Monday, December 3, 2012

Aku


Kadang aku bingung dengan diriku
Akukah yang menggerakkan tangan dan jemariku ?
Ya, aku ingin menuliskan apa yang ada dalam kepalaku
Tetapi aku tidak tahu bagaimana sehingga jemariku menulis apa yang ada di kepalaku
Inikah kuasa TUHAN ku ?
Jika demikian apalah dayaku bila TUHAN tidak mengizinkan jaringan kabel2 bermuatan listrik di dalam dagingku meneruskan perintah otak ke ujung jariku ?
Sungguh, aku ini hanyalah apa yang diberikan TUHAN kepadaku
Tapi tunggu dulu, kawanku
Kurasakan dahaga di tenggorokanku
Ah.. aku hanyalah hamba-Nya.. Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu ya TUHAN-ku..
Kutuggu, tak hilang juga dahagaku
Tak kunjung datang jua air untuk menyejukkan tenggorokanku
TUHAN, bukankah aku ini hanyalah apa yang kau berikan padaku ?
Bukankah seharusnya Engkau menggerakkan sesuatu untuk menghilangkan dahagaku ?
Apakah Engkau menginginkan aku  memerintahkan tubuhku, ya TUHAN-ku ?
Baiklah..  Bangkitlah tubuhku,  ambillah  sesuatu untuk menghilangkan hausku..
Tapi kenapa diam saja ini tubuhku ?
Apakah Engkau menginginkan aku mencoba bergerak, TUHAN-ku ?
Aku tak mengerti prosesnya, tapi baiklah.. aku bermaksud menggerakkan  tubuhku..
TUHAN-ku..
Tubuhku bergerak mematuhi perintahku dengan sedikit gerakan otot tertentu
Bagaimana prosesnya bisa benar otot yang itu, dan bagaimana ia menggerakkan tubuhku, aku pun tidak tahu
Kini aku tahu
Darah dan daging serta sekumpulan jeroan otak dan otot ini adalah titipan-Mu padaku
Engkau meminta aku memberdayakan apapun yang ada dalam diriku
Segenap daging darah dan urat, serta kemampuan dan potensi apapun dalam diriku
Tidak saja untuk diriku, tetapi juga bagi kemuliaanmu, ya TUHAN-ku
Mencoba dahulu, berusaha dulu, baru pasrah pada cara ajaib-Mu, TUHAN-ku
Cara ajaib-Mu menggerakkan segala sesuatu
Tetap saja,  meski aku yang memulai,  kendali akhir ada pada TUHAN-ku
Sungguh aku ini bukan siapa-siapa melainkan hamba bagi TUHAN-ku

tulisan inih, juga bisa dilihat di http://lumut.wordpress.com/2012/11/12/aku/

Pahlawan


Saya adalah penggemar cerita silat.  Cerita silat yang saya baca mulai serial karangan Khu Lung, Cin Yung, sampai ke Asmaraman S. Khoo Ping Hoo, sampe rekaan penulis lokal Gan KL dan OKT.   Saya juga menyukai cerita silat indonesia mulai dari Asmaraman S. Khoo Ping Hoo, S. Mintardja sampai ke Herman Pratikto.  Selain cersil, saya juga meyukai  komik mulai serial Dunia dalam 2 Warna sampai ke Detective Conan Asterix. Dan buku-buku lainnya deh..
     wpress : Penting ya Mas, cerita begini ?
     lumut : Ya maksudnya kan prolog, geto lowh :p
Dalam cersil/komik/buku-buku, pahlawan selalu digambarkan sebagai tokoh hebat yang melakukan perbuatan hebat. Kita mengenal tokoh-tokoh seperti Oddyseuss, Achilles, sampai ke Winnetou, Old Shatterhand.. sampai nama-nama yang betul-betul ada seperti Liu Bei, Zhuge Liang, Julius Caesar, Abraham Lincoln, Mac Arthur dan lain lain.  Tidak ketinggalan pula yang ada di buku sejarah kita seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin, sampai Jenderal Soedirman. Semua orang ini, setidak-tidaknya dalam buku, diperkenalkan sebagai tokoh-tokoh hebat dengan perbuatan-perbuatan hebat. Betul ?!
Tapi apa iya sesimpel itu orang jadi Pahlawan?
Tidak. Saya tidak bermaksud mengecilkan arti pahlawan, justru sebaliknya.
Kita tahu keterbatasan media. Media seperti buku, bahkan blog, tidak mampu menangkap situasi riel seluruhnya. Yang pewarta lakukan melalui media adalah menangkap kejadian dalam satu lansekap sudut pandang dan atau nilai nilai tertentu, mengungkapkan siapa melakukan apa dimana kapan waktunya bagaimana untuk apa melibatkan siapa saja dan apa hasilnya serta apa tanggapan yang lainnya <– ini cuma kata saya lho..  Padahal bisa jadi di belakang itu masih ada hal-hal yang belum tampak; karena belum diungkap, tidak dianggap penting saat itu, atau perlu sudut pandang lain untuk mendapatkan bahwa ada masalah lain.
Ambil contoh 1998.
Sebenarnya apa sih yang membuat Pak Harto mundur ? Demo di gedung DPR/MPR 19-21 Mei 1998 itu ? Tekanan para menteri yang mengundurkan diri ? Ada tekanan militer ? Rekayasa CIA ? Atau jangan2 karena memang wangsit-nya menyuruh mundur ?
Entahlah.. Bisa jadi salah satu. atau gabungan itu semua
Sebagai pelaku sejarah, katakanlah dalam demo mahasiswa 1998, waktu itu ada Forkot ada FKSMJ belakangan ada Famred, dan…. ada yang lain-lainnya.  Siapa sih yang bisa disebut pahlawan di sini ? FKSMJ akan bilang Forkot bla bla bla sedang Forkot juga bilang bla bla bla.
Bagaimana sih sehingga seseorang atau senat mahasiswa memutuskan untuk bergabung ke a atau ke b ? Karena kebenaran ? Ahah.. semua pihak (sudah tentu) juga bilang begitu.
     wpress : Sebetulnya kamu itu mau ngomong opo tha,  Le ? Kok ceritanya jadi mbulet muter-muter gitu, tha ?
     lumut : Maksudnya sih mau ngomong situasi mbingungi itu lho mbah.. baca uraianku wis bingung, tha ?
     wpress : Bingung, memang.. antara situasinya membingungkan atau bahasamu yang membingungkan :p
     lumut : alamak jang!   Tapi kan.. ?! ah, sudahlah..!
Pada akhirnya saya pikir pahlawan itu ya cuma orang biasa kayak kita-kita gini.. Pilihan mereka serta skenario yang diset Allah SWT-lah yang membuat mereka di kemudian hari disebut pahlawan, atau pengkhianat (jika penguasa berikutnya tidak sejalan). Orang2 ini mungkin tidak membayangkan atau tidak kepikiran suatu hari nanti nama mereka akan diabadikan sebagai pahlawan. Yang masih hidup serta mengambil manfaat dari orang-orang inilah yang menobatkan mereka jadi pahlawan.
Orang-orang biasa itu mungkin adalah PNS atau TNI yang melakukan tugas rutinnya.  Bisa jadi juga mereka adalah pegawai swasta atau wirausahawan yang berusaha melakukan tugasnya atau bekerja sebaik-baknya. Tapi mereka konsisten melakukannya. Melakukannya yang konsisten, belum tentu dengan pandangan atau pikirannya.
Anda dan saya pun bisa jadi pahlawan. Jika kita konsisten melakukan tugas2 kita, atau konsisten melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain/orang banyak.
     wpress : Jadi inti tulisan ini apa ?
     lumut : jadi pahlawan itu.. membingungkan :D

tulisan inih, juga bisa dibaca di http://lumut.wordpress.com/2012/11/10/pahlawan/

Thursday, November 29, 2012

Suara Belakangan: Pamer

tulisan ini tulisan kawan yang paas banget nyindir-nyindir dirikuh
mari kita petik pelajarannya, bersama..

Suara Belakangan: Pamer

Thursday, September 8, 2011

Kerokan dan Masuk Angin


note: pengantar tulisan ini adalah status FB saya yang melebihi 420 karakter jadi dipecah jadi tiga bagian :D

(masuk angin 1-3) Jujur, paling enggak enak jadi bujangan (yang betulan bujang hideup sorangan wae maupun bujang-lokal) adalah kalau sakit; macam saya begini. Bukan soal ke dokter atau minum obat, itu sih sama aja, tapi unsur perhatian dan perawatan itu loh.. Beda kan antara orang yang terawat dan tak terawat ? #halah!

(masuk angin 2-3) Salah satu bentuk perhatian yang paling sederhana dalam keluarga adalah kerokan. di dalam kegiatan sederhana itu ada sentuhan dan "perasaan" yang tak tergantikan. Pun tak tergantikan oleh kawan, apalagi kalau kawan itu bukan mahram malah bisa jadi sumber fitnah -- untuk kalangan tertentu bisa jadi malah diharapkan :p ( tak boleh, tau..!? )

(masuk angin 3-3) Btw kerokan sering diejek cara jaman baheula atau tidak ilmiah. Tapi itu barangkali karena kita ngga paham apa sih "masuk angin" itu, apa iya ada angin betulan masuk ke badan, dan bagaimana esensi "kerokan" itu sendiri.Tulisan di bawah ini menjelaskan soal itu tanpa menuding atau berpihak. Jadi jangan buru-buru hina kerokan ya ? Sok atuh, dibaca heula.. :D


BR, ari.ams.latoeng 
bujang lokal, montir kapal yang lagi masuk angin
PS: menggigil begini kalo bisa kerokan, waduh.. eta teh sesuatu banget buat saya  :p 
       

       


August 19, 2010

Kerokan dan Masuk Angin

by heldi 

Beberapa hari kemarin saya dengan istri sempat “berantem” gara-gara saya agak kesal kepada istri karena melihat anak sulung yang dipaksa oleh ibunya untuk dikerok. Saya kurang setuju bila anak kecil (7 tahun) sudah dikerik-kerok karena yang namanya dikerok itu pasti sakit nya minta ampun tuh, seperti di lecet-lecet-in kulit ini, begitu pula anak saya ketika di kerok dia berteriak-teriak kesakitan dan “merejel-merejel” karena manahan sakit.



 Akhirnya saya mencari referensi di internet dengan kata kunci kerokan dan masuk angin, dari beberapa sumber diperoleh informasi bahwa memang kurang baik bila anak kecil diberi terapi kerokan, karena kulitnya masih tipis dan pembuluh darahnya juga masih kecil… jadi tolong yah ibu-ibu sekalian anak kecil jangan dikerok pakai koin :)

Kemudian harus hati-hati juga; tidak semua orang senang dikerok karena dikerok itu bisa menimbulkan rasa sakit/perih, dan kadar daya tahan menahan rasa sakit dari setiap orang itu berbeda beda, dan tentunya kadar daya tahan kesakitan dari anak kecil masih rendah, sehingga akan sangat menyakitkan bila anak kecil harus dikerok. Dampaknya bisa ke efek psikologis karena adanya pemaksaan pengerokan yang berakibat menyakitkan.

Kemudian dari beberapa artikel yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa proses pengerokan itu sebenarnya bukanlah proses pengeluaran angin melalui hasil kerokan, tetapi hanya sekedar stimulus kepada otak untuk mengeluarkan hormor-hormon yang dapat memerangi penyakit yang gejala-gejala awalnya sering disebut dengan masuk angin. Begitu katanya, untuk lebih lengkapnya berikut adalah kumpulan tulisan yang saya peroleh dati internet tentang masuk angin dan kerok mengerok :)

Istilah masuk angin, sebenarnya tidak berarti bahwa angin benar-benar masuk ke dalam tubuh. Sesungguhnya, tiupan angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Karena bagian belakang terkena angin, temperatur tubuh turun. Lalu, muncul gejala masuk angin seperti pusing, meriang, atau pegal-pegal tadi.

Peristiwa ini berbeda dengan pengaruh hawa dingin yang mengenai seluruh tubuh, baik bagian belakang maupun depan. Jadi, saat suhu udara turun, temperatur seluruh badan ikut turun. Sementara, paparan angin umumnya cuma mengenai salah satu sisi badan sehingga bagian itu saja yang turun suhunya. Wajar kalau orang lantas menyebutnya masuk angin.

Masuk angin akut lebih mudah dikenali karena biasanya berujung pada gejala flu seperti bersin-bersin dan pilek. Bila masuk angin tidak disadari dan berlangsung terus-menerus, bisa menimbulkan rasa sakit kronis. Paling sering terjadi adalah nyeri leher dan pundak gara-gara AC.

Masuk angin juga bisa menyebabkan perut kembung karena di bagianbelakang tubuh terdapat titik-titik syaraf yang berhubungan dengan organ bagian dalam. Jika titik-titik itu kena rangsangan, organ dalam ikut kena.

Kerokan merupakan salah satu usaha untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Guna menjelaskan pola keseimbangan itu, ada konsep dasar pengobatan Cina yang membagi tubuh jadi bagian tubuh panas (disebut yang) dan bagian tubuh dingin (yin).

Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementarayin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin yang, orang terbilang sehat bila yin dan yang-nya dalam keadaan seimbang. Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit. Yang terlalu tinggi, yin rendah, ya sakit juga.

Dalam hal masuk angin, penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi) . Pembuluh darah kulit yang mengalami konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkonstriksi agar seluruh tubuh tidak dingin.

Konstriksi itu bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) jadi turun atau berkurang, sekujur badan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah suhu tubuh jadi seimbang kembali.

**

DASAR pengobatan tradisional bersumber pada penyeimbangan empat pola penyakit yakni kuat, lemah, panas, dan dingin. Prinsip penyembuhannya adalah mengembalikan energi tubuh ke posisi seimbang.

Kalau terlalu kuat dilemahan, yang lemah dikuatkan, kelewat panas didinginkan, terlalu dingin dipanaskan. Sehat itu adalah kondisi energi yang seimbang.

Demikian pula yang terjadi pada masuk angin. Guna menyembuhkannya, tubuh harus mengembalikan keseimbangan yang dan yin, salah satu caranya dengan menaikkan suhu lewat kerokan. Mengurangi yin, memang bisa jadi seimbang, namun tidak berada pada posisi normal.

Upaya peningkatan suhu di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E=mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit dikerok, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi berefek melebarkan pembuluh darah dalam kulit. Otomatis, peredaran darah jadi lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Ujung-ujungnya, timbul pula reaksi otonomik (sistem parasimpatik) . Saraf otonom pada bagian belakang tubuh jadi seimbang.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara “mengeluarkan angin”. Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.

Masuk angin gara-gara gempuran angin dingin AC tak perlu diobati. Cukup berpindah posisi atau mematikan AC, pegalnya akan sembuh.

Sedangkan masuk angin kronis tidak sekadar di bawah kulit, tapi sudah sampai ke dalam otot. Jadi, perlu pemanasan dalam sampai kedalaman 3-4 cm di bawah kulit, dan itu tak mungkin dicapai dengan kerokan.

Cara kerokan paling efektif adalah “menggarap” daerah belakang tubuh, kepala atau leher. Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri kanan ruas-ruang tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Itu bukannya tanpa alasan. Pada tubuh kita terdapat sekira 360 titik akupunktur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, yakni ditarik lurus ke bawah di sisi kiri kanan ruas tulang belakang, kemudian digeser condong ke arah kiri dan kanan, reaksi optimal dapat dicapai. Gosokan-gosokan itu

mungkin secara tidak sengaja menekan titik-titik akupunktur tertentu di tubuh bagian belakang.

Namun, perlu dipertimbangkan bahwa tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda, ada yang terbiasa dikerok sedikit, tapi tak jarang ada yang suka dikerok dalam-dalam sampai merah padam. Sebenarnya, tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah darah.

**

SAMPAI saat ini belum ditemukan efek samping kerokan. Yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin).

B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.

Kemungkinan, penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan.

Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini? Kalau begitu, kerok saja!

Kerokan adalah sebuah terapi penyembuhan dengan metode menggaruk sembari menekan bagian tubuh terutama permukaan kulit menggunakan benda tumpul seperti uang logam.

Di Indonesia terutama dalam budaya Jawa, kerokan sudah lama dikenal. Tapi jangan salah, ternyata kerokan sudah ada sejak beratus-ratus tahun lalu dan bukan monopoli orang Jawa saja. Kerokan juga dikenal di Vietnam, Kamboja, hingga China.

Bagaimana cara kerja kerokan?

Untuk menyembuhkan masuk angin biasanya melakukan kerokan. Tujuannya agar anginnya keluar. Padahal penyebab penyakit seperti demam, pegal-pegal bukanlah angin yang masuk ke dalam tubuh. Melainkan karena infeksi suatu virus. Bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan?

Sebetulnya proses terapi kerokan cukup sederhana, yakni membuat suatu reaksi inflamasi atau radang yang mengakibatkan melebarnya pembuluh darah. Nah, dengan dikerok, terjadilah pelebaran pembuluh darah yang akan melancarkan aliran darah. Jika aliran darah lancar maka lebih banyak oksigen dan nutrisi masuk untuk jaringan otot.

Kerokan menyebabkan rasa sakit dan luka

Jika dikerok begitu saja tanpa pelumas tentu menyebabkan rasa sakit di permukaan kulit bahkan hingga luka. Namun ini kan bisa diakali dengan memberi minyak atau pelumas sehingga rasa sakit berkurang. Lagipula jika diakukan dengan cara yang tepat, misalnya melewati titik akupunktur yamng merangsang saraf motorik. Kerokan tidaklah sakit seperti yang dibayangkan. Jangan kerokan di permukaan kulit yang luka atau iritasi, tindakan ini justru membuat infeksi permukaan kulit. Kerokan juga jangan dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, selain itu pembuluh darahnya masih kecil.

Kerokan hanya ada di Indonesia

Fakta: Hal ini tidak benar. Kerokan merupakan suatu pengobatan alternatif yang dikenal sejak ratusan tahun lalu di negara-negara Asia. Masyarakat Vietnam menyebut pengobatan ini cao gio, di Kamboja dijuluki goh kyol (rubbing the wind), dan di China dikenal sebagai gua sua (menggunakan batu jade sebagai pengerok).

Kerokan dapat mengeluarkan angin dari dalam tubuh

Fakta: Istilah masuk angin bisa merupakan gejala awal common cold atau penyakit infeksi lainnya. Orang awam sering beranggapan angin tersebut harus dikeluarkan dari dalam tubuh, antara lain dengan kerokan. Hal ini tidak tepat karena memang bukan angin yang menyebabkan rasa tidak enak badan, demam, pegal-pegal, sakit kepala, atau batuk pilek.
Lalu bagaimana sebenarnya cara kerja kerokan ini? Pada proses kerokan, terjadi suatu reaksi inflamasi atau radang. Akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah dan pengeluaran mediator inflamasi. Aliran darah menjadi lancar jika dikerok atau dipijat sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi yang tersedia untuk jaringan otot. Zat-zat yang menyebabkan rasa pegal dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan. Selain itu, juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel (lapisan paling dalam pembuluh darah) yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini merupakan polipeptida yang kemudian akan dipecah dengan hasil akhir salah satunya adalah beta endorfin.

Pasca kerokan didapatkan peningkatan IL-1 beta, Clq, dan beta endorfin, sementara kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri adalah PGE2 sehingga jika kadar PGE2 diturunkan maka nyeri akan berkurang. Hasil ini menyebabkan berkurangnya nyeri otot, badan terasa segar dan nyaman. Inflamasi yang ditimbulkan selain meredakan nyeri otot juga akan memicu reaksi kardiovaskuler. Tandanya adalah peningkatan temperatur tubuh secara ringan, antara 0,5-1oC. Makanya setelah dikerok, badan kita terasa lebih hangat.

Kerokan menyebabkan rasa nyeri dan iritasi kulit

Fakta: Kerokan yang dilakukan dengan benar tidak akan menyebabkan rasa sakit. Para ahli akupunktur berpendapat bahwa saat terjadi pemijatan, sebaiknya alat kerok melewati titik akupunktur agar urat saraf motorik terangsang, sehingga pada akhirnya memperlancar sirkulasi darah. Cara kerokan yang dianjurkan adalah tegak lurus sejajar dengan tulang belakang menyamping, lalu sejajar dengan bahu. Alat kerokan biasanya menggunakan uang logam, koin, atau alat bantu khusus kerokan.

Alat-alat tersebut wajib tumpul supaya tidak melukai kulit. Lalu dibantu dengan minyak yang fungsinya selain menghangatkan juga untuk melicinkan proses kerokan, sehingga menghindari terjadinya kulit lecet. Cara mengerok juga tidak boleh terlalu keras karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa melukai kulit.


Semua orang boleh melakukan kerokan
Fakta: Tidak sepenuhnya benar karena terdapat beberapa kondisi di mana seseorang dianjurkan tidak melakukan kerokan, antara lain orang dengan kondisi kulit tidak sehat (misalnya eksim, kulit terbakar, jerawat, infeksi bakteri atau jamur). Kerokan pada daerah tersebut justru akan memperparah infeksi atau peradangan. Penderita diabetes mellitus juga sebaiknya menghindari kerokan. Alasannya, bila terjadi luka atau lecet, luka tersebut bisa menjadi sulit disembuhkan. Pasien yang mengkonsumsi antikoagulan atau memiliki gangguan pembekuan darah sebaiknya juga tidak melakukan kerokan. Pengerokan yang terlalu dalam dapat mengakibatkan perdarahan di bawah kulit. Kerokan juga sebaiknya tidak dilakukan pada anak kecil karena kulitnya masih tipis dan lunak, dan pembuluh darahnya lebih kecil.



Sehabis kerokan, dianjurkan untuk mandi

Fakta: Hal ini tidak dianjurkan. Sehabis kerokan sebaiknya tidak mandi karena pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik seka dengan lap basah yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas. Badan akan terasa lebih nyaman jika Anda minum sesuatu yang hangat, makan sup hangat,

dan memakai baju hangat/selimut.

Kerokan boleh-boleh saja dilakukan bila Anda merasa tidak enak badan, namun jangan terlena, jika gejala tak juga mereda sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Tuesday, September 6, 2011

Blogari on Multiply: Reborn

I think it's time for me to reactivate my MP 

Don't you agree with me, my friends ?
xixixixi #maksa.com

my first post

hi there,
da jia hao..


this is my first post to my blog
thank you

Tuesday, December 2, 2008

BayuGawtama: Sobat, Tolong Bantu Jawab SMS Ini...

Berikut adalah email Mas Gaw di forum_ayah@yahoogroups.com
Barangkali ada diantara rekan2 yang memiliki kelapangan rizki bagi mereka di bawah ini ?

Jujurly ma friends,
saya selalu iri dengan orang2 seperti Mas Gaw, juga Mas Andi PS cs di ACT, juga Mbak Kosi cs di Portalinfaq, juga dengan tim lapangan TIC (a.l -oom Budi Panci, oom Wisnu, nte Peni, nte Desma, nte Lina, oom Gerrit, oom Tj, dll dsb)..  Juga dengan Bu Edo dan teman2  (that means you brother Don, mbak Putri, dll dll saya malah sudah lupa nama-namanya), juga Mbak Rina dan Mas Heli di kelompok lain, bahkan dengan kawan-kawan saya di sini Lia, Ima, dan Mega.. (tidak disangka2 mereka bertiga ini relawan pengajar untuk anak2 "kolong") dan semua teman2 yang saya lupa sebut namanya..

Mereka semua yang saya sebut di atas ini berinteraksi langsung dengan mereka yang membutuhkan. Mereka care dan dengan sigap bertindak setiap saat dibutuhkan. Tanpa memandang agama, tanpa memandang ras, tanpa memandang status

Saya..?
Saya sempat mencoba ikut, tetapi ternyata saya tidak sekuat itu komitmennya.
Ini memang memalukan. Tapi yah.. gimana lagi.. Saya ngga akan menutup-nutupinya. Inilah saya, manusia yang baru bisa berkomitmen tetapi ternyata mempertahankan komitmen tidak semudah kelihatannya.

Tapi saya tahu, setidaknya saya masih bisa melakukan satu hal..Saya masih bisa, setidak-tidaknya,  menyebarluaskan jangkauan tawaran ini..
Btw, jika rekan2 ingin bertindak "sendiri" tidak melalui siapapun, saya rasa Mas Gaw tidak akan keberatan untuk memberikan informasi yang diperlukan.

BR, ari.ams.latoeng


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Bayu Gautama <bayugautama@yahoo.com>
Tanggal: 2 Desember 2008 20:26
Subjek: [Forum_Ayah] Sobat, Tolong Bantu Jawab SMS Ini...
- Sembunyikan kutipan teks -

Dalam sepekan ini, saya intensif berkirim pesan singkat dengan Ibu Uun, relawan kemanusiaan di Parung Panjang. Atas jasa ibu Uun inilah, akhirnya kami, para relawan_pelangi memupuk keberanian mengetuk hati para dermawan untuk berbagi cinta Idul Adha di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, tanggal 8 Desember 2008 nanti.

Setelah berkali-kali menyambangi langsung desa yang dimaksud, kami melihat langsung kondisi sebuah desa yang sangat memprihatinkan. Desa Jagabita, hanya satu dari beberapa desa di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor yang merupakan desa tertinggal. Tingkat perekonomian yang rendah, pendidikan yang carut marut, keterampilan yang minim, dan akses pengetahuan yang terbatas, membuat desa tersebut dikelilingi berbagai problem.

Salah satu problem terbesar adalah kesehatan. Kasus gizi buruk bisa ditemui di banyak rumah-rumah di desa itu, juga beragam penyakit lainnya seperti TBC, kaki gajah, kanker terus menggerogoti kekuatan masyarakat. Mereka sangat miskin dan semakin tak berdaya karena tak memiliki cukup uang untuk biaya ke puskesmas. Kartu Gakin sangat mahal harganya, kadang mereka harus mengeluarkan uang sampai Rp. 350.000,- untuk mendapatkan kartu tersebut. Padahal, untuk ongkos ojek ke puskesmas yang sepuluh ribu saja mereka tak sanggup.

Pekerjaan rata-rata sebagai petani penggarap sawah dan ladang yang bukan milik sendiri. Dengan kondisi demikian, sekolah tak lagi penting buat keluarga miskin disana, bisa makan saja sudah bagus. Maka tak heran, jika ada sekolah yang terbengkalai, madrasah tak terurus, bangunan majelis yang nyaris roboh. Nasib guru pun menambah pilu keterpurukan sebuah komunitas, komunitas tertinggal. Ya, guru mengaji seperti Maryudi yang hanya dibayar Rp. 100,-/minggu per anak. Angka yang bahkan tak pernah dilirik oleh anak-anak kita.

Ibu Uun, adalah sosok perempuan berani yang tak pernah setengah-setengah berbuat untuk kampung yang bukan kampung aslinya. Ia hanya peduli pada urusan kemanusiaan, semangatnya tak pernah kendor meski beberapa kali diteror, didatangi aparat, bahkan diusir dari tempat tinggalnya sendiri. Saya hanya bersimpati melihat perjuangannya, agar ia tak sendiri berjuang untuk desa itu.

"Kalau saya diam saja, tahun ini dan tahun-tahun berikutnya akan banyak anak-anak yang mati pak… mati karena kekurangan gizi," Wanita ini bisa menunjukkan kepada Anda, tentang Ayu yang berusia 12 tahun hanya punya berat badan 10 kg, atau Chairul bocah 8 tahun dengan berat badan 9 kg. Ada juga Resa putri Guru Maryudi, usianya 4 tahun dengan berat badan di bawah 7 kg. Tanya sama bu Uun, berapa banyak lagi anak-anak seperti Chairul, Resa di desa itu, saya yakin Anda tidak akan sanggup mengikuti jejak langkah Ibu itu untuk menyambangi rumah-rumah yang di dalamnya terdapat anak-anak gizi buruk atau warga lain dengan jenis penyakit lainnya.

Memang kegiatan sehari tak menyelesaikan persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Tetapi bergerak dan bergabung dalam aksi nyata, jauh lebih bermanfaat ketimbang sumbang komentar, setidaknya bantulah menyebarkan informasi ini.

Oya, kembali soal pesan singkat (SMS) yang dikirim Ibu Uun dalam sepekan ini, berikut saya kutipkan bunyi SMS-nya:

SMS 1: "Aswr. Pak mau menolong ibu aan gak, tumor tulang parah, sekarang ada di rumah saya. karena diusir sama suaminya, plus dengan anak-anaknya 8 orang"

SMS 2: "Aswr. Mas Gaw, di rumah ada anak yang dibuang sama bapaknya. Umur 7 tahun, cewek, namanya Ipah. Ipah minta disekolahkan. Mas Gaw mau cariin orang tua asuh dong untuk Ipah, tks…"

Hmm… dua SMS dulu ya, bantu saya menjawab SMS-SMS ini. Dalam sembilan bulan terakhir, saya sudah sering menerima SMS semacam ini dari Ibu Uun. Saya minta tolong bukan karena saya lelah, tapi saya ingin berbagi kesempatan, berbagi ladang amal buat saudara-saudara. Terima kasih

Wassalaam
Gaw

a. BCA KCP Cinere No. Rekening :267-106-5401 atas Mohd. Heriyadi Arifin
b. Bank Muamalat Cab. Arthaloka No. 9000-251-877 an Kosirotun
c. BNI Cab. Bekasi No. 001-558-7547 an Kosirotun
d. Mandiri KCP Jkt. Wisma Indosemen : No. 122-000-441-8870 an Kosirotun
(mohon konfirmasi setelah transfer ke nomor 08128510372 dengan Kosirotun, ketik; nama spasi jagabita spasi jumlah)

silahkan lihat semua informasinya di
http://warnaislam.com
http://gawtama.multiply.com


Bayu Gawtama
Life-Sharer
http://bayugawtama.net
087 87 877 1961