Showing posts with label recheckpls. Show all posts
Showing posts with label recheckpls. Show all posts

Friday, June 7, 2013

Menilai Manusia


Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Sarira Saka Busana

Manusia Dihargai Karena Lidahnya, Manusia Dihargai Karena "Busana"-nya

Jujurly, tulisan ini sebenere idenya gegara tadi shubuh itu ada yang share link kaskus, ulasan twitwar-nya seorang tante doktor dengan seorang sutradara. Sebelumnya tante itu dengan seorang musisi. Baca-baca ke belakang, saya kok jadi merasa manusia gampang sekali menilai manusia lain jelek, ya ? 


Tulisan ini jelas tidak dimaksudkan untuk mengekor berantem yang diatas.

Mari kita kembali ke pepatah jawa jaman WaliSanga tadi:

Ajining diri saka lathi, ajining sarira saka busana.
Manusia dihargai karena lidahnya, manusia dihargai karena "busana"-nya.


Bener banget, kan?

Gegara lidah ( dan sekarang juga jempol tentunyah ) seseorang bisa dinilai..
Dan gegara cara penampilan, orang juga bisa dinilai..

Nah, yang sering jadi masalah itu.. bila lantas orang dinilai HANYA berdasar penampakan penampilan, dan/atau dari sisi perlente, dan/atau  dari sisi gelar, dan/atau  dari sisi kepemilikan. Padahal saya yakin pengertiannya tidak mementingkan citra penampilan seperti itu.

Kebetulan, kedua kakek saya ( yang satu muslim yang satu katolik ) pernah menasihati hal serupa. Yang saya ingat, kurang lebih begini: titik masalahnya bukan soal apa/bagaimana busananya, tapi cara berbusana-nya. Pun busana dalam pepatah ini tidak terbatas pada pakaian dari kain, tetapi juga mencakup "pakaian", yakni berupa agama. 

Agama dalam pengertian ini bukan apa yang tercantum di KTP, melainkan nilai2 yang mengatur sendi2 kehidupan manusia. Dan oleh karena itu, agama sering disebut sebagai ageming ati

Pengertian ageming ati-nya yang dimaksud tidak berarti menyamakan semua agama --> Soal ini kembali ke masing-masing. Saya muslim, pastinya akan bilang islam yang paling cocok buat saya.. Tetapi adik saya katolik, pasti akan bilang katolik yang paling cocok buat dia. --> melainkan, kalo sudah memiliki agama tertentu, pakailah sebaik2nya sebagai pakaian hati dan jiwa
<-- Ini, katanya, adalah bagaimana orang jawa memandang agama.
Etapi gak tau juga kalo jawa hari gini, loh.. Saya ngga punya kompetensi menebak apalagi menjawabnya: lha wong saya ini jawa ngga jelas, jeh :p  

Berkenaan dengan contoh ageming ati, contoh yang diucapkan kedua kakek saya kebetulan juga sama: Apa gunanya kamu beragama kalo masih menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuanmu ? 
--> dan karena itulah kita #eh saya ding, membedakan antara ajaran agama dengan kelakuan umatnya. 

Beberapa tulisan di bawah ini, meski agak beda penyampaiannya, kesimpulan akhirnya sepertinya mirip2 dengan apa yang saya yakini


1) Membumikan Langit: Ajining Diri Soko Lathi
2) Dongeng Ala "Simbah": 
Ajining Diri Jalaran Soko Lathi 
3) kalo yang ini sih tambahan saja: Suara Merdeka: Makna Tembang Ilir-ilir

Kutipan favorit saya, sekaligus penutup tulisan ini adalah:
Jadi ketika pakaian kita sudah baik..maka harus kita dukung dengan tingkah laku dan tindakan yang baik pula agar wibawa dan kehormatan diri kita terjaga dan orang pasti akan mesem kesengsem untuk menghormati kepribadian kita...
Itu. dari sisi kitanya sebagai "pelaku"
Tentunya  kita sebagai "penilai" juga diharap bijak menilai orang lain, tidak terjebak hanya gegara soal penampilan dan/atau atribut yang melekat pada diri seseorang..


Bukan begitu ?

Friday, April 12, 2013

Tenang

Khutbah Jumat hari ini di masjid di lingkungan dernaga 2 dan 3 Dok Kodja Bahari bicara mengenai hubungan manusia dengan TUHAN-nya

Sedikit kutipan mengenainya:

"Di hari akhir, manusia ditanyai pertama kali adalah shalat-nya. Jika shalat-nya baik, maka insyaa Allah baik pula seluruh amalnya. 
Tetapi ada sedikit masalah di sini, saudara-saudara.. Yakinkah kita bahwa shalat kita itu sudah baik di mata Allah SWT ? Ingat, ada hadits mengenai orang yang 60 tahun ditolak shalatnya..60 tahun shalatnya sia-sia, saudara-saudara.. Dan itu karena... ? 
Menurut hadits tersebut, itu karena "ia menyempurnakan rukuk-nya tetapi tidak menyempurnakan sujud-nya, dan ia menyempurnakan sujud-nya tetapi tidak menyempurnakan rukuk-nya".  
Itulah sebabnya kita diminta shalat dengan thuma'ninah.."

Adapun hadits yang dimaksud adalah
إِنَّ الرَّجُلَ لَيُصَلِّي سِتِّينَ سَنَةً وَمَا تُقْبَلُ لَهُ صَلاَةٌ وَلَعَلَّهُ يُتِمُّ الرُّكُوعَ وَلاَ يُتِمُّ السُّجُودَ وَيُتِمُّ السُّجُودَ وَلاَ يُتِمُّ الرُّكُوعَ
“Sesungguhnya (ada) seseorang sholat selama enam puluh tahun, namun tidak ada satu sholat pun yang diterima. Barangkali orang itu menyempurnakan ruku’ tapi tidak menyempurnakan sujud. Atau menyempurnakan sujud, namun tidak menyempurnakan ruku’nya.” [Hadits hasan riwayat al-Ashbahani dalam at-Targhib, lihat ash-Shohihah no. 2535]

kutipan di atas ini, saya copas tanpa ijin (mudah2an diikhlaskan) dari sini

Jujur saya terpana mendengarnya. Alangkah rugi dan sialnya kawan itu.. Mungkin dia merasa sudah menunaikan kewajibannya, mungkin pula ada harapan-harapan yang ia inginkan dalam doa-doa shalatnya.. tapi selama sekian lama boro2 diterima, dilirik pun tidak.

Saya ? 
jangan-jangan saya sendiri begitu ?
NaudzubiLlaahimindzalik ! Jangan sampe deh begitu :(



Omong-omong, jangan-jangan kita yang tinggal di Indonesia ini ngga suka ngecek bener enggak shalatnya ya ?

Coba deh, kalo tarawih yang dicari yang bacaan dan "senam"-nya paling cepet.
Coba lihat lagi deh, di Indonesia boleh dibilang muslimnya terbesar di dunia, dari 10 orang yang kita lihat, kemungkinan besar 8-nya muslim. Tapi lihat lagi Indonesia: korupsinya paling tinggi, lalu lintasnya paling semrawut, pembangunan negerinya berantakan sampe soal menjamin kestabilan harga aja bubar.. geng-geng-an di masyarakatnya paling banyak, termasuk geng atas nama agama, dan semuanya mengaku paling betul paling suci sedang yang lain sesat !
Jangan-jangan semua kita, saya dan Anda (bila Anda muslim tentunya), ngga ada satu pun yang shalatnya diterima..


NaudzubiLlaahimindzalik ! 
AstaghfiruLlaahaladziymi..
---

back to khutbah jumat :D

Habis itu dibicarakan tentang apa dan bagaimana thuma'ninah itu.. Lalu kemudian shalat yang thuma'ninah itu dipraktikkan bersama-sama saat shalatnya

Pengin tahu seperti apa thuma'ninah dalam shalat itu ? Coba deh klik ke mari

Semoga bermanfaat :D
gambar diambil dari http://riangold.files.wordpress.com/2011/02/sholat1.jpg?w=289

Tuesday, January 22, 2013

Lost ( in Space ? )


PERNAH MERASA TERSESAT ? Biasanya kalo merasa tersesat seseorang justru malah tidak fokus. Bukannya langsung berhenti sejenak dan pelan2 memastikan arah, seseorang justru mencoba melihat sekeliling mencari petunjuk dalam waktu singkat. Padahal itu adalah waktu yang berbahaya; dalam hal naik kendaraan, itu bisa membahayakan orang lain. 

Tetapi merasa tersesat di jalan, untungnya banyak dibantu dengan papan petunjuk jalan atau minimal nama jalan/tempat yang tertulis di plang nama toko atau lainnya ( ini di daerah, di jakarta jarang sih ). Tetapi bagaimana kalau tersesat dalam hidup? ini agak sulit sebab orang suka ngga tau "papan penunjuk jalan" nya ada di mana dan/atau bahkan yang seperti apa sih bentuknya hehe

Namanya pergi ke suatu tempat, kita perlu tahu cara bagaimana sampai ke sana. Kalau sudah tahu garis besarnya, maka dipikirkan petunjuk atau patokan apa yang ada supaya kita tidak kesasar. Begitu juga hidup. Kata siapa hidup cuma asal dijalani ? Paling bagus kan kita tahu tujuan hidup kita. Dari situ kita coba telaah bagaimana kita meraihnya dan petunjuk dan/atau patokan apa yang perlu kita perhatikan.
Kalau dalam hidup, malah perlu pengetahuan tambahan tentang bentuk dan jenis petunjuknya. Bisa jadi petunjuk itu hadir berupa insting, suara hati, atau kadang2 celetukan orang lain. Kitab Suci ? Oya itu sudah jelas sebagai "panduan mengemudi kehidupan"

Masalahnya, kita tipenya slonong boy "jalan dulu sambil baca petunjuk lah ntar di jalan" atau dengan persiapan "baca dulu petunjuknya baru jalan" ? Hehe.. saya ngga mau bilang salah satu lebih baik. Gaya tiap orang beda-beda, alasan juga beda-beda. Monggo pilih yang terbaik menurut Anda.. cuma efeknya agak beda loh ketika kita merasa tersesat.

Yang paling bagus sih, sebagai jalan tengah pada saat tersesat, berhentilah sejanak memantau petunjuk arah. Cara lain yang paling mudah, bertanya arah pada yang (dianggap) tahu :D

Waktu-waktu begini, biasanya bagus loh untuk mencoba memantau ulang petunjuk petunjuk kehidupan yang ada.
Itu tentunya kalo Anda berhati-hati atau merasa agak tersesat. Kalo Anda yakin dengan arah tujuan Anda sih ya silakan aja bablas hehehe

Salam Rest Area :D

Wednesday, May 14, 2008

Iwan Piliang: Busway: Laku Korup

http://www.apakabar.ws/index.php?option=com_content&task=view&id=1783&Itemid=88888889&mosmsg=Thanks+for+your+vote%21

Iwan Piliang: Busway: Laku Korup


Senin, 12 Mei 2008 
SUDAH menjadi agenda rutin saya kini, menjadikan Busway sebagai pilihan berkendaraan umum. Menurut Soetiyoso, kepada TEMPO, 2003, Busway diperuntukkan bagi kalangan menengah bawah. Mantan gubernuer DKI itu, kala itu, mengaku sudah melakukan studi banding terhadap Transmillenio di Bogota, Kolombia, yang menerapkan konsep Busway. Ia tidak mengkuatirkan kalangan atas bermobil yang menjadi macet, karena akses jalan “direbut"  Busway.

Kini setelah lima tahun kemudian, sudah ada satu dua saya perhatikan kalangan kelas atas bermobil beralih naik Busway. Mereka memilih Busway demi mengejar waktu guna menerobos macet, seperti di Jalur Mampang, arah Ragunan, Jakarta Selatan.

Jika naik Busway dari rumah, halte yang terdekat dari kediaman saya adalah di perempatan Halimun, Jl. Sultan Agung, Jakarta Selatan, sekitar dua ratus meter berjalan kaki.

Dua bulan lalu, seperti biasa, saya berjalan cepat. Membayar tiket dengan cepat. Kendati tidak pernah dengan uang pas, biasanya petugas tiket mengembalikan uang dengan tangkas. Saking tangkasnya, ia menyerahkan tiket yang sudah terpotong kepada saya - - bukan tiket utuh dua bagian yang belum dirobek.

Saya berujar: Maaf Mbak, coba cocokkan nomor tiket di kiri dan kanannya?

Petugas tiket Busway itu cemberut. Nomor tiket kiri dan kanan tidak cocok. Seakan merajuk, lalu meengganti tiket utuh yang masih baru, yang belum dipotong, dan merobeknya di depan saya. Saya tersenyum melihat perlakuan itu. Karena buru-buru, kendati dongkol dengan kejadian yang saya alami, saya membiarkan saja pikiran tidak melayang panjang.

Senin 12 Mei 2008 ini, saya mengalami untuk ketiga kalinya perlakuan korup di bagian tiket Busway.

Tetapi yang paling membekas adalah kejian kedua - - sekaligus paling naïf. Kisahnya begini: sekitar tiga pekan lalu di halte Pejaten, Jakarta Selatan. Kala itu petugas penjualan tiket seorang gadis berkerudung. Ia memberikan tiket yang sudah terpotong, sudah terobek, itu artinya tiket bekas yang diberikan. Saya gemas, ingin rasanya membentak pekak.

Namun saya berusaha menginjak jempol kaki untuk tidak marah. Saya lalu tersenyum, dan berusaha bicara santun: Mbak maaf ya, Anda berjilbab, apa yang Anda lakukan terhadap saya, terhadap perusahaan Anda?

Tanpa ba-bi-bu, tangan petugas itu reflek mengganti dengan tiket baru. Mukanya merah. Tetapi sepukul kata maaf pun tidak ia sampaikan. Ketika mengambil tiket baru yang dipotongkan di depan saya, saya sampaikan kalimat kepadanya: Malu Mbak, Anda berjilbab, tapi korup! Suara saya pelan. Petugas itu menunduk, tidak menatap mata saya.

Hari ini, untuk ketiga kalinya, di halte yang sama di Pejaten, saya mengalaminya lagi. Kala itu petugasnya sudah lain, tidak lagi berjilbab, tetapi kelakuannya podo. Karena buru-buru, untuk mengejar janji , dan jam sudah mendekati pukul dua siang, di mana kehadiran saya sudah ditunggu rapat, maka saya tak memberikan sepatah kata pun, selain minta diganti dengan tiket baru. Dan saya biarkan fakta itu tidak mengganggu.

Saya akhirnya berkesimpulan, bahwa di lingkup Busway ini bisa menjadi penggambaran terhadap laku korup yang terjadi di hampir semua lini di Indonesia. Karena baru terbilang masuk ke tahun ke empat, “keminian” Indonesia di Busway dalam urusan korupsi, bisa jadi menjadi telaah yang menarik.

Pada titik-titik shelter di mana tidak ada petugas yang merobek tiket - -artinya dirangkap kasir - - maka akal-akalan menjual tiket bekas dilakukan petugas. Terpikir oleh saya kenapa tidak semua halte mengunakan tiket plastic, lalu penumpang memasukkan tiket plastic ke pintu gawang tiga palang. Dengan alat itu dipastikan korupsi akala-akalan menjual tiket tidak terjadi

Ternyata setelah mencari literatur di dunia online, saya menjadi tertawa-tawa membaca tulisan Vincentliong, bahwa tiket plastik pun ternyata bisa jadi juga dapat dikorup, sebagaimana saya kutip di bawah ini:

Cara jadi koruptor tetap di Busway

Resep korupsi di Busway ini hanya berguna jika anda berhasil lolos casting untuk bekerja sebagai; 1.Tukang Bersih-Bersih 2.Petugas keamanan. 3.Petugas Kasir 4.Petugas pintu palang tiga (hanya berlaku untuk semua staf Busway yang ditempatkan di halte. Tidak berlaku bagi supir, satpam dan kenek yang ada di i dalam bis

Pertama, Anda yang telah berhasil lolos casting sebagai salah satu petugas di halte.

Kedua, katakan kepada atasan Anda/tulis laporan/dsb bahwa pintu palang tiga rusak/macet/kepenuhan tiket plastik permanen sebagai alasan untuk membuka mesin pintu palang tiga.

Ketiga, perihal nomor dua: tidak perlu dilakukan jika anda telah memiliki kunci dari 'pintu palang tiga', atau jika atasan Anda tidak menanyakan.

Keempat, buka mesin pintu palang tiga. Keluarkan semua atau sebagian tiket plastik permanen dari dalamnya. Jika dapat dilakukan, matikan/reset pintu palang tiga terlebih dahulu. Saya kira tentu ada kabel yang menghubungkan ke listrik.
Ketika Anda melakukan ini tidak akan ada penumpang yang curiga dan melaporkan Anda karena mesin pintu palang tiga memang bisa penuh/ macet/rusak, kartu plastik yang digunakan memang bersifat permanen (dijualbelikan berulang kali) dan Anda adalah petugas yang bertanggung jawab atas itu.

Lima, berikan semua tiket ke petugas kasir dan jual secara normal; jangan kurangi jumlah tiket, jangan masukkan uang yang petugas kasir peroleh atas penjualan tiket ttersebut ke pembukuan halte. Hal terpenting adalah anda harus bekerjasama dengan petugas kasir jika anda bukan kasir.

Enam, bagi-bagi uang ke semua petugas yang bertugas di halte yang sama dengan Anda supaya mereka tutup mulut.

Tujuh, belajarlah tersenyum, tertawa, memberikan pelayanan terbaik supaya anda selama mungkin dapat berkorupsi di sana.


MINGGGU , 11 Mei 2008, saya perhatikan di terminal Blok M, Jakarta Selatan. Pintu gawang tiga palang yang otomatis untuk memasukkan tiket plastik berjejer delapan. Lima tampak rusak. Penumpang hanya bisa lewat di tiga jalur. Jika tulisan yang dibuat Vincent dua tahun lalu itu berdasar pengamatan di lapangan, saya mengindikasikan ada persekongkolan antara tiket yang dijual kasir dengan petugas jaga, apalagi angka digital yang menghitung tiket yang dimasukkan penumpang - - sebagai pembuka palang - - tidak berjalan.

Saya masih ingat ketika pembangunan jalan untuk Busway di bilangan jembatan Latuharhary, ke arah Menteng, Jakarta Pusat. Saya perhatikan aspal tebal, mencapai 30 cm, untuk mengejar tinggi jalan beton Busway yang dibangun. Saya bertanya sendiri kala itu, mengapa harus setebal itu menutup jalanan, seakan menimbunkan volume besar aspal dengan tak berkira?

Saya perhatikan pula ruas jalan di Sultan Agung, Jakarta Selatan yang saban hari saya lalui, ketebalan aspal tinggi terjadi. Pernah saya tanyakan ke seorang kawan di Pemda DKI, ia hanya tersenyum, lalu menjawab, “Kayak tidak tahu saja.”
Saya mencoba meraba-raba jawaban itu. Rupanya ada indikasi target pemakaian volume aspal, dengan sejumlah komisi yang dibagi-bagi.

Karenanya ketika KPK menangkap panitia tender pengadaan Busway, yang pada 2007 lalu telah diputus oleh pengadilan, saya kemudian memang berkesimpulan, di Busway laku korup terjadi hampir di semua lini, persis, sama dengan di Indonesia dalam cakupan lebih luas.

Sehingga mengamati Busway, sangat menarik sekali bukan, melihat Indonesia mini dalam berkorupsi?

Pada 2006 lalu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Bidang Penindakan yang masih dijabat Tumpak Hatorangan Pangabean mengatakan kepada TEMPO, KPK resmi menahan tersangka kasus korupsi pengadaan busway Budi Susanto mantan Direktur Utara Armada Usaha Bersama.

"Sebenarnya BS sudah kami tetapkan sebagai tersangka pada beberapa waktu lalu, namun baru hari ini dilakukan penahana paksa terhadap BS," katanya kepada wartawan di kantor KPK, Kamis (10/8).

Tersangka diperiksa di kantor KPK sejak pukul 13.30 WIB dan baru keluar untuk dibawa ke Polda Metro Jaya pukul 20.35 WIB. Saat akan dibawa ke Polda, BS mengenakan kemeja putih celana hitam dan menggunakan jaket hitam. Ketika wartawan hendak mewawancarainya, BS hanya diam dan menutup muka dengan menyilangkan tangan.

Tumpak menambahkan, modus yang digunakan BS dengan melakukan penggelembungan
dana untuk pengadaan bus pada periode 2003 dan 2004 dengan total 89 unit senilai
Rp 87,7 miliar yang terdiri dari anggaran 2003 Rp 20 miliar dan 2004 Rp 37,7 miliar.
"Kasus ini telah merugikan negara Rp 14 miliar," kata Tumpak. Sebelumnya KPK juga telah menahan mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendi pada 13 Juni 2006.

Menurut Tumpak, tersangka telah menaikkan harga kontrak yang tidak sesuai dengan Kepres 18 tahun 2004 dan Kepres 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan dugaan melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 jo. UU No. 31 tahun 1999 jo UU 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 dan 56 KUHP.
"Kasus displit (dipecah) menjadi dua perkara," katanya.

Dia menambahkan, sejak dilakukan tender, pelaksanaan proyek busway sudah tidak beres, yaitu pada proses desain dan pelaksanaannya dilakukan oleh BS. Selain itu, pengadaan perusahaan pendamping juga ditangani oleh BS.

Pada Medio 2007 lalu, mantan ketua panitia pengadaan bus transjakarta, Sylvira Ananda, dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

Vonis terhadap Sylvira lebih rendah dibandingkan dengan vonis terhadap dua terdakwa lain untuk kasus yang sama. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendi Sidabutar dan rekanan Pemerintah Provinsi DKI, yakni Direktur Utama PT Armada Usaha Bersama Budi Susanto.

Dua terdakwa dari pemerintah, yaitu Sylvira dan Rustam Effendi, dipidana badan dan membayar denda saja. Adapun Budi Susanto, selain dihukum paling tinggi di antara ketiganya, yaitu lima tahun penjara, juga harus membayar uang pengganti Rp 2,124 miliar. Rustam Effendi divonis tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

Vonis terhadap Sylvira Ananda ini dibacakan dalam sidang di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi yang dipimpin Masrurdin Chaniago, Selasa (1/5) di Jakarta. Sementara itu, Rustam Effendi telah dijatuhi vonis pada 8 Februari 2007 dan Budi Susanto dijatuhi vonis pada 5 April 2007.

Jadi, sudah ada yang di dalam penjara. Namun laku korup, atau mencari-cari kesempatan korupsidi Busway terus saja terjadi. Sehingga jika ada sebuah penelitian bagaimana korupsi di Indonesia harus diberantas? Tak usah pusing. Ambil saja Busway sebagai studi kasus, untuk membedah Indonesia yang lebih luas.

Yang membuat saya terperangah, bahwa laku korup itu sudah demikian parah. Ia dilakukan mulai dari orang yang sehari-hari sujud di sajadah, hingga mereka yang agaknya lupa akan adanya Tuhan. Mereka para koruptor - - baik kecil, apalagi besar - - - terbiasa latah menggabungkan sajadah dengan haram jadah.

Berbaurnya sajadah dan haram jadah, seakan menjadi biasa itulah, agaknya membuat hidup laku korupsi, ibarat tag line sebuah produk rokok: membuat hidup semakin hidup

Nah celakanya, hidup semakin hidup berkorupsi itu, bebannya kelak harus dipikul pula oleh rakyat kebanyakan. Sudah beberapa kali penyelenggara Busway minta kenaikan ongkos. Apalagi BBM akan segera naik dan mereka dipastikan mendesak Pemda DKI, menambah subsidi.

Di kala menggabungkan sajadah dan haram jadah, yang terjadi memang sebuah air bah: kotor, bau, kumuh. Di saat abu-abu, kusam, segala sesuatu tampak tidak jernih.

Kita hidup dalam perangkap yang tidak bisa bersih. Kendati di shelter Busway ada tempat sampah, warga saya lihat masih membuang sampah sembarang. Kita, saya, Anda semua, berkaca deh, walaupun buang sampah sembarangan bukan laku korup, tetapi tabiat jorok, turut Anda ciptakan. Dan elemen "jorok" itu, memang ada dalam laku korup.

Iwan Piliang

Tuesday, March 25, 2008

Mengapa Kalian Bunuh Bayi Kami yang Tengah Tertidur Lelap?

Mengapa Kalian Bunuh Bayi Kami yang Tengah Tertidur Lelap?

Sabtu, 1 Mar 08 06:19 WIB

Muhammad Nasser Al-Bur’i, bayi Palestina yang berumur lima bulan, tengah tertidur lelap di atas ranjang lusuh di dalam kamarnya. Ibundanya, Umi Nasser, baru saja keluar kamar untuk satu keperluan. Tiba-tiba bumi bergetar. Atap di atas kamar sebagian ambruk. Sebuah misil yang dijatuhkan pesawat tempur Zionis-Israel meledak tak jauh dari kamar tersebut.

Debu memenuhi kamar yang pengap itu. Bayi berusia lima bulan itu tidak bisa bernafas. Bibir mungilnya belum mampu berkata apa-apa. Nafasnya sesak. Lehernya tercekat udara kamar yang dipenuhi debu. Beberapa reruntuhan atap kamar menimpanya. Penderitaan bayi merah tersebut tidak berlangsung lama. Allah SWT segera memanggilnya untuk kembali ke pangkuan-Nya.

Muhammad Nasser al-Bur’i hanyalah seorang bayi yang baru berusia lima bulan. Dia tengah tertidur pulas di atas ranjanganya. Ummi Nasser yang segera berlari kek kamar begitu rumahnya bergetar hebat mendapati bayinya telah tiada. Dia segera memeluk bayinya yang masih hangat. Diciumnya berulang-ulang pipi anaknya yang kini telah tiada. “Ya Allah, apa dosa bayi kami sehingga harus menemui kematian? Apa dosa bayi kami sehingga Zionis-Israel perlu membunuhnya. Jangankan mengangkat batu, berbicara pun dia belum bisa….”

Muhammad Nasser hanyalah satu dari ribuan bayi dan bocah-bocah kecil Palestina yang menjadi korban dari kebiadaban pasukan Zionis-israel. Beberapa tahun lalu, bayi Muhammad Imad ditembak sniper Israel tepat di jantungnya. Lalu ada juga seorang anak usia tujuh tahun yang ditangkap tentara Zionis dan dipatahkan tangannya. Apakah kita akan berdiam diri saja? (rizki/MNA)

original news on http://www.eramuslim.com/berita/int/8301061643-mengapa-kalian-bunuh-bayi-kami-tengah-tertidur-lelap.htm


1 Maret 2008, Tragedi Pembantaian Palestina Paling Berdarah Sejak 1967

1 Maret 2008, Tragedi Pembantaian Palestina Paling Berdarah Sejak 1967

Minggu, 2 Mar 08 17:45 WIB


Akademisi sekaligus dosen sejarah Palestina menyebutkan bahwa jumlah korban keganasan Israel pada hari Sabtu kemarin, adalah pertama kalinya yang paling keji sepanjang usia Palestina.

Pembantaian yang terjadi awal Maret 2008, adalah tragedi kekejaman yang belum pernah ada sebelumnya di Palestina, akibat aksi gila tentara penjajah Israel.

Dalam satu hari, lebih dari 60 orang gugur akibat serangan Zionis. Itulah yang dimaksud jumlah paling tinggi menelan korban di Ghaza dan Tepi Barat, terhitung sejak Israel mencaplok Palestina di tahun 1967.

Dr. Sami Abu Zuhri, Dosen Sejarah di Jamiah Islamiyah Ghaza mengatakan kepada Palestine Information Center, "Memang ada puluhan orang yang gugur dalam satu hari di sejumlah kasus, terutama saat meletusnya intifadhah pertama dan kedua. Tapi jumlah korban yang meninggal pada hari ini, yakni minimal 60 orang, adalah jumlah yang paling tinggi sepanjang sejarah Israel menjajah Palestina tahun 1967."

Ia menambahkan, "Sebagaimana sebelumnya juga terjadi pembantaian kejam Israel, di mana dua hari lalu, gugur 37 orang Palestina akibat hujan bom yang jatuh berturut-turut di Ghaza. Itulah yang dikatakan oleh Wakil Menteri Perang Zionis Israel, bahwa mereka melakukan aksi pembakaran dan pembantaian massal di Ghaza."

Menurut Abu Zuhri, yang juga juru bicara Hamas, dari total korban meninggal akibat serangan Zionis itu, 25% nya adalah anak-anak dan kaum wanita. Di sisi lain, Israel sengaja mengarahkan serangannya ke berbagai keluarga secara keseluruhan, seperti keluarga Athallah yang rumahnya dihancurkan, termasuk di sana orang tuanya yang sudah renta, isterinya, dan sejumlah anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Israel juga membunuh bayi yang masih menyusui. (na-str/pic)


original news on http://www.eramuslim.com/berita/int/8302095036-1-maret-2008-tragedi-pembantaian-palestina-paling-berdarah-sejak-1967.htm

Monday, March 10, 2008

PETA , Heroes of Indonesia : National Revolution 1945-1950




http://www.youtube.com/watch?v=dHRyiPjc5E8&feature=related

a clan of heroes' clans of Indonesia.

CIA Indonesia 1965




tuduhan menarik dari youtube
http://www.youtube.com/watch?v=w4gZZXK2CiM

sayangnya, di sini ngga ketauan siapa yang bikin, jadi susah juga kalo mau dibilang credible. itu satu hal.
tapi soal percaya atau ngga percaya dengan isinya, itu hal lain (hwekekek).

gw cuma bisa bilang, recheck pls