kepingin
tau papa+mama-nya bikin apaan sih di dapur
(hehehehe..)
btw kalo kemaren saya bikinnya pake jeruk kunci,
ngga tau namanya apa kalo di jakarta sini..
1 sdm kecap asin
2 sdm minyak wijen
1 sdm gula pasir
1 sdt bumbu ngo hiang bubuk
1/2 sdm garam
1/4 sdt merica bubuk

Bahan lain:
1/2 lembar kulit tahu, potong jadi 4
1 btr telur putih untuk merekatkan

Petunjuk:
1. campur jadi satu semua bahan, aduk rata. cicipi asin dan manisnya, dengan cara, ambil sedikit campuran daging, taruh di teflon, masak sebentar tanpa penambahan minyak atau apapun.
2. Bagi adonan menjadi 4, masing2 bagian di bungkus dengan kulit tahu, cara membungkus seperti membungkus lumpia atau risoles bulat besar, rekatkan kulit dengan telur putih
3. Bungkus masing2 rol dengan aluminium foil
4. Kukus selama 30 menit.
5. Goreng sampai kulit kuning kecoklatan, potong2, sajikan dengan sambal botol

Sebenernya sih waktu membungkus ngo hiong kan bisa dibentuk macam-macam, kalo modelnya roll mungkin perlu aluminium foil, tapi kami di rumah biasanya dibentuk mirip lumpia kecil, jadi malah ngga perlu pake aluminium foil segala.
Kalo dibungkus roll pake ukuran kulit pangsit, ukuran segini bisa jadi 10 roll lebih. Tapi kalo dibungkus model lumpia kecil atau seukuran chicken drumstick, kemarin kami bisa sampe 25-an.

Coba deh. Selamat menikmati !

Wednesday, March 21, 2007

Gajah Mada

Rating:★★★
Category:Books
Genre: History
Author:Langit Kresna Hariadi
Majapahit (Pernah) Diperintah oleh King Janes *)

Resensi Buku
Judul Serial :Gajah Mada
1. Gajah Mada. Cet. V. 2007
2. Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta
dan Angkara. Cet. IV. 2007
3. Gajah Mada, Hamukti Palapa. Cet. I. 2006
4. Gajah Mada, Perang Bubat. Cet. I. 2006
5. Gajah Mada, Madakaripura Hamukti Muksa. Cet I. 2007
Pengarang : Langit Kresna Hariadi
Penerbit : Tiga Serangkai, Solo

“Untuk mewujudkan keinginanku atas Majapahit yang besar,” ucap Gajah Mada dengan suara amat lantang, “untuk mewujudkan mimpi kita semua, aku bersumpah akan menjauhi hamukti wiwaha sebelum cita-citaku dan cita-cita kita bersama ini terwujud. Aku tidak akan bersenang-senang dahulu. Aku akan tetap berprihatin dalam puasa tanpa ujung, yang itulah hakikat arti dari sumpahku, Sumpah Palapa, semata-mata demi kebesaran Majapahit. Aku bersumpah untuk tidak akan beristirahat. Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasek, samana ingsung amukti Palapa.”
(kutipan ringkasan cerita Gajah Mada buku ke-3: Hamukti Palapa)

Kalau Anda membaca sumpah ini, kalau boleh tahu, apakah yang terlintas dalam benak Anda tentang sosok Gajah Mada: Apakah ia seorang pemersatu bangsa ? Atau ia hanya satu dari sekian banyak tiran imperialis lainnya ?

Buku serial Gajah Mada, sampai saat ini ada 5 buku, mencoba mengupas siapa sebenarnya Gajah Mada. Mengapa sosok Sang Mahapatih Amangkubumi bergelar Mahamantrimukya ini seperti berstatus persona non-grata di Bandung sehingga tidak ada nama jalan Gajah Mada di kota itu ? Mengapa kedua Prabu Putri keukeuh tidak ingin Gajah Mada memaksa kedua kerajaan Sunda, Sunda Galuh dan Sunda Pakuan, untuk bergabung dengan “aliansi” Majapahit Raya ? Apakah karena Narayama Sanggramawijaya, pendiri Majapahit, ayah para Prabu Putri itu, ternyata sebagian berdarah Rajasa dan sebagian lagi darah Sunda Galuh ? (waks, gosip baru, nih..)

Di sisi lain, sebenarnya mengapa Gajah Mada begitu ingin menyatukan nusantara ? Kalau itu ambisi, darimanakah ia mendapat ide imperialis begitu ? Sebaliknya, apabila ternyata penyatuan nusantara itu adalah kebutuhan, apa latar belakangnya ?

Bagi saya, buku yang diterbitkan dari hasil analisis sejarah ini cukup mampu memberi gambaran mengenai apa yang terjadi, siapa, dan bagaimana, dengan caranya sendiri yang mencoba untuk tidak berpihak. Tutur bahasanya mampu menjembatani situasi mencekam karena intrik politik masa lalu hadir ke masa kini, seolah-olah intrik-intrik perebutan kekuasaan itu baru saja kita baca di surat kabar hari ini.
Masih bagi saya, saya kok membacanya begini: Penulis mencoba mengatakan bahwa Perang Bubat terjadi karena Gajah Mada “termakan” sumpahnya sendiri. Namun demikian, ide bahwa ada penerjemahan perintah yang kebablasan sungguh menarik. Menarik, karena mungkin saja beberapa peristiwa besar yang terjadi tahun-tahun belakangan ini pun terjadi karena hal-hal yang demikian.

Eh, halo ? Ahem.. Mau mengingatkan aja: semua itu hanya pendapat saya yang bukan siapa-siapa, kalau Panjenengan percaya dengan saya, nggih mangga, kalau tidak percaya mungkin bagusnya silakan dibaca sendiri baru ditarik kesimpulannya.

Sebelum lupa, tokoh sentral cerita ini tidak melulu Gajah Mada. Ada Gagak Bongol, Pradhabasu, dan Gajah Enggon akan sering menghias halaman yang Anda baca. Lalu masih ada tokoh seperti Rahyi Sunelok serta Dyah Menur Sekar Tanjung. Pula generasi selanjutnya antara lain: Sang Prajaka alias Riung Sedatu, Kuda Swabhaya, dan Gajah Sagara. Serta jangan dilupakan tokoh-tokoh sejarah yang memang ada: Arya Tadah alias Jabung Krewes, Ibu Suri Gayatri, Prabu Putri Dyah Wiyat dan Sri Gitarja, dan pemeran pembantu yang cukup penting, adalah Prabu Jayanegara alias Kalagemet, Raja Majapahit putra Raden Wijaya yang juga berdarah Melayu.

Dan omong-omong, buku-buku ini memberi bonus yang lumayan lho. Peta lanskap istana Majapahit berdasar penelitian sejarah dan saduran terjemahan Negarakertagama.

Salam, Ari Latoeng

*) Majapahit diperintah King JaMes, dari Inggris ? Beneran, tuh ? Waks, ngga teliti, atuh bacanya.. Perasaan saya ngga nulis King JaMes, deeh..
King JaNes, tepatnya Janeswara, adalah betul-betul salah satu panggilan Prabu Hayam Wuruk. Suwer.. Test mata aja.. hehehe *gedubrag*

Eniwe, meski King James I of England adalah raja pertama yang memerintah keseluruhan England, Wales, Scotland, & Ireland (kira-kira 200 tahun setelah King Janes di Majapahit), dari dulu sampe sekarang kita ngga pernah diperintah England. Eh, salah.. pernah sih, hanya untuk beberapa tahun dan pastinya jauh dari masa Majapahit. Tepatnya ketika Thomas Stanford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di (sebagian) wilayah yang sejak dulu sampai sekarang disebut Nusantara.